IBRAHIMYIBRAHIMY
Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu PerikananKegiatan perikanan merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung perekonomian dan ketahanan pangan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jembrana, Bali. Perairan Jembrana dikenal sebagai kawasan dengan potensi perikanan yang signifikan, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor. Namun, meningkatnya aktivitas antropogenik seperti industri, pertanian, dan urbanisasi di sekitar wilayah tersebut dapat menyebabkan pencemaran logam berat seperti Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi logam berat di perairan Jembrana dan menganalisis kualitas air untuk menentukan kesuburan perairan. Penelitian ini menggunakan pengamatan langsung dan deskriptif kuantitatif. Produksi primer, parameter fisika kimia biologi, dan data logam berat dikumpulkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Jembrana memiliki nilai produktivitas primer tertinggi sebesar 1051,01 mgC/m3/hari dan nilai terendah sebesar 112,61 mgC/m3/hari. Kualitas air di Jembrana dianggap cukup baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi perairan di lokasi pengamatan tetap stabil dan berada di batas toleransi untuk biota laut. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa selama periode pengambilan sampel, tidak ada aktivitas yang signifikan dari nelayan dan penduduk setempat. Hasil pengamatan logam berat timbal dan kadmium di lokasi penelitian menunjukkan bahwa beberapa stasiun menunjukkan nilai yang melebihi ambang batas, tetapi nilai-nilai tersebut masih dapat diterima oleh perairan. Kadar logam berat di stasiun melebihi ambang batas karena limbah limbah perusahaan dan kapal-kapal di pelabuhan setempat. Hasil penelitian tersebut diharapkan mampu memberikan informasi pada sektor perikanan di Jembrana dapat dikelola secara lebih berkelanjutan, mengurangi dampak lingkungan, dan memastikan hasil tangkapan yang aman untuk konsumsi manusia.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas air di perairan Jembrana secara umum masih mendukung kehidupan ekosistem akuatik, ditandai dengan produktivitas primer berkisar antara 131,38 – 957,17 mgC/m³/hari, kadar oksigen terlarut (6,93 – 8,18 mg/L), dan pH (7,86 – 8,08) yang sesuai standar baku mutu.Namun, beberapa stasiun seperti stasiun 2 dan 1 menunjukkan pencemaran akibat limbah domestik dan industri, ditandai oleh konsentrasi nitrat (>0,008 mg/L), fosfat (>0,015 mg/L), timbal (>0,03 mg/L), dan kadmium (>0,01 mg/L) yang melebihi ambang batas.Hal ini berdampak pada penurunan produktivitas primer dan gangguan ekosistem di area tersebut.Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan limbah yang lebih baik, pemantauan kualitas air secara berkala, dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan guna mendukung kegiatan perikanan yang berkelanjutan.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk lebih memahami dan mengatasi permasalahan pencemaran logam berat di perairan Jembrana. Pertama, perlu dilakukan studi komprehensif mengenai sumber-sumber pencemaran logam berat, termasuk identifikasi jenis limbah industri dan domestik yang paling signifikan berkontribusi terhadap pencemaran. Studi ini dapat menggunakan teknik pelacakan isotop untuk menentukan asal-usul logam berat yang ditemukan di perairan. Kedua, penelitian tentang dampak jangka panjang pencemaran logam berat terhadap biota laut, khususnya ikan yang menjadi sumber pangan utama masyarakat, sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini dapat melibatkan analisis jaringan makanan dan akumulasi logam berat pada berbagai tingkat trofik. Ketiga, pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis pemantauan kualitas air secara real-time dapat membantu dalam mengidentifikasi potensi pencemaran dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat waktu. Sistem ini dapat mengintegrasikan data dari berbagai sumber, seperti sensor kualitas air, citra satelit, dan laporan masyarakat, untuk memberikan informasi yang akurat dan relevan kepada pengelola perairan dan masyarakat umum. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang permasalahan pencemaran logam berat di perairan Jembrana dan dirumuskan strategi pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan untuk melindungi ekosistem perairan dan mendukung kegiatan perikanan yang bertanggung jawab.
| File size | 1.03 MB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALUNIV45SBYJURNALUNIV45SBY Industri tempe Mbah So menghasilkan 80 kg tempe dan 500 liter limbah cair per hari. Kurangnya pengetahuan tentang pengolahan limbah menyebabkan pembuanganIndustri tempe Mbah So menghasilkan 80 kg tempe dan 500 liter limbah cair per hari. Kurangnya pengetahuan tentang pengolahan limbah menyebabkan pembuangan
IAI ALMUSLIMACEHIAI ALMUSLIMACEH Peningkatan kesadaran masyarakat, partisipasi aktif, dan pengurangan volume limbah merupakan indikator keberhasilan program CSR yang diimplementasikan.Peningkatan kesadaran masyarakat, partisipasi aktif, dan pengurangan volume limbah merupakan indikator keberhasilan program CSR yang diimplementasikan.
UNIGRESUNIGRES Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitianAnalisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian
SAINTEKMUSAINTEKMU Kulit pisang diaktivasi secara kimia menggunakan NaOH 0,5 M, dikarakterisasi dengan FTIR, SEM-EDS, dan BET, kemudian diuji pada variasi pH, waktu kontak,Kulit pisang diaktivasi secara kimia menggunakan NaOH 0,5 M, dikarakterisasi dengan FTIR, SEM-EDS, dan BET, kemudian diuji pada variasi pH, waktu kontak,
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Temuan ini menyoroti perlunya intervensi mendesak untuk mengurangi pencemaran dan melindungi kesehatan ekologis serta keselamatan publik. Penelitian iniTemuan ini menyoroti perlunya intervensi mendesak untuk mengurangi pencemaran dan melindungi kesehatan ekologis serta keselamatan publik. Penelitian ini
THAMRINTHAMRIN Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan konsentrasi 12,5%, 15%, dan 17,5%. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian yang dilakukan adalah eksperimental menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan konsentrasi 12,5%, 15%, dan 17,5%. Hasil penelitian menunjukkan
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Karbon aktif dari kulit singkong menunjukkan penurunan kadar timbal paling tinggi sebesar 82,35%, diikuti oleh ampas tebu sebesar 64,70% dan kulit pisangKarbon aktif dari kulit singkong menunjukkan penurunan kadar timbal paling tinggi sebesar 82,35%, diikuti oleh ampas tebu sebesar 64,70% dan kulit pisang
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Namun, REM memiliki sifat fisik dan kimia yang hampir sama, sehingga sulit dipisahkan. Oleh karena itu, pemisahan REM menarik untuk dipelajari dengan berbagaiNamun, REM memiliki sifat fisik dan kimia yang hampir sama, sehingga sulit dipisahkan. Oleh karena itu, pemisahan REM menarik untuk dipelajari dengan berbagai
Useful /
IBRAHIMYIBRAHIMY 33 Tahun 2014. Berdasarkan analisis, lima produk olahan perikanan yaitu Sarden GAGA, Saus Ikan Finna, Cedea Chikuwa, Bonroa Abon Ikan Cakalang, dan Minyak33 Tahun 2014. Berdasarkan analisis, lima produk olahan perikanan yaitu Sarden GAGA, Saus Ikan Finna, Cedea Chikuwa, Bonroa Abon Ikan Cakalang, dan Minyak
IBRAHIMYIBRAHIMY Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fluktuasi produksi lemuru, menentukan tren fluktuasi catch per unit effort (CPUE), dan pola musim penangkapan lemuruTujuan penelitian ini untuk mengetahui fluktuasi produksi lemuru, menentukan tren fluktuasi catch per unit effort (CPUE), dan pola musim penangkapan lemuru
IBRAHIMYIBRAHIMY Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air kelapa pada probiotik yang dicampurkan kedalam pakan terhadap pertumbuhan benih ikan nilaPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air kelapa pada probiotik yang dicampurkan kedalam pakan terhadap pertumbuhan benih ikan nila
APTKLHIAPTKLHI Populasi spesies ini telah menurun akibat hilangnya habitat dan kebakaran hutan. Memprediksi distribusi potensial spesies ini adalah prioritas pentingPopulasi spesies ini telah menurun akibat hilangnya habitat dan kebakaran hutan. Memprediksi distribusi potensial spesies ini adalah prioritas penting