POLINELAPOLINELA

J-PlantasimbiosaJ-Plantasimbiosa

Fenomena El Niño secara signifikan mengancam sistem produksi padi di wilayah tropis seperti Provinsi Lampung. Kajian ini merumuskan kerangka kebijakan adaptif berbasis risiko melalui integrasi analisis variabilitas iklim, kapasitas adaptasi lokal, dan hasil Focus Group Discussion (FGD). Menggunakan pendekatan mixed-methods, studi ini menganalisis data time-series iklim dan produksi padi tahun 1991-2024 beserta wawasan kualitatif partisipatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa risiko utama meliputi kekeringan, penurunan produktivitas akibat stres air, hama, dan ketidakpastian kalender tanam. Namun, sistem produksi di Lampung memiliki kapasitas adaptasi yang kuat. Praktik adaptasi lokal yang teridentifikasi dalam kajian ini terbukti esensial. Hal ini sejalan dengan dukungan literatur bahwa penerapan teknologi seperti Alternate Wetting and Drying (AWD) mampu menghemat penggunaan air hingga ±30%. Kombinasi adaptasi lokal dan efisiensi air ini secara efektif meredam guncangan hasil menekan potensi kehilangan dari >20% menjadi hanya ±1%, sekaligus mempertahankan tren pertumbuhan produksi jangka panjang. Kajian ini mengusulkan model kebijakan terintegrasi yang menghubungkan risiko iklim, kapasitas adaptasi, dan intervensi kebijakan. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko, integrasi data, dan skalabilitas adaptasi lokal, menjadikan Lampung sebagai model nasional untuk pertanian tangguh iklim.

Meskipun risiko El Niño yang mencakup kekeringan, stres air, ledakan hama, dan ketidakpastian kalender tanam sehingga berpotensi menurunkan hasil padi hingga >20%, sistem produksi di Provinsi Lampung terbukti sangat resilien.Analisis jangka panjang menunjukkan bahwa kehilangan produksi berhasil ditekan pada level ±0,92–1,03%, dan tren pertumbuhan tetap positif sebesar 5,44% per tahun.Berdasarkan literatur review, ketahanan ini ditopang oleh kapasitas adaptasi komprehensif, yang mencakup kalender tanam berbasis iklim, varietas toleran cekaman, fleksibilitas agroekosistem, dukungan irigasi, serta efisiensi teknologi AWD yang mampu menghemat air hingga ±30%.Melalui integrasi data kuantitatif dan wawasan FGD, studi ini mengusulkan model kebijakan adaptif berbasis risiko (climate policy risk, intervention, resilient production system) yang digerakkan oleh sinergi climate–technology–institution–economy nexus.Keberhasilan meredam guncangan iklim sekaligus mempertahankan stabilitas produksi ini menempatkan Lampung sebagai model strategis nasional dalam pengembangan kebijakan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.

Untuk memperkuat ketahanan sistem produksi padi di Lampung, penelitian lanjutan dapat mengusulkan strategi adaptasi yang lebih terintegrasi dan berbasis risiko. Hal ini dapat mencakup pengembangan kalender tanam yang lebih akurat dan responsif terhadap variabilitas iklim, serta peningkatan akses petani terhadap informasi iklim terkini. Selain itu, perluasan dan diversifikasi infrastruktur irigasi, seperti pembangunan embung dan sumur sebagai sumber air alternatif, dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi penerapan teknologi irigasi hemat air, seperti Alternate Wetting and Drying (AWD), untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi dampak kekeringan. Selain itu, penelitian dapat menganalisis dampak ekonomi dan sosial dari adaptasi lokal, serta mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan skalabilitas dan adopsi praktik adaptasi yang efektif di tingkat nasional.

  1. Impact of Harvest Lodging on Rough Rice Milling Yield and Market Price | Agronomy Journal. impact harvest... acsess.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.2134/agronj2013.0238Impact of Harvest Lodging on Rough Rice Milling Yield and Market Price Agronomy Journal impact harvest acsess onlinelibrary wiley doi 10 2134 agronj2013 0238
  2. Increase in crop losses to insect pests in a warming climate | Science. increase crop losses insect pests... science.org/doi/10.1126/science.aat3466Increase in crop losses to insect pests in a warming climate Science increase crop losses insect pests science doi 10 1126 science aat3466
  3.  . 0 doi.org/10.3390/su12177023A 0 doi 10 3390 su12177023
  4. Assessing risks of climate variability and climate change for Indonesian rice agriculture | PNAS. assessing... doi.org/10.1073/pnas.0701825104Assessing risks of climate variability and climate change for Indonesian rice agriculture PNAS assessing doi 10 1073 pnas 0701825104
Read online
File size980.63 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test