IDID

JAMSIJAMSI

Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung menghadapi permasalahan serius akibat ketergantungan petani jeruk pada sistem monokultur yang menyebabkan kerentanan ekonomi tinggi, produktivitas lahan tadah hujan yang rendah, serta minimnya diversifikasi tanaman sebagai daya tarik eduwisata. Ketergantungan pada satu komoditas menjadikan petani rentan terhadap fluktuasi harga dan kegagalan panen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan ketahanan ekonomi petani jeruk melalui diversifikasi tanaman buah dan penguatan kapasitas manajemen eduwisata agro berbasis pemberdayaan masyarakat. Program dilaksanakan selama tiga bulan (Maret–Mei 2025) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 28 petani jeruk dan perangkat Desa Samar. Intervensi mencakup tiga tahap: (1) sosialisasi pengembangan eduwisata agro dengan menghadirkan narasumber praktisi, (2) inovasi diversifikasi tanaman buah melalui penataan lima spot tanaman (jeruk, pisang, jambu kristal, mangga, pepaya) dengan penanaman 150 bibit buah, dan (3) pengembangan media edukasi berupa buku saku eduwisata buah. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya pola tanam beragam dengan lima spot tanaman buah seluas 0,5 hektar, partisipasi aktif 28 petani, serta peningkatan pemahaman masyarakat tentang diversifikasi sebesar 78% berdasarkan pre-test dan post-test. Program ini berhasil meningkatkan daya tarik kawasan eduwisata dan mengurangi risiko ekonomi dari ketergantungan monokultur jeruk.

Kegiatan pengabdian ini berhasil mengatasi ketergantungan petani jeruk pada monokultur, rendahnya produktivitas lahan tadah hujan, dan minimnya kapasitas manajemen eduwisata.Program yang dilaksanakan selama Maret–Mei 2025 melibatkan 28 petani jeruk dengan tiga intervensi utama.sosialisasi eduwisata agro, diversifikasi tanaman buah, dan pengembangan media edukasi.Capaian konkret mencakup peningkatan pemahaman 28 petani tentang diversifikasi dan manajemen eduwisata sebesar 78% berdasarkan pre‑test dan post‑test, terbentuknya lima spot tanaman buah di lahan eduwisata seluas 0,5 hektar dengan 150 bibit buah tertanam (100% target), dan tersusunnya konten buku saku eduwisata buah sebagai media pendidikan bagi pengunjung.

1. Menyelidiki efektivitas penggunaan media edukasi berbasis digital, seperti aplikasi mobile atau platform e-learning, untuk memperluas jangkauan pengetahuan tentang diversifikasi tanaman dan manajemen eduwisata di desa Samar. 2. Mengkaji potensi sistem irigasi berkelanjutan, misalnya sistem irigasi tetes atau sprinkler, untuk mengatasi keterbatasan penampungan air hujan dan meningkatkan produktivitas tanaman di musim kemarau. 3. Meneliti pendekatan pemasaran terpadu yang memadukan promosi online dan offline, termasuk kerjasama dengan agen pariwisata digital, guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan pemasukan masyarakat setempat dari sektor agrowisata.

  1. KOMBINASI MESIN PENGAYAK, PENGISIAN DAN PEMADATAN TANAH KE DALAM POLYBAG UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH PRODUKSI... dmi-journals.org/jai/article/view/529KOMBINASI MESIN PENGAYAK PENGISIAN DAN PEMADATAN TANAH KE DALAM POLYBAG UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH PRODUKSI dmi journals jai article view 529
  2. IPB University. ipb university pengumuman web maintenance harap lagi team doi.org/10.24156/jikk.2020.13.3.289IPB University ipb university pengumuman web maintenance harap lagi team doi 10 24156 jikk 2020 13 3 289
  3. Crop Diversification for Ensuring Sustainable Agriculture, Risk Management and Food Security - Mihrete... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/gch2.202400267Crop Diversification for Ensuring Sustainable Agriculture Risk Management and Food Security Mihrete onlinelibrary wiley doi 10 1002 gch2 202400267
Read online
File size958.25 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test