UM-SORONGUM-SORONG

Casuarina: Environmental Engineering JournalCasuarina: Environmental Engineering Journal

Limbah farmasi yang masuk ke badan air dapat menurunkan kualitas lingkungan perairan dan menimbulkan resiko bagi kesehatan manusia serta ekosistem. Senyawa aktif farmasi, meskipun dalam konsentrasi rendah, dapat menyebabkan perubahan fisiologis pada organisme akuatik dan berkontribusi terhadap munculnya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak limbah farmasi terhadap kualitas air serta menguji efektivitas bioremediasi menggunakan mikroorganisme lokal. Metode penelitian meliputi pengambilan sampel air tercemar dari sekitar fasilitas kesehatan, analisis parameter kualitas air (pH, DO, COD, dan konsentrasi residu farmasi), serta identifikasi mikroorganisme lokal yang berpotensi mendegradasi senyawa farmasi. Uji bioremediasi dilakukan selama 14 hari dengan pemantauan berkala. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar residu farmasi hingga 50%, disertai perbaikan kualitas air seperti peningkatan DO dan penurunan COD. Mikroorganisme lokal terbukti mampu beradaptasi dengan lingkungan tercemar dan memanfaatkan senyawa farmasi sebagai sumber energi. Temuan ini menegaskan bahwa bioremediasi merupakan pendekatan berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam pengolahan limbah farmasi, sekaligus mendukung konsep ekoteknologi berbasis sumber daya lokal.

Bioremediasi menggunakan mikroorganisme lokal mampu memberikan perbaikan nyata terhadap kualitas air tercemar limbah farmasi.Peningkatan pH dari 6,0 menjadi 7,2 menunjukkan bahwa kondisi air berhasil dinetralkan mendekati standar baku mutu air minum, sementara kenaikan DO dari 2,5 mg/L menjadi 5,5 mg/L memperlihatkan perbaikan signifikan dalam ketersediaan oksigen terlarut yang sangat penting bagi ekosistem akuatik.Penurunan COD dari 120 mg/L menjadi 60 mg/L menandakan berkurangnya beban organik, dan residu farmasi yang berkurang hingga 50% membuktikan bahwa mikroorganisme lokal mampu mendegradasi senyawa aktif farmasi secara efektif.Secara keseluruhan, hasil ini konsisten dengan regulasi nasional berbasis SNI dan Permenkes terbaru, serta sejalan dengan temuan penelitian internasional yang dipublikasikan di Scopus mengenai efektivitas bioremediasi dalam pengolahan limbah farmasi.Temuan ini memperkuat bahwa bioremediasi merupakan pendekatan berkelanjutan yang tidak hanya memperbaiki kualitas air tetapi juga mendukung konsep ekoteknologi berbasis sumber daya lokal.Dengan demikian, bioremediasi layak dikembangkan sebagai strategi utama dalam pengelolaan limbah farmasi di Indonesia, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang lingkungan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang efek jangka panjang bioremediasi terhadap ekosistem akuatik. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih komprehensif tentang potensi penggunaan mikroorganisme lokal dalam pengolahan limbah farmasi secara komersial. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi kombinasi teknologi bioremediasi dengan metode lain, seperti fotokatalisis, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengolahan limbah farmasi.

  1. Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis. zn hzsm catalyst gasoil range hydrocarbon... doi.org/10.9767/bcrec.13.1.1508.136-143Bulletin of Chemical Reaction Engineering Catalysis zn hzsm catalyst gasoil range hydrocarbon doi 10 9767 bcrec 13 1 1508 136 143
Read online
File size990.07 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test