GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER

Journal of Law and Humanities ReviewJournal of Law and Humanities Review

Studi ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi berita putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai serangan air keras terhadap Novel Baswedan--seorang penyidik senior KPK--yang dilakukan oleh pelaku tak dikenal, di Detik.com. Analisis dilakukan menggunakan model Robert N. Entman, dengan fokus pada empat dimensi: mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebab, membuat penilaian moral, dan rekomendasi penanganan. Studi ini menggunakan metode kualitatif dalam paradigma konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan liputan berita di Detik.com mengenai proses persidangan pelaku penyerangan air keras terhadap Novel Baswedan. Dari berbagai berita yang ada, dipilih empat artikel sebagai perwakilan untuk menggambarkan proses persidangan dan putusan hakim terhadap pelaku. Hasilnya menunjukkan bahwa Entman melihat framing dalam dua dimensi utama: pemilihan isu dan penekanan atau kesalihan aspek-aspek tertentu dari realitas dan isu. Selain itu, analisis mengungkapkan bahwa framing berita Detik.com berpihak pada Novel Baswedan, seperti yang ditunjukkan oleh konten berita yang sebagian besar disajikan dari perspektif pendukung Novel Baswedan.

Hasil analisis framing pada liputan berita putusan Novel Baswedan di Detik.com, berdasarkan empat perangkat framing Entman, adalah sebagai berikut.com mengkonstruksi isu dengan menjelaskan bahwa tim advokasi Novel Baswedan khawatir kasus teror terhadap aktivis antikorupsi akan sulit terungkap.Selain itu, ada kekhawatiran bahwa putusan dalam kasus ini akan menjadi preseden buruk atau contoh bagi korban kejahatan di masa depan.Perangkat framing kedua, Diagnose Causes, yang dikonstruksi oleh media online Detik.com, adalah bahwa vonis penjara selama 1 tahun 6 bulan dan 2 tahun untuk dua penyerang Novel Baswedan menguntungkan terdakwa.Pada perangkat framing ketiga, Make Moral Judgment, Detik.com mengkonstruksi perspektif Novel bahwa putusan pengadilan sangat ironis, karena ketidakberesan yang terjadi selama persidangan akhirnya mendapatkan pembenaran dari putusan hakim.Selain itu, Novel menganggap vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa sebagai penghinaan dan penghinaan terhadap keadilan.Akhirnya, perangkat framing keempat, Treatment Recommendation, yang dikonstruksi oleh Detik.com, menunjukkan bahwa KPK berharap majelis hakim akan memberikan vonis yang adil, dan berharap ada upaya konkret dari pemerintah untuk memberikan perlindungan bagi penegak hukum, khususnya pejuang antikorupsi.

Berdasarkan analisis ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana media online lainnya, selain Detik.com, mengkonstruksi berita putusan Novel Baswedan. Ini akan memberikan perspektif yang lebih luas tentang bagaimana media online secara keseluruhan mengkonstruksi realitas dalam kasus ini. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki pengaruh framing media online pada opini publik dan persepsi mereka tentang kasus Novel Baswedan. Ini akan membantu memahami bagaimana framing media dapat membentuk opini publik dan bagaimana opini publik dapat mempengaruhi proses peradilan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana media online dapat digunakan sebagai platform untuk advokasi dan kampanye hak asasi manusia dalam kasus-kasus seperti Novel Baswedan. Ini akan membantu memahami peran media online dalam mempromosikan keadilan dan hak asasi manusia.

  1. Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Law an Humanities Review (July 2026) | Journal of Law and Humanities... greenationpublisher.org/JLHR/issue/view/73Vol 2 No 1 2026 Journal of Law an Humanities Review July 2026 Journal of Law and Humanities greenationpublisher JLHR issue view 73
Read online
File size388.7 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test