UNUBLITARUNUBLITAR

New Psycho Aksara : Jurnal PsikologiNew Psycho Aksara : Jurnal Psikologi

Seiring berjalannya waktu, perubahan tata nilai kehidupan berjalan begitu cepat karena peran globalisasi. Perubahan tersebut juga terjadi dalam ruang lingkup pendidikan yaitu sekolah. Sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman bagi para siswa baik secara fisik maupun mental, namun realitanya banyak siswa seringkali terlibat dalam masalah-masalah psikologis. Salah satu permasalahan psikologis yang terjadi di sekolah adalah tindakan perundungan. Subjek dalam intervensi ini adalah semua siswa kelas VII–IX dari sekolah X di Surabaya. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang perilaku bullying yaitu melalui psikoedukasi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang perilaku bullying pada para siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental dengan desain One group pre test – post test. Hasil analisis data menggunakan analisis paired sample t-test menunjukkan adanya perubahan. Adapun perbedaan tersebut yaitu rata-rata pre test menunjukkan skor 60,43 dan skor rata-rata post test yang menunjukkan skor 99,11 dengan tingkat signifikansinya adalah 0,000. Karena taraf signifikansi < 0,01 maka menunjukkan adanya perbedaan, dengan artian pengetahuan tentang perilaku bullying subjek mengalami peningkatan setelah diberikan psikoedukasi.

Kegiatan psikoedukasi dilakukan di aula sekolah X di Surabaya secara tatap muka dan dihadiri oleh 47 siswa.Tingkat keberhasilan diukur menggunakan skala pengetahuan perilaku bullying dan dianalisis dengan uji paired sample t-test.Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata skor pre test 60,43 menjadi 99,11 pada post test dengan signifikansi 0,000, yang berarti terdapat perbedaan nyata.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku bullying.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menguji efektivitas psikoedukasi berbasis digital, seperti aplikasi atau modul daring interaktif, untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang bullying, terutama dalam konteks sekolah yang memiliki akses internet terbatas. Kedua, perlu dikaji bagaimana durasi dan frekuensi sesi psikoedukasi memengaruhi retensi pengetahuan jangka panjang siswa, termasuk apakah intervensi satu kali cukup atau memerlukan penyegaran berkala. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran peran orang tua dan guru dalam penguatan materi psikoedukasi di luar kelas, melalui penelitian yang menilai efektivitas pelibatan keluarga dan komunitas sekolah dalam program anti-bullying yang menyeluruh. Penelitian-penelitian ini dapat mengembangkan model intervensi yang lebih holistik, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika sosial di sekolah. Dengan pendekatan yang lebih luas, diharapkan pengetahuan dan sikap anti-bullying tidak hanya meningkat sesaat, tetapi tertanam dalam budaya sekolah secara jangka panjang. Studi lanjutan juga dapat membandingkan efektivitas psikoedukasi antar tingkat kelas atau jenis sekolah. Selain itu, perlu eksplorasi mengenai dampak psikoedukasi terhadap perubahan perilaku nyata, bukan hanya pengetahuan. Penelitian bisa mengamati penurunan insiden bullying setelah intervensi. Studi juga dapat merancang metode evaluasi jangka panjang terhadap partisipan. Akhirnya, penting mengevaluasi apakah peningkatan pengetahuan berujung pada peningkatan empati dan solidaritas antarsiswa.

Read online
File size272.49 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test