IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Pulau Gili Labak merupakan pulau kecil yang berada di Kabupaten Sumenep, Madura. Kerentanan yang dimiliki sebagai pulau kecil, menjadikan Pulau Gili Labak perlu dijaga pemanfaatannya sekaligus dikonservasi. Perikanan tangkap sebagai pemanfaatan utama di Pulau Gili Labak memerlukan pengelolaan melalui penetapan strategi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Berangkat dari hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) mengetahui kondisi perikanan di Pulau Gili Labak; 2) merumuskan strategi pengelolaan perikanan berkelanjutan di Pulau Gili Labak. Analisa yang digunakan: 1) SWOT sebagai analisa kondisi perikanan dan 2) AHP untuk menentukan prioritas strategi pengelolaan perikanan berkelanjutan. Hasil penelitian: 1) Upaya pengembangan perikanan berkelanjutan sebagai upaya konservasi di Pulau Gili Labak dicirikan oleh kondisi faktor internal (kekuatan dan peluang) memiliki bobot lebih besar dibandingkan faktor eksternal (kelemahan dan ancaman); 2) Prioritas strategi konservasi Pulau Gili Labak melalui pengembangan perikanan berkelanjutan secara berurutan dilakukan melalui: menambah prasarana pelabuhan, ekowisata pancing, perbaikan ekosistem perairan dengan melibatkan masyarakat, diversifikasi usaha perikanan dan meningkatkan kualitas hasil tangkapan.

Pengembangan perikanan berkelanjutan di Pulau Gili Labak ditandai dengan dominasi faktor internal seperti kekuatan dan peluang dibandingkan faktor eksternal seperti kelemahan dan ancaman.Strategi konservasi prioritas utama adalah penambahan prasarana pelabuhan, diikuti dengan pengembangan ekowisata pancing dan perbaikan ekosistem perairan melalui keterlibatan masyarakat.Strategi selanjutnya mencakup diversifikasi usaha perikanan dan peningkatan kualitas hasil tangkapan untuk menunjang keberlanjutan ekonomi dan ekologi.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana peningkatan prasarana pelabuhan secara spesifik memengaruhi efisiensi penangkapan, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan di Pulau Gili Labak melalui studi ekonomi biaya-manfaat yang melibatkan nelayan dan pelaku usaha lokal. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang potensi ekowisata pancing dalam mengurangi tekanan terhadap sumber daya ikan dengan memetakan perubahan pola tangkap dan pendapatan nelayan sebelum dan sesudah implementasi program ekowisata. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas keterlibatan masyarakat dalam perbaikan ekosistem perairan melalui pendekatan partisipatif, termasuk identifikasi hambatan sosial, kelembagaan, dan pengetahuan lokal yang memengaruhi keberhasilan restorasi terumbu karang dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

  1. HUBUNGAN KONDISI TERUMBU KARANG DENGAN KELIMPAHAN IKAN KARANG TARGET DI PERAIRAN PULAU TINABO BESAR,... doi.org/10.20956/jiks.v3i2.3002HUBUNGAN KONDISI TERUMBU KARANG DENGAN KELIMPAHAN IKAN KARANG TARGET DI PERAIRAN PULAU TINABO BESAR doi 10 20956 jiks v3i2 3002
Read online
File size440.41 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test