UNTADUNTAD

KOVALEN: Jurnal Riset KimiaKOVALEN: Jurnal Riset Kimia

Penelitian tentang sistem penghantaran obat terus mengalami perkembangan salah satunya yaitu membuat formulasi terbaru cangkang kapsul sebagai media penghantar obat. Upaya yang dilakukan yaitu dengan mengembangkan material penghantar obat non-gelatin yang terbuat dari perpaduan rumput laut dan kaktus. Komponen utama dalam pembentuk gel pada rumput laut dan kaktus berupa polisakarida pektin. Penelitian ini bertujuan untuk membuat serta mengkarakterisasi cangkang kapsul dari perpaduan rumput laut dan kaktus. Cangkang kapsul dibuat dari kombinasi antara ekstrak pektin dari rumput laut dan kaktus dengan 5 macam perbandingan yaitu 0:4 (A), 1:3 (B), 2:2 (C), 3:1 (D), dan 4:0 (E). Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji waktu hancur, uji swelling air dan uji disolusi. Pektin dari rumput laut hijau dan kaktus koboi memiliki bobot 235 g dan 75 g. Hasil bobot cangkang kapsul sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi VI karena memeiliki standar deviasi kurang dari 2% berturut-turut 307,2; 311,6; 309,7; 304,6; dan 308,7 mg. Waktu hancur cangkang kapsul sesuai standar Farmakope Indonesia edisi VI Tahun 2020 yaitu kurang dari 30 menit, berturut-turut 15; 16; 14; 21; dan 12 menit, serta hasil uji swelling air terbaik pada kapsul C (2:2), yaitu 666,7%. Hasil pengujian disolusi cangkang kapsul menunjukkan bahwa pengurangan cangkang kapsul tidak melebihi 10% selama 30 menit sesuai dengan Farmakope Indonesia edisi VI. Cangkang kapsul yang terbuat dari perpaduan rumput laut dan kaktus dapat digunakan sebagai material dalam sistem penghantaran obat. Cangkang kapsul non gelatin yang diharapkan memiliki aktivitas antiinflamasi.

Analisis kelayakan material cangkang kapsul dilakukan berdasarkan bebrapa parameter.Mengacu pada International Pectin Producers Association, kadar abu, bobot ekivalen, kadar metoksil, kadar asam galakturonat dan keseragaman bobot cangkang kapsul telah memenuhi standar.Hasil karakterisasi cangkang kapsul dengan FTIR menunjukan adanya kemiripan spektrum dengan pektin standar.Waktu hancur kapsul < 30 menit dan hasil disolusi kurang dari 10% selama 30 menit.Cangkang kapsul yang terbuat dari perpaduan rumput laut dan kaktus dapat digunakan sebagai material dalam sistem penghantaran obat.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan lebih lanjut potensi cangkang kapsul non-gelatin dari rumput laut dan kaktus. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi rasio rumput laut dan kaktus terhadap sifat fisikokimia cangkang kapsul, seperti kekerasan, fleksibilitas, dan permeabilitas. Hal ini penting untuk mengoptimalkan karakteristik cangkang kapsul agar sesuai dengan kebutuhan spesifik dalam sistem penghantaran obat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian aktivitas antiinflamasi secara in vitro dan in vivo untuk mengkonfirmasi potensi terapeutik dari cangkang kapsul non-gelatin yang telah dikembangkan. Pengujian ini akan memberikan bukti lebih lanjut mengenai manfaat klinis dari material tersebut. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang pengaruh berbagai jenis obat terhadap pelepasan obat dari cangkang kapsul non-gelatin, serta bagaimana formulasi cangkang kapsul dapat dimodifikasi untuk mengontrol laju pelepasan obat secara optimal. Dengan demikian, diharapkan dapat dihasilkan sistem penghantaran obat yang lebih efektif dan efisien.

  1. Sintesis dan Karakterisasi Cangkang Kapsul Non Gelatin dari Rumput Laut (Eucheumma cottonii) dan Kaktus... doi.org/10.22487/kovalen.2023.v9.i1.16098Sintesis dan Karakterisasi Cangkang Kapsul Non Gelatin dari Rumput Laut Eucheumma cottonii dan Kaktus doi 10 22487 kovalen 2023 v9 i1 16098
Read online
File size834.63 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test