ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI

Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan MasyarakatJurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat

Kampung Urbinasopen di Kabupaten Raja Ampat menyimpan potensi sumber daya perikanan dan perkebunan kelapa yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan hasil tangkapan segar tanpa pengolahan lanjutan, sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh masyarakat pesisir relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mentransformasi kondisi tersebut melalui pelatihan pembuatan abon ikan ekor kuning termodifikasi kelapa kepada 25 orang ibu PKK sebagai upaya konkret penguatan ekonomi biru berbasis potensi lokal. Pendekatan mixed methods diterapkan secara integratif, menggabungkan pengukuran kuantitatif melalui instrumen pre-test-post-test dan rubrik observasi keterampilan, serta penggalian data kualitatif melalui focus group discussion dan wawancara mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan dengan rata-rata kenaikan sebesar 89,1%, disertai peningkatan keterampilan praktik dari kategori kurang menjadi sangat baik. Program ini juga berhasil melahirkan produk unggulan lokal bertajuk Ole-ole Raja Ampat dalam kemasan profesional dengan dua varian rasa. Temuan kualitatif mengungkap transformasi psikososial peserta yang mencakup peningkatan kepercayaan diri, motivasi wirausaha, dan kesadaran branding produk. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai model pemberdayaan perempuan pesisir yang berkelanjutan dan berpotensi direplikasi di wilayah kepulauan terpencil lainnya di Indonesia.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kampung Urbinasopen, Raja Ampat, berhasil membuktikan bahwa pelatihan pembuatan abon ikan ekor kuning termodifikasi kelapa secara efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 25 ibu PKK dengan rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 89,1% dan keterampilan praktik dari kategori kurang menjadi sangat baik.Program ini juga berhasil melahirkan produk unggulan lokal bertajuk Ole-ole Raja Ampat yang memiliki identitas branding kuat, nilai jual kompetitif, dan potensi pasar yang menjanjikan khususnya di segmen wisatawan.Secara implikatif, kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan mixed methods berbasis pemberdayaan perempuan pesisir merupakan strategi yang relevan dan aplikatif dalam mewujudkan konsep ekonomi biru yang berkelanjutan.Transformasi peserta tidak hanya terjadi pada dimensi keterampilan teknis, tetapi juga pada aspek kepercayaan diri, motivasi wirausaha, dan kesadaran branding produk lokal.Sebagai saran, diperlukan pendampingan lanjutan yang mencakup penguatan kapasitas pemasaran berbasis digital marketing, fasilitasi akses permodalan usaha mikro, serta integrasi program serupa ke desa-desa pesisir lain di Raja Ampat agar dampak ekonomi biru dapat dirasakan secara lebih luas dan merata.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai strategi pemasaran dan branding produk Ole-ole Raja Ampat, termasuk pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengembangan model bisnis berkelanjutan yang mengintegrasikan kelompok ibu PKK dengan nelayan lokal, sehingga menciptakan sinergi dalam rantai nilai ekonomi biru. Ketiga, studi lanjutan dapat mengeksplorasi potensi diversifikasi produk abon ikan termodifikasi kelapa dengan varian rasa dan kemasan yang inovatif, serta menganalisis preferensi konsumen terhadap produk tersebut.

  1. Peningkatan Keterampilan Anggota PKK Desa Kaniti Melalui Pelatihan Pembuatan Aneka Olahan Sorgum Sebagai... ejournal.lumbungpare.org/index.php/jgen/article/view/1268Peningkatan Keterampilan Anggota PKK Desa Kaniti Melalui Pelatihan Pembuatan Aneka Olahan Sorgum Sebagai ejournal lumbungpare index php jgen article view 1268
Read online
File size266.35 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test