STIALANSTIALAN
Jurnal Good GovernanceJurnal Good GovernanceTransformasi manajemen sumber daya manusia di institusi kepolisian menjadi krusial dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penunjukan mentor dalam Program Manajemen Talenta Polri (MTP), khususnya terkait kesesuaian kompetensi antara mentor dan Talenta serta implikasinya terhadap pengembangan personel unggul. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus instrumental, data diperoleh melalui telaah dokumen internal SSDM Polri serta literatur akademik terkini. Hasil temuan menunjukkan bahwa penunjukan mentor masih dominan berbasis senioritas dan jabatan, belum mempertimbangkan kecocokan peran, pengalaman teknis, serta nilai-nilai profesional yang dibutuhkan mentee. Kondisi ini menghambat efektivitas mentoring sebagai proses pembelajaran yang transformatif, baik dalam aspek karier maupun psikososial. Dengan mengacu pada teori Person–Environment Fit dan pendekatan humanistic mentoring, penelitian ini merekomendasikan reformulasi kebijakan penunjukan mentor berbasis kompetensi, pelatihan berkelanjutan bagi mentor, serta penguatan sistem evaluasi relasional dan kontekstual. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan kultur pembinaan SDM Polri yang lebih adaptif, empatik, dan berkelanjutan menuju kepemimpinan strategis masa depan.
Penelitian ini mengungkap bahwa efektivitas pelaksanaan mentoring dalam Program Manajemen Talenta Polri sangat ditentukan oleh kualitas proses penunjukan mentor.Ketika pemilihan mentor masih mengandalkan pertimbangan senioritas atau jabatan struktural semata tanpa memperhatikan kesesuaian tugas, latar belakang, dan kompetensi, maka pendampingan yang seharusnya menjadi ruang tumbuh bagi para Talenta justru kehilangan makna.Fenomena ini sejalan dengan pendekatan Person-Environment Fit yang menekankan pentingnya kecocokan antara individu dan lingkungan kerjanya.Dalam konteks mentoring, ketidaksesuaian antara mentor dan mentee dapat menghambat terbentuknya hubungan yang suportif dan relevan secara substantif.Ketika mentor tidak memahami realitas tugas atau kompetensi yang dibutuhkan Talenta, proses mentoring cenderung menjadi rutinitas administratif tanpa dampak transformatif.Lebih jauh, hubungan mentoring yang efektif harus mampu memenuhi fungsi karier dan fungsi psikososial.Sayangnya, dalam praktik di Polri, banyak mentor belum memiliki kesiapan maupun kejelasan peran untuk menjalankan kedua fungsi tersebut secara optimal.Hal ini diperkuat oleh temuan, yang menyatakan bahwa efektivitas mentoring di lembaga penegakan hukum sangat dipengaruhi oleh pemahaman mentor terhadap struktur, budaya, dan kebutuhan strategis organisasi.Dalam kerangka institusional, temuan ini mencerminkan pentingnya transisi dari pendekatan pembinaan yang generik menuju sistem mentoring yang lebih personal, berbasis kebutuhan, dan manusiawi.Talenta bukanlah sekadar objek kebijakan, tetapi individu dengan potensi unik yang membutuhkan pendampingan autentik dan bermakna.Di sinilah urgensi penerapan standar kompetensi bagi mentor menjadi nyata.bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai bentuk komitmen institusi untuk mengembangkan sumber daya manusianya secara utuh.
Untuk meningkatkan efektivitas mentoring dalam program Manajemen Talenta Polri, disarankan untuk melakukan formalisasi tata cara penunjukan mentor berbasis kecocokan peran dan nilai. Penguatan kompetensi mentor melalui pelatihan khusus dan berkelanjutan juga sangat penting. Selain itu, perlu dilakukan pemetaan dan pengelolaan pool mentor secara transparan dan akuntabel. Dengan demikian, Program Manajemen Talenta dapat menjadi jembatan bagi Polri dalam membentuk generasi pemimpin masa depan yang profesional, berintegritas, dan siap menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
- Sage Reference - The Handbook of Mentoring at Work: Theory, Research, and Practice. sage reference handbook... doi.org/10.4135/9781412976619Sage Reference The Handbook of Mentoring at Work Theory Research and Practice sage reference handbook doi 10 4135 9781412976619
- CONSEQUENCES OF INDIVIDUALS' FIT AT WORK: A METAâANALYSIS OF PERSONâJOB, PERSONâORGANIZATION,... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1744-6570.2005.00672.xCONSEQUENCES OF INDIVIDUALS FIT AT WORK A METAyAAAaANALYSIS OF PERSONyAAAeJOB PERSONyAAAeORGANIZATION onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1744 6570 2005 00672 x
- The role of mentoring in the employee professional development and career growth | Sapienza: International... doi.org/10.51798/sijis.v6i1.888The role of mentoring in the employee professional development and career growth Sapienza International doi 10 51798 sijis v6i1 888
- Analyzing the Critical Factors for Talent Management Implementation in the Public Sector - EUDL. analyzing... eudl.eu/doi/10.4108/eai.30-10-2024.2354826Analyzing the Critical Factors for Talent Management Implementation in the Public Sector EUDL analyzing eudl eu doi 10 4108 eai 30 10 2024 2354826
| File size | 811.3 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Sebaliknya, negara berkembang memaknai TQM secara ekstrinsik, di mana mutu sering kali direduksi menjadi kepatuhan terhadap standar administratif dan kelengkapanSebaliknya, negara berkembang memaknai TQM secara ekstrinsik, di mana mutu sering kali direduksi menjadi kepatuhan terhadap standar administratif dan kelengkapan
STPI PAJAKSTPI PAJAK Analisis regresi mengonfirmasi kelayakan model dengan nilai F hitung sebesar 203,112 serta reliabilitas instrumen yang sangat tinggi (Cronbachs Alpha 0,935).Analisis regresi mengonfirmasi kelayakan model dengan nilai F hitung sebesar 203,112 serta reliabilitas instrumen yang sangat tinggi (Cronbachs Alpha 0,935).
45MATARAM45MATARAM Dengan demikian, makna pengembangan SDM bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan proses strategis yang menempatkan manusia sebagai aset utama dalamDengan demikian, makna pengembangan SDM bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan proses strategis yang menempatkan manusia sebagai aset utama dalam
LENTERANUSALENTERANUSA Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Yayasan Rumah Harapan Cikarang bersama total tujuh siswa sekolah dasar. Rangkaian kegiatan penyuluhan dimulai denganKegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Yayasan Rumah Harapan Cikarang bersama total tujuh siswa sekolah dasar. Rangkaian kegiatan penyuluhan dimulai dengan
LENTERANUSALENTERANUSA Meskipun telah terjadi penurunan tingkat kejadian stunting, angka tersebut masih berada di atas target yang ditetapkan. Program pengabdian masyarakat iniMeskipun telah terjadi penurunan tingkat kejadian stunting, angka tersebut masih berada di atas target yang ditetapkan. Program pengabdian masyarakat ini
LENTERANUSALENTERANUSA Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengedukasi siswa sekolah dasar Yayasan MI Al-Muslimin tentang pentingnya pangan yang sehat dan aman. MetodologiTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengedukasi siswa sekolah dasar Yayasan MI Al-Muslimin tentang pentingnya pangan yang sehat dan aman. Metodologi
LENTERANUSALENTERANUSA Metode pelaksanaan yang digunakan adalah ceramah interaktif yang disesuaikan dengan rentang usia anak-anak 6-12 tahun. Hasil kegiatan ini diharapkan dapatMetode pelaksanaan yang digunakan adalah ceramah interaktif yang disesuaikan dengan rentang usia anak-anak 6-12 tahun. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat
STIEBANKBPDJATENGSTIEBANKBPDJATENG Saran untuk peningkatan budaya organisasi melalui peningkatan kondisi yang telah ada kemudian diharapkan organisasi dapat lebih memperhatikan aspek kompensasiSaran untuk peningkatan budaya organisasi melalui peningkatan kondisi yang telah ada kemudian diharapkan organisasi dapat lebih memperhatikan aspek kompensasi
Useful /
STMA TRISAKTISTMA TRISAKTI Namun, bias perilaku seperti overconfidence dan herding masih menjadi faktor penghambat rasionalitas penuh. Studi ini memberikan implikasi penting bagiNamun, bias perilaku seperti overconfidence dan herding masih menjadi faktor penghambat rasionalitas penuh. Studi ini memberikan implikasi penting bagi
STIALANSTIALAN Penelitian ini berkontribusi pada diskusi tentang manajemen talenta sektor publik dengan menawarkan analisis kontekstual posisi jabatan fungsional dalamPenelitian ini berkontribusi pada diskusi tentang manajemen talenta sektor publik dengan menawarkan analisis kontekstual posisi jabatan fungsional dalam
UBUB Peserta dalam kegiatan PkM ini terdiri dari siswa kelas X dan XI SMK Fransiskus 1 Jakarta, yang bekerja sama dengan ini mahasiswa aktif Program Studi S1Peserta dalam kegiatan PkM ini terdiri dari siswa kelas X dan XI SMK Fransiskus 1 Jakarta, yang bekerja sama dengan ini mahasiswa aktif Program Studi S1
UBUB Indikator keberhasilan terlihat dari kemampuan peserta yang secara mandiri memproduksi kedua produk tersebut, menandakan peningkatan pemahaman dan keterampilan.Indikator keberhasilan terlihat dari kemampuan peserta yang secara mandiri memproduksi kedua produk tersebut, menandakan peningkatan pemahaman dan keterampilan.