UNIGHAUNIGHA

JASSJASS

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi layanan E-Puskesmas pada Pusat Kesehatan Masyarakat di Kecamatan Indra Jaya Kabupaten Pidie. Populasi penelitian ini adalah pegawai Puskesmas Indra Jaya berjumlah 12 orang, yang seluruhnya dijadikan sampel secara purposive. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dari responden dan data sekunder dari instansi terkait. Teori implementasi yang digunakan mengacu pada George Edward III, dengan empat indikator variabel: Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan E-Puskesmas di Puskesmas Indra Jaya dinilai Cukup Baik.

Implementasi layanan E-Puskesmas di Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Indra Jaya Kabupaten Pidie dinilai cukup baik berdasarkan empat indikator menurut teori George Edward III.Ketiga indikator utama—komunikasi, sumber daya, dan disposisi—dipahami dengan cukup baik oleh pegawai puskesmas meskipun masih terdapat keterbatasan.Namun, pelaksanaan sistem secara keseluruhan belum maksimal karena hambatan infrastruktur, anggaran, dan koordinasi dengan dinas kesehatan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas pelatihan berbasis teknologi informasi bagi pegawai puskesmas dalam mengoperasikan aplikasi E-Puskesmas, terutama bagi yang memiliki keterbatasan pengetahuan komputer. Kedua, perlu dikaji lebih lanjut mengenai pengaruh ketersediaan infrastruktur digital seperti jaringan internet dan perangkat keras terhadap keberlanjutan implementasi sistem E-Puskesmas di tingkat puskesmas yang terpencil. Ketiga, penting untuk mengevaluasi keselarasan sistem pelaporan antara aplikasi E-Puskesmas dan kebijakan dinas kesehatan kabupaten atau provinsi, termasuk kemungkinan integrasi sistem secara digital guna menghindari pekerjaan ganda dan meningkatkan efisiensi birokrasi. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memahami hambatan struktural dan operasional secara lebih mendalam, serta merancang intervensi kebijakan yang tepat sasaran. Temuan dari studi semacam ini akan mendukung transformasi digital layanan kesehatan primer yang lebih efektif, merata, dan responsif terhadap kebutuhan lapangan. Selain itu, pendekatan penelitian kualitatif yang mendalam terhadap persepsi pegawai dan pasien juga dapat memberikan wawasan berharga terkait pengalaman penggunaan sistem. Dengan menggabungkan aspek teknis, administratif, dan manusia, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang komprehensif untuk penguatan sistem kesehatan berbasis digital di daerah. Isu seperti motivasi pegawai, kapasitas kelembagaan, dan desain sistem yang user-friendly perlu dieksplorasi lebih jauh agar implementasi kebijakan digital benar-benar berkelanjutan. Penelitian juga dapat membandingkan implementasi di beberapa puskesmas untuk melihat faktor penentu keberhasilan. Semua ini penting untuk memastikan bahwa inovasi teknologi benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Read online
File size249.52 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test