UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

PKBM Suara Hati Desa Nanggerang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berdiri sejak 2016 dan mengalami peningkatan jumlah peserta didik setiap tahun. Mayoritas peserta berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, anak jalanan, serta masyarakat kurang mampu, namun memiliki motivasi tinggi untuk melanjutkan pendidikan sekaligus memperoleh keterampilan yang bermanfaat. Salah satu bentuk pembekalan keterampilan adalah wirausaha berbasis potensi lokal, yaitu pembuatan keripik singkong. Namun, keterbatasan entrepreneur skill dan strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan pemasaran digital serta manajemen usaha, menjadi hambatan berkembangnya usaha ini. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas kewirausahaan dan pemahaman bauran pemasaran pada peserta didik PKBM Suara Hati, khususnya dalam pengembangan usaha keripik singkong. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan (marketing mix, pemasaran digital, manajemen usaha, dan praktik produksi keripik singkong), penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta, tercermin dari kenaikan rata-rata skor pre-test ke post-test sebesar 38,69%. Peserta mampu melakukan inovasi produk dengan menambah varian rasa, memperbaiki kemasan, menetapkan harga kompetitif, memperluas distribusi melalui media sosial dan e-commerce, serta menyusun pencatatan keuangan sederhana. Penerapan marketing mix terbukti meningkatkan daya saing produk, sedangkan penguatan keterampilan kewirausahaan mendorong kepercayaan diri peserta dalam mengelola usaha. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa kombinasi entrepreneur skill dan strategi pemasaran digital mampu menjadi model pembinaan UMKM berbasis keterampilan lokal yang dapat direplikasi di berbagai wilayah.

Kegiatan pengabdian masyarakat berhasil meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan penerapan strategi pemasaran berbasis marketing mix pada peserta PKBM Suara Hati.Peserta mampu memahami pentingnya inovasi produk, penetapan harga kompetitif, perluasan saluran distribusi, serta strategi promosi digital.Penguatan kompetensi individu dan strategi pemasaran yang tepat berkontribusi positif terhadap peningkatan daya saing produk keripik singkong dan dapat dijadikan model pembinaan UMKM berbasis potensi lokal.

Pertama, perlu penelitian lanjutan tentang efektivitas pembentukan koperasi mikro bagi peserta PKBM untuk meningkatkan akses terhadap permodalan dan penguatan kelembagaan usaha kolektif. Kedua, penting untuk meneliti integrasi sistem pembukuan berbasis aplikasi mobile yang disesuaikan dengan tingkat literasi digital peserta, agar pencatatan keuangan lebih akurat dan mudah dikelola dalam jangka panjang. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi tentang pengaruh kolaborasi dengan pelaku usaha lokal yang lebih besar, seperti toko oleh-oleh atau minimarket, terhadap peningkatan volume penjualan dan keberlanjutan usaha keripik singkong, termasuk aspek negosiasi harga dan sistem distribusi yang berkelanjutan. Ketiga ide penelitian ini saling melengkapi dalam memperkuat aspek kelembagaan, manajerial, dan pemasaran usaha peserta, sehingga memberikan gambaran menyeluruh tentang model pemberdayaan UMKM berbasis pendidikan nonformal yang berkelanjutan. Penelitian-penelitian tersebut dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran dan berdampak luas.

Read online
File size4.7 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test