UM-SORONGUM-SORONG

Casuarina: Environmental Engineering JournalCasuarina: Environmental Engineering Journal

Pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) merupakan tanggung jawab bagi perusahaan untuk menjaga ekosistem yang ada di lingkungan sekitar. Artikel ini menganalisis pengelolaan limbah B3 dan desain penyimpanan sementara dengan membandingkannya dengan regulasi yang ada. PT XYZ merupakan perusahaan yang berfokus pada operasi industri percetakan kemasan kaleng, di mana aktivitas produksinya berpotensi menghasilkan limbah B3 yang perlu ditangani. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi data sekunder yaitu wawancara (individual interview) dan observasi. Sedangkan teknik pengambilan data sekunder meliputi kepentingan analisis dalam penyusunan dokumen lingkungan seperti regulasi dan literatur. Didapatkan hasil jumlah timbulan limbah B3 di PT XYZ paling banyak pada kain majun bekas yaitu 103,23 kg/hari. Sedangkan filter pengendalian pencemaran udara memiliki jumlah timbulan paling sedikit 0,16 kg/hari. Pengelolaan yang dilakukan dimulai dari identifikasi limbah B3, pewadahan sementara limbah B3, pengangkutan ke TPS limbah B3, penimbangan dan pencatatan jumlah limbah B3, penyimpanan limbah B3 di TPS limbah B3, dan terakhir penyerahan ke pihak ketiga. Tempat penyimpanan limbah B3 dan penataan didesain sesuai regulasi, serta pelabelan dan simbol pada setiap karakteristik limbah disesuaikan dengan area TPS. Nilai kesesuaian antara evaluasi pengelolaan limbah B3 di PT XYZ dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 yaitu sebesar 72,73%.

XYZ menghasilkan limbah B3 paling banyak berupa kain majun bekas sebesar 106,66 kg/hari, sementara filter udara menghasilkan paling sedikit 0,17 kg/hari.Pengelolaan limbah dilakukan dengan identifikasi, pewadahan, pengangkutan, penimbangan, penyimpanan di TPS, dan penyerahan ke pihak ketiga.Kesesuaian pengelolaan limbah B3 dengan regulasi Perma Lhkn No.

Penelitian selanjutnya dapat menjawab: (1) Bagaimana pengaruh penggunaan bahan daur ulang pada proses pencetakan terhadap volume limbah B3 di industri percetakan kaleng? (2) Bagaimana efektivitas sistem pemantauan real‑time melalui sensor IoT dalam mendeteksi kebocoran atau tumpahan limbah B3 di TPS? (3) Bagaimana model ekonomi-ecologi yang mengkalkulasi manfaat jangka panjang ketika PT XYZ bekerja sama dengan pihak ketiga pengolah limbah B3 untuk meminimalkan dampak lingkungan? Penelitian tersebut akan memperluas pemahaman tentang reduksi limbah, peningkatan keamanan, dan kebijakan berkelanjutan di sektor percetakan kaleng.

  1. PENGAWASAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI INDONESIA DAN TANTANGANNYA | Kurniawan... doi.org/10.33005/jdg.v9i1.1424PENGAWASAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN B3 DI INDONESIA DAN TANTANGANNYA Kurniawan doi 10 33005 jdg v9i1 1424
Read online
File size1.28 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test