PDGIPDGI
Journal of Indonesian Dental AssociationJournal of Indonesian Dental AssociationIndonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman suku. Setiap suku memiliki karakteristik yang berbeda dengan suku lain. Perbedaan tersebut salah satunya terdapat pada tinggi badan yang tersusun oleh tulang panjang. Pertumbuhan tulang panjang merupakan hasil dari pengerasan tulang rawan yang terletak di bagian ujung distal. Salah satu tulang panjang yang terdapat di area kraniofasial adalah mandibula. Mandibula memiliki peranan penting dalam penentuan tipe maloklusi skeletal yang dapat dilihat dari foto rongent sefalometri lateral dengan analisis Steiner. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tinggi badan dengan tipe maloklusi skeletal menggunakan analisis Steiner pada suku Banjar. Metode: penelitian ini merupakan studi analitik korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 62 siswa suku Banjar usia 15–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tinggi badan diukur menggunakan microtoise dan dikonversi menjadi Height-for-Age Z-score (HAZ) berdasarkan standar WHO. Relasi skeletal ditentukan melalui analisis Steiner pada sefalometri lateral menggunakan parameter sudut SNA, SNB, dan ANB. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Sampel paling banyak memiliki tinggi badan kurang dari normal, SNA lebih dari normal, SNB normal, ANB lebih besar dari normal. Hasil uji analisis korelasi spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.446. Conclusion: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tinggi badan dengan tipe maloklusi skeletal pada remaja suku Banjar usia 15–18 tahun. Tinggi badan tidak dapat dijadikan sebagai indikator untuk memprediksi tipe maloklusi skeletal pada populasi penelitian.
Sebagian besar subjek memiliki tinggi badan yang termasuk kategori kurang dari normal berdasarkan Height-for-Age Z-score (HAZ) WHO, serta pola skeletal yang paling banyak ditemukan adalah maloklusi skeletal Kelas II dengan kecenderungan maksila protrusif dan posisi mandibula yang masih dalam batas normal menurut parameter SNA dan SNB.Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,446 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tinggi badan dengan tipe maloklusi skeletal pada remaja suku Banjar usia 15–18 tahun.Tinggi badan tidak dapat dijadikan sebagai indikator untuk memprediksi tipe maloklusi skeletal pada populasi penelitian.
Penelitian lanjutan disarankan untuk menjelaskan pengaruh nutrisi dan konsumsi makanan terhadap pertumbuhan mandibula dan maksila pada suku Banjar, menganalisis peran faktor genetik spesifik suku Banjar dalam terbentuknya tipe maloklusi skeletal, serta mengkaji keterkaitan antara aktivitas fisik dan pola hidup dengan parameter pertumbuhan kraniofasial. Selain itu, penelitian dapat memperluas sampel dengan mempertimbangkan jenis kelamin secara seimbang, memanfaatkan teknik imaging canggih untuk analisis tulang, dan mengeksplorasi perbedaan antara pertumbuhan mandibula yang endokondral dengan pertumbuhan maksila yang intramembranous.
- Efektifitas Hypnobreastfeeding Pada Ibu Menyusui Terhadap Kecukupan Asi Pada Bayi Usia ? 3 Bulan Di Praktik... doi.org/10.30596/anatomicaEfektifitas Hypnobreastfeeding Pada Ibu Menyusui Terhadap Kecukupan Asi Pada Bayi Usia 3 Bulan Di Praktik doi 10 30596 anatomica
- Relationship Between Height and Skeletal Malocclusion Type Using Steiner Analysis in The Banjar Ethnic... doi.org/10.32793/jida.v8i2.1211Relationship Between Height and Skeletal Malocclusion Type Using Steiner Analysis in The Banjar Ethnic doi 10 32793 jida v8i2 1211
| File size | 624.45 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Hasil: Responden yang menderita acne vulgaris dengan siklus menstruasi tidak normal sebesar 40,5%, penderita dengan makanan berpengaruh sebesar 52,7%,Hasil: Responden yang menderita acne vulgaris dengan siklus menstruasi tidak normal sebesar 40,5%, penderita dengan makanan berpengaruh sebesar 52,7%,
UMSUMS Responden merupakan pekerja sektor informal yang mengalami gejala CTS dan memenuhi kriteria inklusi. Skor BCTQ digunakan sebagai ukuran fungsi tangan danResponden merupakan pekerja sektor informal yang mengalami gejala CTS dan memenuhi kriteria inklusi. Skor BCTQ digunakan sebagai ukuran fungsi tangan dan
POLTEKKESJAMBIPOLTEKKESJAMBI Terdapat pengaruh kegiatan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan siswi SMP Negeri 11 Jayapura. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan pada siswi SMPTerdapat pengaruh kegiatan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan siswi SMP Negeri 11 Jayapura. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan pada siswi SMP
MALAHAYATIMALAHAYATI Faktor‑faktor tersebut saling terkait dan meningkatkan risiko penularan melalui kontak langsung dan kontaminasi barang. Oleh karena itu, pencegahan harusFaktor‑faktor tersebut saling terkait dan meningkatkan risiko penularan melalui kontak langsung dan kontaminasi barang. Oleh karena itu, pencegahan harus
STTABSTTAB Salatiga yang mendapat predikat sebagai kota toleran di Indonesia menjadi penting untuk dikaji berkenaan dengan konstruksi sosial yang ada, sehingga selamaSalatiga yang mendapat predikat sebagai kota toleran di Indonesia menjadi penting untuk dikaji berkenaan dengan konstruksi sosial yang ada, sehingga selama
UMNUMN Namun, banyak remaja yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya menjaga pola hidup sehat, seperti tidur yang cukup, mengkonsumsi makanan sehat, dan melakukanNamun, banyak remaja yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya menjaga pola hidup sehat, seperti tidur yang cukup, mengkonsumsi makanan sehat, dan melakukan
UNIBAUNIBA Berdasarkan penelitian di Puskesmas Botania Kota Batam tahun 2023, ditemukan bahwa sebagian besar responden (66. 7%) memberikan ASI eksklusif kepada bayiBerdasarkan penelitian di Puskesmas Botania Kota Batam tahun 2023, ditemukan bahwa sebagian besar responden (66. 7%) memberikan ASI eksklusif kepada bayi
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Sebagian besar penderita tidak menyadari menderita hipertensi dan tidak melakukan program “PATUH karena tidak mengerti, dianggap sebagai pusing biasaSebagian besar penderita tidak menyadari menderita hipertensi dan tidak melakukan program “PATUH karena tidak mengerti, dianggap sebagai pusing biasa
Useful /
PUBMEDIAPUBMEDIA Praktik yang direkomendasikan meliputi penggunaan partograf, kebebasan bergerak, manajemen nyeri non-farmakologis, dukungan berkelanjutan, penundaan penjepitanPraktik yang direkomendasikan meliputi penggunaan partograf, kebebasan bergerak, manajemen nyeri non-farmakologis, dukungan berkelanjutan, penundaan penjepitan
UMSUMS Kelelahan kerja fisik pada pekerja pembuatan bata diukur menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test (SSRT). Berdasarkan hasil penelitian yang telahKelelahan kerja fisik pada pekerja pembuatan bata diukur menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test (SSRT). Berdasarkan hasil penelitian yang telah
UMSUMS Both interventions were conducted for four weeks, three times per week. Data were analyzed using the Wilcoxon test to examine the effect of each interventionBoth interventions were conducted for four weeks, three times per week. Data were analyzed using the Wilcoxon test to examine the effect of each intervention
STTABSTTAB Penelitian ini bertujuan mengkaji tema Air Hidup melalui pembacaan lintas tekstual antara narasi Dewa Ruci dalam tradisi Jawa dan kisah Yesus dengan perempuanPenelitian ini bertujuan mengkaji tema Air Hidup melalui pembacaan lintas tekstual antara narasi Dewa Ruci dalam tradisi Jawa dan kisah Yesus dengan perempuan