IBRAHIMYIBRAHIMY
Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu PerikananPerairan Teluk Lada merupakan kawasan perairan di barat daya Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang padat oleh aktivitas manusia. Kondisi parameter lingkungan dan adanya aktivitas yang berlebihan seperti pembuangan limbah industri maupun rumah tangga yang terjadi di Perairan Teluk Lada dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang akan berdampak pada habitat biota dan lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini mengambil sampel di tiga stasiun dan dianalisis di laboratorium dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry), dimana hasil penelitian ini menunjukkan Kadar Logam Berat diatas ambang batas normal atau di atas baku mutu sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.22 tahun 2021 yang ditemukan pada Perairan Teluk Lada, nilai Besi (Fe) diatas 0,003 mg/L, sedangkan nilai Kadmium (Cd) diatas 0,001 mg/L, dan nilai Timbal diatas 0,008 mg/L, dengan demikian mengakibatkan biota mengalami toksisitas Logam, yang dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh biota, ekosistem, dan habitatnya maupun berefek negatif bila dikonsumsi oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas perairan di Teluk Lada Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kandungan logam berat Besi (Fe) dan Timbal (Pb) di Perairan Teluk Lada Pandeglang telah melampaui baku mutu yang ditetapkan, disebabkan oleh pencemaran dari limbah industri, limbah rumah tangga, dan aktivitas galangan kapal.Kadar Kadmium (Cd) dalam air masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.Kandungan logam berat di setiap lokasi penelitian dipengaruhi oleh parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, pH, dan kecerahan perairan.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi sumber-sumber spesifik pencemar logam berat di Teluk Lada, termasuk analisis terhadap jenis industri dan aktivitas manusia yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar logam berat. Studi komprehensif mengenai bioakumulasi logam berat dalam rantai makanan di Teluk Lada perlu dilakukan untuk mengevaluasi potensi risiko kesehatan bagi masyarakat yang mengonsumsi biota perairan dari wilayah tersebut. Pengembangan model prediksi kualitas air yang mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan dan aktivitas manusia dapat membantu dalam merumuskan strategi pengelolaan perairan yang efektif dan berkelanjutan untuk menjaga kualitas lingkungan Teluk Lada dan melindungi ekosistemnya.
| File size | 915.22 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
PELITABANGSAPELITABANGSA Sistem juga berhasil mengirimkan notifikasi otomatis melalui Telegram dengan rata-rata waktu respons 18,47 detik dan menunjukkan performa stabil selamaSistem juga berhasil mengirimkan notifikasi otomatis melalui Telegram dengan rata-rata waktu respons 18,47 detik dan menunjukkan performa stabil selama
POLBANPOLBAN Sistem inferensi fuzzy diimplementasikan pada Raspberry Pi-4 yang terintegrasi dengan 2 sensor dan 3 aktuator di tambak udang. Tambak udang dimodelkanSistem inferensi fuzzy diimplementasikan pada Raspberry Pi-4 yang terintegrasi dengan 2 sensor dan 3 aktuator di tambak udang. Tambak udang dimodelkan
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Hasil identifikasi molekuler 16S rRNA dan primer 27F- 1525R menunjukkan produk PCR Bakteri IR1 berada pada 1489 bp dan memiliki potensi antimikroba BALHasil identifikasi molekuler 16S rRNA dan primer 27F- 1525R menunjukkan produk PCR Bakteri IR1 berada pada 1489 bp dan memiliki potensi antimikroba BAL
UADUAD Penelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan limbah organik sebagai solusi berkelanjutan untuk pengolahan limbah cair batik, berkontribusi pada pelestarianPenelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan limbah organik sebagai solusi berkelanjutan untuk pengolahan limbah cair batik, berkontribusi pada pelestarian
LMULMU Analisis FTIR dilakukan untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang terdapat pada karbon turunan tongkol jagung sebelum dan sesudah aktivasi. Selain itu,Analisis FTIR dilakukan untuk mengidentifikasi gugus fungsi yang terdapat pada karbon turunan tongkol jagung sebelum dan sesudah aktivasi. Selain itu,
ITENASITENAS Variabel yang digunakan yaitu kemiringan (40°, 55°, dan 70°) dan diameter (4, 6, dan 8 cm). Semakin besar diameter dan kemiringan tube settler semakinVariabel yang digunakan yaitu kemiringan (40°, 55°, dan 70°) dan diameter (4, 6, dan 8 cm). Semakin besar diameter dan kemiringan tube settler semakin
FMIPAUKITFMIPAUKIT Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis menghasilkan nilai signifikan 0,035 (< 0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara masing-masingAnalisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis menghasilkan nilai signifikan 0,035 (< 0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara masing-masing
UPSUPS Metode pendekatan teoritis dalam perancangan sistem mekanik ke insinyuran dengan tahapan berjenjang, analisis dan sintesis, mengadopsi rancangan standardMetode pendekatan teoritis dalam perancangan sistem mekanik ke insinyuran dengan tahapan berjenjang, analisis dan sintesis, mengadopsi rancangan standard
Useful /
IBRAHIMYIBRAHIMY Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai potensi minawisata di Desa Bondalem, Buleleng, Bali, didapatkan kesimpulan bahwa kawasan Pesisir DesaBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai potensi minawisata di Desa Bondalem, Buleleng, Bali, didapatkan kesimpulan bahwa kawasan Pesisir Desa
UNIPARUNIPAR Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal operasi bentuk aljabar ini dapat digunakan oleh guru sebagai bahan pertimbangan ketika merancang pembelajaranKesalahan siswa dalam menyelesaikan soal operasi bentuk aljabar ini dapat digunakan oleh guru sebagai bahan pertimbangan ketika merancang pembelajaran
POLBANPOLBAN Proyek kereta cepat di Indonesia terutama lintas Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) merupakan langkah besar untuk meningkatkan transportasi antar kotaProyek kereta cepat di Indonesia terutama lintas Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) merupakan langkah besar untuk meningkatkan transportasi antar kota
IBRAHIMYIBRAHIMY ) Permukaan Kontak Bahan Pangan, 3. ) Pencegahan Kontaminasi Silang, 4. ) Tempat Cuci Tangan dan Toilet, 5. ) Proteksi Bahan Kontaminan, 6. ) Pelabelan,) Permukaan Kontak Bahan Pangan, 3. ) Pencegahan Kontaminasi Silang, 4. ) Tempat Cuci Tangan dan Toilet, 5. ) Proteksi Bahan Kontaminan, 6. ) Pelabelan,