IAHN GDEPUDJAIAHN GDEPUDJA

Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan MasyarakatSophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen komunikasi yang berlangsung dalam perayaan Hari Raya Nyepi di Lombok, dengan fokus pada integrasi antara tradisi lokal dan pengaruh modernitas. Hari Raya Nyepi merupakan salah satu hari suci dalam agama Hindu yang memiliki makna mendalam dalam ajaran Veda, serta melibatkan serangkaian ritual yang mendalam dan simbolik. Dalam konteks Lombok, perayaan Nyepi menunjukkan adanya interaksi antara komunikasi tradisional yang dijaga oleh komunitas adat dengan penggunaan media digital yang semakin berkembang, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama, pemangku adat, serta pemuda Hindu di Lombok, serta observasi partisipatif terhadap prosesi dan komunikasi digital yang berkaitan dengan Nyepi. Penelitian ini juga mengkaji teori komunikasi ritual, teori media baru, dan teori difusi inovasi untuk menjelaskan dinamika komunikasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun media digital memainkan peran yang semakin besar dalam menyebarkan informasi tentang Nyepi, komunikasi tradisional yang melibatkan interaksi langsung antar anggota komunitas dan penyampaian ajaran agama oleh pemangku adat masih memegang peranan penting dalam memperkuat makna spiritual perayaan. Integrasi media sosial dan platform digital lainnya telah berhasil memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat, namun juga menghadirkan tantangan dalam menjaga kedalaman nilai-nilai agama dan budaya. Kesimpulannya, manajemen komunikasi dalam perayaan Hari Raya Nyepi di Lombok menunjukkan keberhasilan dalam menggabungkan elemen tradisional dan modern, menciptakan ruang komunikasi yang inklusif, serta memperkuat identitas keagamaan dan sosial masyarakat Hindu. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang pengelolaan komunikasi keagamaan yang adaptif di era digital.

Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen komunikasi dalam perayaan Hari Raya Nyepi di Lombok merupakan wujud dinamika budaya yang mempertemukan antara nilai-nilai tradisional dan pengaruh modernitas dalam satu harmoni sosial-keagamaan.Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun melalui simbol-simbol ritual, komunikasi lisan, dan pelibatan komunitas adat tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kesucian dan makna spiritual Hari Raya Nyepi.Di sisi lain, modernitas yang hadir melalui media digital dan perubahan gaya hidup generasi muda tidak serta-merta menggantikan nilai-nilai tradisi, melainkan berfungsi sebagai medium alternatif yang memperluas jangkauan pesan-pesan keagamaan.Media sosial, aplikasi percakapan, dan platform digital menjadi sarana efektif dalam menyampaikan informasi upacara, edukasi keagamaan, serta membangun ruang refleksi virtual, khususnya bagi generasi milenial dan Gen Z.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi tradisional, seperti peran pemangku, sulinggih, dan tokoh adat dalam menyampaikan ajaran dharma, masih sangat dihargai dan menjadi pilar penguatan identitas keagamaan masyarakat Hindu di Lombok.Sementara itu, integrasi media modern dilakukan secara selektif dan kontekstual oleh komunitas, terutama dalam bentuk kampanye toleransi, edukasi ritual, serta dokumentasi budaya yang tersebar di ruang digital.Namun, tantangan seperti disinformasi, komersialisasi budaya, dan pergeseran makna akibat media modern juga perlu mendapatkan perhatian.Pengelolaan komunikasi keagamaan yang efektif di era modern membutuhkan kesadaran kritis dan strategi komunikasi yang adaptif—menggabungkan kedalaman makna tradisi dengan daya tarik serta efisiensi teknologi komunikasi digital.Dengan demikian, manajemen komunikasi Nyepi di Lombok tidak hanya merepresentasikan perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol ketahanan budaya, strategi pewarisan nilai spiritual, dan proses negosiasi identitas di tengah perubahan zaman.Pendekatan yang seimbang antara komunikasi tradisional dan modern menjadi kunci untuk menjaga relevansi Hari Raya Nyepi bagi generasi kini dan masa depan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut:. . 1. Menganalisis lebih dalam tentang bagaimana media sosial dan platform digital dapat digunakan sebagai sarana edukasi keagamaan yang efektif, khususnya dalam konteks generasi milenial dan Gen Z. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi komunikasi yang digunakan oleh komunitas Hindu di Lombok untuk menyampaikan pesan-pesan spiritual secara menarik dan relevan bagi generasi muda.. . 2. Meneliti dampak integrasi media modern terhadap partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan menjelang Nyepi. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah penggunaan media digital telah meningkatkan atau justru menurunkan tingkat partisipasi aktif masyarakat, serta bagaimana strategi komunikasi dapat digunakan untuk meningkatkan engagement dan keterlibatan audiens.. . 3. Mengkaji tantangan komunikasi lintas budaya dalam konteks perayaan Hari Raya Nyepi di Lombok. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana komunitas Hindu berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat non-Hindu, serta bagaimana narasi dan pesan keagamaan disampaikan secara inklusif dan toleran. Hasil penelitian ini dapat memberikan saran praktis bagi lembaga keagamaan Hindu dan pemerintah daerah dalam mengembangkan program pelestarian budaya yang ramah terhadap kemajuan zaman.

Read online
File size383.1 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test