LENTERANUSALENTERANUSA

Lentera PengabdianLentera Pengabdian

Junk food merupakan makanan yang dapat disiapkan dan disajikan dengan sangat cepat. Junk food mengacu pada makanan cepat saji yang mengandung gula rafinasi, tepung putih, lemak trans, garam, tinggi lemak tak jenuh dan banyak bahan tambahan makanan seperti monosodium glutamat (MSG) dan tartazine, sekaligus kurang protein, vitamin, mineral esensial, serat, di antara nutrisi sehat lainnya. Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu gangguan kesehatan yang disebabkan oleh konsumsi junk food secara berlebihan. Wawasan terkait junk food dan efeknya kepada kesehatan dirasa perlu dikenalkan sedini mungkin sehingga kesadaran masyarakat untuk membatasi konsumsi junk food menjadi lebih tinggi. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Yayasan Rumah Harapan Cikarang bersama total tujuh siswa sekolah dasar. Rangkaian kegiatan penyuluhan dimulai dengan kegiatan pre-test, penyampaian konseling dan kegiatan post-test. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Dengan meningkatnya pemahaman diharapkan mampu mendorong peserta untuk lebih bijak dalam mengonsumsi junk food dan lebih selektif dalam memilih makanan yang lebih sehat.

Konsumsi junkfood secara berlebihan dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya yaitu obesitas.Kegiatan penyuluhan tentang bahaya konsumsi makanan cepat saji (junk food) bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, serta mendorong perilaku konsumsi makanan yang lebih sehat.Metode ceramah interaktif dan tanya jawab mendapatkan antusias dan respon yang baik, serta hasil post-test yang menunjukkan persentase 100% mencerminkan keberhasilan dalam meningkatkan pengetahuan tentang junk food dan cara memilih makanan sehat.Dampak kegiatan ini diharapkan dapat mengubah perilaku konsumsi khususnya kalangan siswa untuk kesehatan jangka panjang.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan yang ditemukan, serta saran penelitian lanjutan yang sudah ada, terdapat beberapa arah penelitian yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian kuantitatif dengan skala lebih besar dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas jangka panjang dari intervensi penyuluhan ini terhadap perilaku konsumsi junk food siswa. Kedua, penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor sosial dan lingkungan yang mempengaruhi pilihan makanan siswa, sehingga dapat dirancang program edukasi yang lebih kontekstual. Ketiga, pengembangan media edukasi interaktif, seperti aplikasi mobile atau permainan edukatif, dapat menjadi sarana yang menarik untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang gizi seimbang dan bahaya junk food, serta memantau perubahan perilaku mereka secara berkelanjutan.

  1. Dampak Kebiasaan Mengonsumsi Junk Food Terhadap Berat Badan | Wijaya | MAHESA : Malahayati Health Student... doi.org/10.33024/mahesa.v4i2.13133Dampak Kebiasaan Mengonsumsi Junk Food Terhadap Berat Badan Wijaya MAHESA Malahayati Health Student doi 10 33024 mahesa v4i2 13133
  2. Edukasi Kesehatan tentang Bahaya Konsumsi Junk Food pada Siswa di SMAN 1 Moyo Utara | Jurnal Kabar Masyarakat.... doi.org/10.54066/jkb.v1i2.662Edukasi Kesehatan tentang Bahaya Konsumsi Junk Food pada Siswa di SMAN 1 Moyo Utara Jurnal Kabar Masyarakat doi 10 54066 jkb v1i2 662
  3. Studi Literatur: Pengaruh Konsumsi Junk Food terhadap Obesitas | Jurnal Surya Medika (JSM). studi literatur... doi.org/10.33084/jsm.v8i2.3103Studi Literatur Pengaruh Konsumsi Junk Food terhadap Obesitas Jurnal Surya Medika JSM studi literatur doi 10 33084 jsm v8i2 3103
  1. #daun kelor#daun kelor
  2. #anak sekolah#anak sekolah
Read online
File size327.51 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1hH
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test