PKN STANPKN STAN

KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi TerapanKUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan

Wisata Hutan Meranti yang berlokasi di kota Balikpapan merupakan salah satu destinasi wisata baru yang masih berfokus mempromosikan hutan lindung khususnya pohon meranti. Luas wilayah Wisata Hutan Meranti adalah 77 hektar menjadi salah satu sumber daya alam yang sangat berpotensi untuk dikembangkan kedepannya. Hutan yang ditanami jenis pohon meranti ini menghasilkan sampah organik berupa daun dan ranting dalam jumlah yang cukup besar. Sampah organik yang ada di Wisata Hutan Meranti belum dimanfaatkan dengan maksimal karena hanya ditumpuk dan dibakar begitu saja. Hal ini dapat menyebabkan polusi udara dan pencemaran lingkungan. Pembuatan kompos dari bahan organik seperti daun dan ranting dapat menjadi salah satu solusi dalam pemanfaatan sampah organik yang ada di Wisata Hutan Meranti. Produk kompos yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai komoditas dengan nilai ekonomi. Untuk mendukung kegiatan pembuatan kompos, dibangun juga satu buah rumah kompos yang difungsikan sebagai tempat proses pembuatan dan penyimpanan kompos. Pada kegiatan pengabdian masyarakat juga dilakukan pembagian kuisioner untuk melihat dan mengevaluasi pemahaman masyarakat terkait pengolahan limbah organik khususnya pengomposan.

Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah program kerja yang terlaksana cukup berhasil memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat terkait pengolahan limbah organik khususnya pembuatan kompos.Adanya kegiatan ini juga memiliki dampak positif dalam silaturahmi antar masyarakat.Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi pada kegiatan pengabdian masyarakat ini.

Untuk mengoptimalkan manfaat dan keberlanjutan inisiatif pengomposan di Wisata Hutan Meranti, beberapa arah penelitian lanjutan yang krusial dapat dieksplorasi. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi komparatif mendalam tentang efektivitas berbagai metode pengomposan dan jenis bioaktivator terhadap limbah daun meranti. Penelitian ini harus fokus pada bagaimana variasi kelembaban, rasio C/N, atau penggunaan starter mikroba alternatif (selain EM4) dapat mempercepat proses dekomposisi yang saat ini relatif lama, serta mengoptimalkan kandungan nutrisi (nitrogen, fosfor, kalium, dan unsur mikro lainnya) dalam kompos yang dihasilkan, demi menciptakan pupuk dengan kualitas premium yang lebih cepat matang. Kedua, dari sudut pandang ekonomi, diperlukan analisis kelayakan bisnis yang lebih komprehensif. Studi ini tidak hanya akan menghitung biaya produksi dan potensi harga jual, tetapi juga mengidentifikasi model bisnis inovatif dan berkelanjutan. Ini mencakup eksplorasi potensi pasar vertikal, seperti penggunaan kompos untuk kebun percontohan ekowisata atau penjualan ke petani lokal, serta integrasinya dengan penawaran eduwisata, guna menciptakan mata pencarian baru dan meningkatkan pendapatan komunitas secara signifikan. Ketiga, perlu dilakukan penelitian mengenai dampak ekologis jangka panjang dari aplikasi kompos daun meranti. Pertanyaan kuncinya adalah bagaimana penggunaan kompos ini secara konsisten dapat meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan mendukung keanekaragaman hayati mikroorganisme tanah di dalam serta sekitar kawasan hutan meranti. Memahami kontribusi pengomposan terhadap kesehatan ekosistem dan mitigasi perubahan iklim, melalui pengurangan emisi dari pembakaran limbah, akan memberikan nilai tambah ilmiah dan lingkungan yang substansial.

  1. Pengaruh Bahan Baku Kompos terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.)... ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/45029Pengaruh Bahan Baku Kompos terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah Keriting Capsicum annuum L ejournal undip ac index php ilmulingkungan article view 45029
  2. Selamat, website jcspa.ejournal.unri.ac.id telah aktif!. jcspa ejournal unri ac aktif silahkan hapus... jcspa.ejournal.unri.ac.id/index.php/jcspa/article/view/5Selamat website jcspa ejournal unri ac telah aktif jcspa ejournal unri ac aktif silahkan hapus jcspa ejournal unri ac index php jcspa article view 5
  3. Comparative analysis of waste management system in Meranti Forest Natural Tourism, Balikpapan City, Indonesia... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1239/1/012035Comparative analysis of waste management system in Meranti Forest Natural Tourism Balikpapan City Indonesia iopscience iop article 10 1088 1755 1315 1239 1 012035
Read online
File size440.11 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test