SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA

JMET: Journal of Management Entrepreneurship and TourismJMET: Journal of Management Entrepreneurship and Tourism

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat (CBT) di Pantai Labuhan Haji, Lombok Timur, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi untuk memperkuat peran ini dalam mendukung keberlanjutan pariwisata pesisir. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari pengurus Pokdarwis, pelaku usaha pariwisata, pemerintah desa, dan wisatawan domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal berperan dalam empat aspek utama: (1) pengelolaan operasional destinasi (kebersihan, keamanan, layanan wisata), (2) pelestarian lingkungan dan budaya, (3) pengembangan ekonomi lokal melalui diversifikasi usaha pariwisata, dan (4) partisipasi dalam institusi lokal, khususnya melalui Pokdarwis. Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat masih berada pada level konsultatif dan fungsional, belum mencapai kemitraan strategis dalam pengambilan keputusan. Tantangan utama meliputi lemahnya kapasitas sumber daya manusia, keterbatasan modal, institusi Pokdarwis yang belum stabil, kurangnya infrastruktur, dan promosi digital destinasi yang belum optimal. Penelitian ini merekomendasikan strategi penguatan melalui peningkatan kapasitas masyarakat, model pengelolaan bersama (co-management) yang inklusif, pengembangan produk pariwisata berbasis budaya dan ekologi, serta digitalisasi pemasaran. Temuan ini berkontribusi pada penguatan implementasi CBT di wilayah pesisir serta implikasi praktis bagi pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata.

Penelitian ini menemukan bahwa masyarakat Pantai Labuhan Haji berperan vital dalam menjaga keberlanjutan destinasi pariwisata melalui keterlibatan langsung dalam operasional harian, pelestarian lingkungan dan budaya, serta aktivitas ekonomi berbasis wisata.Meskipun partisipasi masyarakat didorong oleh inisiatif lokal dan modal sosial yang kuat, pengembangan CBT masih terhambat oleh kapasitas kelembagaan Pokdarwis yang terbatas, kurangnya standar operasional dan pelatihan, serta dukungan struktural dari pemerintah desa yang belum optimal.Oleh karena itu, keberlanjutan Pantai Labuhan Haji sebagai destinasi wisata pesisir berbasis masyarakat sangat bergantung pada penguatan kapasitas Pokdarwis, regulasi tata kelola yang jelas, peningkatan kualitas layanan, pengembangan atraksi budaya, dan akses modal bagi pelaku usaha.

Penelitian lanjutan dapat menggali lebih dalam model tata kelola destinasi pariwisata berbasis masyarakat (CBT) yang lebih partisipatif dan inklusif, khususnya di wilayah pesisir seperti Pantai Labuhan Haji. Fokusnya bisa pada bagaimana kelembagaan seperti Pokdarwis dapat ditingkatkan kapasitas manajerial dan strategisnya, sehingga tidak hanya terbatas pada peran operasional harian. Ini termasuk studi tentang mekanisme pengambilan keputusan yang memungkinkan suara masyarakat lokal, termasuk generasi muda yang seringkali kurang terlibat dalam aspek perencanaan, untuk didengar dan diintegrasikan secara efektif. Misalnya, bagaimana pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi yang terstruktur dapat secara signifikan mempengaruhi stabilitas dan efektivitas Pokdarwis dalam jangka panjang, serta mendorong inovasi dalam pengembangan destinasi. Selain itu, akan sangat bermanfaat untuk meneliti strategi inovatif dalam mengintegrasikan dan mempromosikan warisan budaya lokal yang unik, seperti sejarah Pantai Labuhan Haji sebagai pelabuhan haji, menjadi daya tarik wisata yang bernilai. Ini bisa melibatkan studi kasus tentang bagaimana destination storytelling yang kuat, didukung oleh pemanfaatan teknologi digital dan kreativitas generasi muda, dapat menghidupkan kembali narasi sejarah dan tradisi lokal, mengubahnya menjadi pengalaman wisata yang autentik dan menarik bagi wisatawan modern. Bagaimana metode pelestarian budaya dapat diselaraskan dengan kebutuhan pengembangan pariwisata tanpa mengorbankan esensi lokalitas? Terakhir, penelitian di masa depan perlu menganalisis lebih jauh dampak dari skema pembiayaan alternatif dan program peningkatan literasi digital yang dirancang khusus untuk pelaku usaha pariwisata mikro lokal. Mengingat keterbatasan modal dan kurangnya promosi digital yang optimal, studi ini dapat mengevaluasi efektivitas berbagai bentuk dukungan finansial, seperti kredit mikro yang mudah diakses atau hibah inovasi, serta program pelatihan pemasaran digital yang praktis. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana dukungan ini dapat secara signifikan meningkatkan kapasitas bisnis lokal, diversifikasi produk, dan akses pasar, sehingga pada akhirnya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dan memastikan manfaat pariwisata tersebar lebih merata.

  1. Community Roles in Managing Coastal Tourism: A Case of Labuhan Haji Beach, East Lombok | JMET: Journal... doi.org/10.61277/jmet.v4i1.269Community Roles in Managing Coastal Tourism A Case of Labuhan Haji Beach East Lombok JMET Journal doi 10 61277 jmet v4i1 269
Read online
File size353.19 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test