IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Lemuru (Sardinella lemuru) merupakan salah satu komoditas perikanan pelagis kecil yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Permintaan yang tinggi memiliki potensi terhadap penurunan hasil tangkapan sehingga upaya pengelolaan sumberdaya lemuru sangat dibutuhkan untuk menjamin keberlanjutan pemanfaatannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fluktuasi produksi lemuru, menentukan tren fluktuasi catch per unit effort (CPUE), dan pola musim penangkapan lemuru dengan alat tangkap purse seine di PPN Prigi. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Agustus 2023, berfempat di PPN Prigi dengan metode deskriptif yang berfokus di PPN Prigi. Data yang digunakan meliputi data produksi bulanan lemuru (kg) dan upaya penangkapan lemuru (trip) dengan alat tangkap purse seine di 10 tahun terakhir (2012-2022). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi lemuru berfluktuasi dengan kecenderungan meningkat setiap tahunnya. Peningkatan produksi Lemuru terjadi mulai tahun 2019 dan tertinggi pada tahun 2020 dan kembali mengalami penurunan pada tahun 2021 dan 2022. Hasil perhitungan nilai CPUE dalam kurun waktu 10 tahun berfluktuatif namun cenderung mengalami peningkatan. Nilai CPUE terendah terdapat pada tahun 2017 sebesar 0.89 kg/trip dan nilai CPUE tertinggi terdapat pada tahun 2021 sebesar 541.97 kg/trip. Nilai Indeks Musim Penangkapan dapat memberikan informasi terkait waktu yang tepat dalam menentukan rencana kegiatan penangkapan oleh nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puncak musim penangkapan lemuru di PPN Prigi terjadi pada bulan Oktober-Januari.

Produksi Lemuru dengan alat tangkap purse seine yang didaratkan di PPN Prigi dalam tahun 2012-2022 mengalami fluktuasi dengan tren kecenderungan terjadi peningkatan.Nilai perhitungan CPUE menunjukkan peningkatan selama 10 tahun terakhir dan berbanding lurus terhadap hasil tangkapan sehingga mencerminkan bahwa adanya efisiensi penangkapan yang tinggi dan menunjukkan stok ikan lemuru yang melimpah di perairan.Sedangkan musim penangkapan Lemuru yang optimal (musim puncak) di perairan PPN Prigi yaitu dimulai pada bulan Oktober hingga Januari dan musim paceklik terjadi di bulan Maret hingga Juli.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami dinamika populasi lemuru dan meningkatkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi fluktuasi populasi lemuru, seperti suhu permukaan laut, arus laut, dan ketersediaan plankton sebagai sumber makanan utama. Hal ini penting untuk memprediksi dampak perubahan iklim terhadap keberlanjutan populasi lemuru. Kedua, penelitian mengenai efektivitas berbagai metode pengelolaan perikanan, seperti pembatasan ukuran tangkapan, zona larangan penangkapan, dan penerapan alat tangkap yang lebih selektif, perlu dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif penangkapan terhadap populasi lemuru. Ketiga, penelitian mengenai perilaku migrasi lemuru dan interaksinya dengan spesies ikan lainnya dapat memberikan informasi penting untuk merancang strategi pengelolaan perikanan yang lebih komprehensif dan terpadu. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai ekologi dan dinamika populasi lemuru, sehingga pengelolaan perikanan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian sumber daya perikanan di wilayah PPN Prigi.

Read online
File size1.33 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test