LPPMUNSERALPPMUNSERA
Jurnal Sistem dan Manajemen IndustriJurnal Sistem dan Manajemen IndustriPenelitian ini bertujuan mengatasi tantangan optimasi yang kompleks pada perencanaan urutan pemotongan (CUT) dalam industri pakaian, dengan menekankan konsumsi kain, efisiensi komputasi, dan akurasi produksi. Tiga pendekatan optimasi dibandingkan: Adaptive Heuristic Scoring Optimizer (AHOPS), Hybrid Metaheuristic Optimization dengan Simulated Annealing (HIMOSA), dan Gradient-Based Penalty-Driven (GBPD). Hasil menunjukkan metode GBPD mencapai pemanfaatan kain tertinggi (87,13%), jumlah lapisan kain paling sedikit (12), dan efisiensi komputasi maksimum (0,022 detik), secara signifikan melampaui metode konvensional maupun pendekatan lanjutan lainnya. Sebaliknya, AHOPS dan HIMOSA memerlukan lebih banyak lapisan (15) dan menghasilkan pemanfaatan kain yang lebih rendah (sekitar 69,70%), dengan HIMOSA menunjukkan kebutuhan komputasi yang jauh lebih besar (0,527 detik). Mekanisme penilaian heuristik adaptif serta kombinasi gradient descent dan prediksi pembelajaran mesin, yang berhasil menangani kesulitan kombinatorial COP, menjadi faktor utama kinerja luar biasa GBPD. Temuan ini memberikan informasi berharga bagi produsen yang mencari solusi optimasi skalabel dan efektif, serta menunjukkan potensi penelitian lanjutan, seperti memperluas aplikasi GBPD ke skenario produksi yang lebih kompleks dan meningkatkan model pembelajaran mesin untuk efisiensi serta adaptabilitas yang lebih tinggi.
Penelitian ini membandingkan tiga pendekatan optimasi cut order planning, yaitu AHOPS, HIMOSA, dan GBPD, dan menunjukkan bahwa GBPD secara signifikan melampaui metode lain serta standar industri tradisional dengan pemanfaatan kain maksimum sebesar 87,13%, hanya 12 lapisan diperlukan, dan efisiensi komputasi 0,022 detik.Keunggulan GBPD terletak pada mekanisme adaptif yang menyeimbangkan penggunaan kain, presisi produksi, dan kecepatan, sehingga mengurangi limbah material dan biaya produksi secara efektif.Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas GBPD ke skenario produksi yang lebih besar dan kompleks, mengintegrasikan fitur adaptasi waktu nyata, serta meningkatkan komponen pembelajaran mesin untuk hasil yang lebih optimal.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana metode GBPD dapat dimodifikasi untuk menangani kendala multi‑warna kain pada skala produksi besar, sehingga meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi material. Selanjutnya, penting untuk mengembangkan kerangka kerja GBPD yang mampu beradaptasi secara real‑time terhadap perubahan permintaan order menggunakan pembelajaran online, sehingga mempercepat respon produksi terhadap fluktuasi pasar. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki dampak penerapan model pembelajaran mesin yang lebih maju, seperti jaringan saraf dalam, sebagai inisialisasi GBPD untuk meningkatkan kualitas solusi dan mempercepat konvergensi pada masalah optimasi yang lebih kompleks.
| File size | 700.03 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
STIP FARMINGSTIP FARMING Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa rata-rata biaya produksi usahatani bawang putih di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok TimurBerdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa rata-rata biaya produksi usahatani bawang putih di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur
GUMPUBLISHERGUMPUBLISHER Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non‑profit sangat penting untuk menciptakan kebijakan yang mendukung investasi dalam infrastrukturKolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non‑profit sangat penting untuk menciptakan kebijakan yang mendukung investasi dalam infrastruktur
IAIN MADURAIAIN MADURA Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa produk pembiayaan murabahah KPR Syariah mempunyai ketentuan-ketentuan pokok yang mengatur mekanisme produkDari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa produk pembiayaan murabahah KPR Syariah mempunyai ketentuan-ketentuan pokok yang mengatur mekanisme produk
IAIN MADURAIAIN MADURA Hal ini tidak saja terjadi di Indonesia melainkan di hampir seluruh belahan dunia, baik di Timur maupun di Barat. Ekonomi Islam juga telah diajarkan diHal ini tidak saja terjadi di Indonesia melainkan di hampir seluruh belahan dunia, baik di Timur maupun di Barat. Ekonomi Islam juga telah diajarkan di
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Gender-based differences were also observed: female participants outperformed males in the guided inquiry group, while males performed better in the open-endedGender-based differences were also observed: female participants outperformed males in the guided inquiry group, while males performed better in the open-ended
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA 000 artinya Di mana N adalah jumlah sampel dengan nilai t hitung. 000. Karena nilai sig. < 0. 05 maka d H0 dan Ha diterima begitu sebaliknya. Artinya produk000 artinya Di mana N adalah jumlah sampel dengan nilai t hitung. 000. Karena nilai sig. < 0. 05 maka d H0 dan Ha diterima begitu sebaliknya. Artinya produk
UIIDALWAUIIDALWA Kesimpulan bahwa adat menarik kembali seserahan yang diberikan bertentangan dengan ketetapan hukum Islam. Adat Bhan-Ghiban merupakan pemberian seserahanKesimpulan bahwa adat menarik kembali seserahan yang diberikan bertentangan dengan ketetapan hukum Islam. Adat Bhan-Ghiban merupakan pemberian seserahan
UIIDALWAUIIDALWA 1 merupakan ketentuan yang nash dalam Al‑Quran, karena laki‑laki memikul tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan perempuan. Hukum Islam tetap1 merupakan ketentuan yang nash dalam Al‑Quran, karena laki‑laki memikul tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan perempuan. Hukum Islam tetap
Useful /
STIP FARMINGSTIP FARMING Hasil analisis tersebut menunjukkan Usahatani ini dinilai menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Kesimpulannya menguntungkan, layak berpengaruh sangatHasil analisis tersebut menunjukkan Usahatani ini dinilai menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Kesimpulannya menguntungkan, layak berpengaruh sangat
STIP FARMINGSTIP FARMING Hasil analisis menunjukkan pendapatan sebesar Rp. 7. 807.082/ha, RCR = 2,07, BEP(Q) = 1. 055,76 kg/ha, BEP(Rp) = Rp.5. 834,41/kg, dan ROI = 110,43%. KesimpulanHasil analisis menunjukkan pendapatan sebesar Rp. 7. 807.082/ha, RCR = 2,07, BEP(Q) = 1. 055,76 kg/ha, BEP(Rp) = Rp.5. 834,41/kg, dan ROI = 110,43%. Kesimpulan
SCADINDEPENDENTSCADINDEPENDENT Penelitian ini juga menyoroti risiko polarisasi sosial ketika ulama bertindak sebagai tokoh partisan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur yangPenelitian ini juga menyoroti risiko polarisasi sosial ketika ulama bertindak sebagai tokoh partisan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang
UNIMALUNIMAL Pengujian menunjukkan sel beban bekerja dengan baik namun memiliki selisih akurasi berat 0,01 > 0,05 kg dibandingkan timbangan digital. Proses pengumpulanPengujian menunjukkan sel beban bekerja dengan baik namun memiliki selisih akurasi berat 0,01 > 0,05 kg dibandingkan timbangan digital. Proses pengumpulan