ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan MasyarakatJurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan MasyarakatProgram kemitraan masyarakat ini dirancang untuk merevitalisasi greenhouse di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kutai Kartanegara melalui integrasi otomatisasi berbasis Internet of Things (IoT) dan inovasi frugal (tepat guna). Inisiatif ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh Politeknik Negeri Samarinda menggunakan pendekatan tindakan partisipatif (participatory action) yang secara aktif melibatkan petani lokal di sepanjang proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program ini dilaksanakan dalam empat tahapan terstruktur: (1) Penilaian Awal dan Konsultasi, yang mengidentifikasi inefisiensi pada sistem irigasi sprinkler yang ada; (2) Perancangan dan Pembuatan Prototipe, yang mengembangkan model irigasi tetes berbiaya rendah dengan penyesuaian sekrup yang memungkinkan kontrol air secara presisi; (3) Pengembangan Sistem IoT, yang menggabungkan sensor DHT, sakelar relai, dan kontrol berbasis ponsel pintar untuk pemantauan secara real-time; dan (4) Instalasi dan Pelatihan, yang memastikan implementasi sistem secara penuh serta peningkatan kapasitas di kalangan petani peserta. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan transformasi greenhouse menjadi lingkungan pertanian yang otomatis dan efisien, sehingga secara signifikan meningkatkan manajemen tanaman dan optimalisasi sumber daya. Sistem baru ini memungkinkan pengoperasian secara manual maupun otomatis, meningkatkan efisiensi penggunaan air, dan mengurangi upaya perawatan sekaligus meminimalkan dampak lingkungan. Selain itu, pelatihan partisipatif ini memperkuat kompetensi digital dan teknis para petani, sehingga memungkinkan mereka untuk mengelola dan merawat sistem berbasis IoT tersebut secara mandiri dengan tingkat kepercayaan diri dan kemampuan adaptasi yang lebih tinggi. Capaian program ini menyoroti bagaimana teknologi yang terjangkau dan sesuai konteks, apabila didukung oleh partisipasi masyarakat dan kolaborasi institusional, dapat berkontribusi pada inovasi pertanian yang berkelanjutan dan inklusif. Pada akhirnya, inisiatif ini berfungsi sebagai model yang dapat diskalakan dan direplikasi untuk mengintegrasikan teknologi digital berbiaya rendah ke dalam sistem pertanian berskala kecil, guna mendorong produktivitas, ketahanan, dan transformasi digital pada sektor pertanian perdesaan di Indonesia.
Program layanan masyarakat di Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Kutai Kartanegara berhasil merevitalisasi greenhouse melalui integrasi otomasi berbasis IoT dan inovasi frugal.Peralihan dari sistem irigasi sprinkler yang tidak efisien ke model irigasi tetes dengan penyesuaian sekrup meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi kompleksitas pemeliharaan.Instalasi komponen IoT seperti sensor, sakelar relai, dan konektivitas smartphone memungkinkan pemantauan real-time dan kontrol manual maupun otomatis atas irigasi, meningkatkan presisi dan mengurangi intensitas tenaga kerja.Pelatihan dan bimbingan partisipatif memperkuat kemampuan teknis dan digital petani, memungkinkan mereka untuk mengoperasikan, memelihara, dan mengatasi masalah sistem secara mandiri.Secara keseluruhan, inisiatif ini menunjukkan bahwa teknologi terjangkau dan sesuai konteks, dikombinasikan dengan partisipasi masyarakat, dapat menghasilkan solusi berkelanjutan dan skalabel untuk sistem pertanian kecil, mendukung transisi Indonesia menuju pertanian presisi dan berkelanjutan.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana teknologi IoT dapat diintegrasikan dengan sistem pertanian tradisional yang sudah ada di Indonesia, terutama di daerah pedesaan, untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan. Kedua, bagaimana pelatihan dan pendampingan petani dapat ditingkatkan agar mereka dapat mengoperasikan dan memelihara sistem IoT secara mandiri, serta bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri petani. Ketiga, bagaimana model bisnis yang berkelanjutan dapat dikembangkan untuk mendukung implementasi teknologi IoT dalam pertanian kecil, termasuk aspek pendanaan dan kolaborasi antar institusi.
- Enhanced IoT Solution System for Smart Agriculture in Indonesia | Green Intelligent Systems and Applications.... tecnoscientifica.com/journal/gisa/article/view/325Enhanced IoT Solution System for Smart Agriculture in Indonesia Green Intelligent Systems and Applications tecnoscientifica journal gisa article view 325
- The Transformative Potential of Artificial Intelligence in Building Sustainable Agricultural Systems:... services.igi-global.com/resolvedoi/resolve.aspx?doi=10.4018/979-8-3373-0680-3.ch006The Transformative Potential of Artificial Intelligence in Building Sustainable Agricultural Systems services igi global resolvedoi resolve aspx doi 10 4018 979 8 3373 0680 3 ch006
| File size | 491.93 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Evaluasi menunjukkan 87% peserta memahami dampak limbah, 91% memahami fungsi mesin, 83% mampu mengoperasikan, 89% menilai mudah digunakan, 85% melihatEvaluasi menunjukkan 87% peserta memahami dampak limbah, 91% memahami fungsi mesin, 83% mampu mengoperasikan, 89% menilai mudah digunakan, 85% melihat
UMKUMK Hasil menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku lokal dan organik (SSI) memiliki kinerja yang kuat, sementara manajemen limbah (WMP) dan pengalaman pelangganHasil menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku lokal dan organik (SSI) memiliki kinerja yang kuat, sementara manajemen limbah (WMP) dan pengalaman pelanggan
UM-SORONGUM-SORONG Sedangkan filter pengendalian pencemaran udara memiliki jumlah timbulan paling sedikit 0,16 kg/hari. Pengelolaan yang dilakukan dimulai dari identifikasiSedangkan filter pengendalian pencemaran udara memiliki jumlah timbulan paling sedikit 0,16 kg/hari. Pengelolaan yang dilakukan dimulai dari identifikasi
UM-SORONGUM-SORONG Temuan ini menegaskan bahwa bioremediasi merupakan pendekatan berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam pengolahan limbah farmasi, sekaligus mendukungTemuan ini menegaskan bahwa bioremediasi merupakan pendekatan berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam pengolahan limbah farmasi, sekaligus mendukung
UM-SORONGUM-SORONG Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan menghasilkan limbah farmasi dalam jumlah signifikan, baik berupa obat cair maupun padat yang tidak lagi digunakan.Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan menghasilkan limbah farmasi dalam jumlah signifikan, baik berupa obat cair maupun padat yang tidak lagi digunakan.
UINSUNAUINSUNA 4 SDG 4 dan memajukan keadilan sosial. Pendidikan vokasi perhotelan berbasis kompetensi yang terintegrasi dengan prinsip pelestarian berkelanjutan meningkatkan4 SDG 4 dan memajukan keadilan sosial. Pendidikan vokasi perhotelan berbasis kompetensi yang terintegrasi dengan prinsip pelestarian berkelanjutan meningkatkan
UNTADUNTAD Mahasiswa dengan pengetahuan dan sikap lebih baik cenderung mengelola limbah masker secara tepat. Disarankan fakultas menyediakan wadah khusus limbah maskerMahasiswa dengan pengetahuan dan sikap lebih baik cenderung mengelola limbah masker secara tepat. Disarankan fakultas menyediakan wadah khusus limbah masker
IDID Adanya logo pada kemasan membuat produk tersebut memiliki identitas agar minat beli konsumen pada produk menjadi meningkat. Kemasan baru garam ini menggunakanAdanya logo pada kemasan membuat produk tersebut memiliki identitas agar minat beli konsumen pada produk menjadi meningkat. Kemasan baru garam ini menggunakan
Useful /
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Untuk menerapkan pembelajaran multimodal secara optimal, guru perlu menguasai TPACK, yang memungkinkan mereka merancang pengalaman belajar yang bermaknaUntuk menerapkan pembelajaran multimodal secara optimal, guru perlu menguasai TPACK, yang memungkinkan mereka merancang pengalaman belajar yang bermakna
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa SMA melalui edukasi pengelolaan uang jajan secara bijak dan pengenalanKegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman literasi keuangan siswa SMA melalui edukasi pengelolaan uang jajan secara bijak dan pengenalan
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Secara keseluruhan, kegiatan ini mampu menjembatani kesenjangan antara potensi literasi digital yang dimiliki peserta dengan kemampuan implementatif dalamSecara keseluruhan, kegiatan ini mampu menjembatani kesenjangan antara potensi literasi digital yang dimiliki peserta dengan kemampuan implementatif dalam
UNTADUNTAD Masyarakat tidak memahami tentang jenis, cara menanam, cara membuat, dan penggunaan tanaman obat. Hasil Riskesdas 2018 menyatakan bahwa persentase tertinggiMasyarakat tidak memahami tentang jenis, cara menanam, cara membuat, dan penggunaan tanaman obat. Hasil Riskesdas 2018 menyatakan bahwa persentase tertinggi