ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI

Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan MasyarakatJurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat

Transformasi digital telah secara signifikan mengubah lanskap kewirausahaan dengan menghadirkan peluang baru dalam pengembangan usaha berbasis teknologi, khususnya di kalangan generasi muda yang memiliki literasi digital yang baik. Namun demikian, tingkat keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas kewirausahaan masih relatif rendah, termasuk pada organisasi Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) Lombok. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan mahasiswa melalui pendekatan pemberdayaan digital marketing yang terstruktur. Program ini dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan intensif, serta penerapan teknologi yang diintegrasikan dengan pendampingan berkelanjutan. Intervensi yang dilakukan menitikberatkan pada pengembangan mindset kewirausahaan, strategi digital marketing, serta pelatihan praktis dalam pembuatan konten dan pengelolaan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan praktis peserta, yang tercermin dari kemampuan dalam membangun dan mengelola akun bisnis digital, merancang strategi pemasaran, serta menghasilkan konten promosi yang efektif. Selain itu, program ini berhasil mendorong terbentuknya tiga kelompok usaha baru dan tiga akun bisnis digital yang aktif. Dukungan IPTEKS berupa penyediaan sarana pemasaran portabel turut menunjang integrasi pemasaran daring dan luring serta meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam memulai usaha. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam menjembatani kesenjangan antara literasi digital dan implementasi kewirausahaan, serta berkontribusi dalam memperkuat intensi, keterampilan, dan kemandirian ekonomi generasi muda berbasis teknologi digital.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui pemberdayaan digital marketing pada organisasi mahasiswa CSSMoRA Lombok telah berhasil meningkatkan kapasitas peserta dalam bidang kewirausahaan berbasis digital.Kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap melalui proses persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi peserta untuk terlibat dalam aktivitas kewirausahaan.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep kewirausahaan dan strategi digital marketing, yang diikuti dengan kemampuan praktis dalam mengelola konten promosi, membangun akun bisnis digital, serta melakukan aktivitas pemasaran secara daring dan luring.Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya unit usaha baru dalam bentuk kelompok bisnis kecil serta meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi bisnis peserta.Dukungan IPTEKS berupa penyediaan meja, kursi, dan payung portabel turut memberikan kontribusi nyata dalam menunjang aktivitas pemasaran lapangan, sehingga peserta lebih percaya diri dalam memulai dan menjalankan usaha secara langsung.Secara keseluruhan, kegiatan ini mampu menjembatani kesenjangan antara potensi literasi digital yang dimiliki peserta dengan kemampuan implementatif dalam berwirausaha.Dengan demikian, program pemberdayaan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga memiliki implikasi dalam mendorong kemandirian ekonomi generasi muda berbasis pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, disarankan agar organisasi CSSMoRA Lombok dapat melanjutkan dan mengembangkan program kewirausahaan secara berkelanjutan melalui pembentukan komunitas bisnis internal yang aktif serta integrasi program dengan kegiatan organisasi lainnya. Selain itu, diperlukan penguatan pendampingan jangka panjang guna memastikan keberlanjutan usaha yang telah dirintis, termasuk melalui kolaborasi dengan praktisi bisnis, inkubator usaha, maupun lembaga pendukung kewirausahaan. Bagi tim pelaksana maupun pihak terkait, disarankan untuk mengembangkan model pelatihan yang lebih komprehensif dengan menambahkan aspek manajemen keuangan, pengembangan produk, serta akses terhadap pasar dan permodalan. Penyediaan dukungan IPTEKS juga perlu ditingkatkan agar mampu memperluas skala usaha peserta. Dengan demikian, kegiatan pengabdian di masa mendatang diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas, tetapi juga pada penciptaan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan dan berdampak lebih luas.

  1. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia. pemberdayaan generasi muda pengenalan pelatihan pangandaran jurnal... jpmi.journals.id/index.php/jpmi/article/view/408Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia pemberdayaan generasi muda pengenalan pelatihan pangandaran jurnal jpmi journals index php jpmi article view 408
  2. Menumbuhkan Kewirausahaan Digital pada Generasi Z di SMAN 1 Wawo Melalui Kegiatan Sosialisasi | Journal... doi.org/10.34304/joehr.v1i1.208Menumbuhkan Kewirausahaan Digital pada Generasi Z di SMAN 1 Wawo Melalui Kegiatan Sosialisasi Journal doi 10 34304 joehr v1i1 208
  3. PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENGEMBANGKAN JIWA ENTREPRENEURSHIP MAHASISWA DI KALIMANTAN TIMUR | Jurnal... doi.org/10.59407/jpki2.v1i5.87PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENGEMBANGKAN JIWA ENTREPRENEURSHIP MAHASISWA DI KALIMANTAN TIMUR Jurnal doi 10 59407 jpki2 v1i5 87
Read online
File size583.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test