UNTADUNTAD

KOVALEN: Jurnal Riset KimiaKOVALEN: Jurnal Riset Kimia

Kayu jati (Tectona grandis L.f.) merupakan salah satu kayu berkualitas tinggi yang sering digunakan di Indonesia khususnya daerah Cilegon. Kayu jati memiliki senyawa selulosa yang dapat digunakan sebagai alternatif mengurangi masalah pencemaran lingkungan. Tujuan dari riset ini adalah menguji potensi limbah serbuk gergaji kayu jati sebagai adsorben logam berat kobalt, membuat arang aktif dari limbah serbuk hasil sisa gergaji kayu jati sebagai adsorben logam berat kobalt (Co) dan menguji kondisi terbaik ketika mendapat perlakuan tanpa aktivasi dan teraktivasi kimia. Metode adsorpsi menggunakan perlakuan aktivasi kimia pada uji pH, berat dan waktu optimum dan tanpa aktivasi kimia pada uji berat optimum. Pada sampel limbah industri didapatkan hasil uji ICPS mengandung logam berat kobalt sebesar 50,7 ppm. Hasil uji ICPS penentuan adsorpsi kimia teraktivasi dan campuran air limbah industri didapatkan penurunan konsentrasi logam kobalt sebesar 11,08 ppm atau 78,2%. Pada penentuan adsorpsi kimia teraktivasi didapatkan hasil yang optimum pada pH 5 dengan penurunan konsentrasi logam kobalt sebesar 60,9% atau 21,2751 ppm. Pada berat optimum terjadi pada massa adsorben sebesar 600 mg dengan penurunan konsentrasi logam kobalt sebesar 71% atau 15,7821 ppm. Pada waktu optimum diperoleh pada waktu 40 menit dengan penurunan konsentrasi logam kobalt sebesar 67,7% atau 17,5812 ppm.

Serbuk gergaji kayu jati dapat berfungsi sebagai adsorben logam berat kobalt.Kondisi optimum penyerapan logam kobalt terjadi pada pH 5 (penurunan konsentrasi 21,2751 ppm atau 60,9 %), massa adsorben 600 mg (penurunan 15,7821 ppm atau 71,04 %) dan waktu kontak 30 menit (penurunan 18,2071 ppm atau 66,59 %).Perawatan adsorben teraktivasi kimia dan tanpa aktivasi sangat berpengaruh pada proses penyerapan logam berat kobalt.

Pertama, perlu dilakukan penelitian uji penyerapan logam berat kobalt pada arang aktif serbuk gergaji kayu jati yang telah diaktivasi dengan berbagai agen kimia selain HNO3 untuk menentukan agen paling efisien dan aman secara lingkungan. Kedua, meneliti efek panjang jangka waktu penggunaan arang aktif tersebut pada proses penyerapan kobalt dalam kondisi siklus penggunaan berulang, sehingga dapat menilai kapasitas regenerasi dan batas umur operasionalnya. Ketiga, mengembangkan sistem penyerapan kobalt berbasis arang aktif serbuk gergaji kayu jati dalam skala pilot menggunakan sistem kontinu, serta melakukan analisis biaya–manfaat dibandingkan metode pengolahan limbah kobalt konvensional, guna menilai viabilitas ekonomi dan keberlanjutan implementasinya di industri pengolahan logam berat.

  1. Optimalisasi Limbah Serbuk Gergaji Kayu Jati (Tectona grandis L.f) Sebagai Adsorben Logam Berat Kobalt... bestjournal.untad.ac.id/index.php/kovalen/article/view/16629Optimalisasi Limbah Serbuk Gergaji Kayu Jati Tectona grandis L f Sebagai Adsorben Logam Berat Kobalt bestjournal untad ac index php kovalen article view 16629
Read online
File size349.38 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test