IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Rumput laut merupakan komoditi potensial yang dapat dikembangkan di bidang pangan. Banyak produk olahan yang dikembangkan dari rumput laut. Namun, pemanfaatan rumput laut dalam pembuatan pilus masih terbatas. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sifat kimiawi, serat kasar, dan organoleptik dari pilus rumput laut yang difortifikasi tepung kelor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan dengan penambahan tepung daun kelor 0% (tanpa penambahan tepung daun kelor), 4%, dan 10%. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah komposisi kimia (kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat), serat kasar, dan organoleptik (warna, aroma, cita rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilus rumput laut yang dihasilkan memiliki komposisi kimia seperti kadar air sebesar 10,62 – 14,49%, abu sebesar 2,54 – 2,94%, lemak sebesar 21,79 – 30,48%, protein sebesar 6,23 – 8,53%, karbohidrat sebesar 41,40 – 57,00% dan serat kasar sebesar 9,08 – 15,21%. Sedangkan untuk uji organoleptik terhadap warna, aroma, cita rasa, dan tekstur berada pada kategori netral sampai dengan sangat suka. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa semakin tinggi penambahan tepung daun kelor maka pilus rumput laut yang dihasilkan tidak terlalu disukai oleh panelis.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pilus rumput laut yang difortifikasi dengan tepung daun kelor memiliki komposisi kimia antara lain rata-rata kadar air sebesar 10,62 – 14,49%, kadar abu sebesar 2,54 – 2,94%, kadar lemak sebesar 21,79 – 30,48%, kadar protein sebesar 6,23 – 8,53%, kadar karbohidrat sebesar 41,40 – 57,00% dan serat kasar sebesar 9,08 – 15,21%.Sedangkan untuk uji organoleptik terhadap warna, aroma, cita rasa, dan tekstur berada pada kategori netral sampai dengan sangat suka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan tepung daun kelor maka pilus rumput laut yang dihasilkan tidak terlalu disukai oleh panelis.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan penambahan tepung daun kelor untuk meningkatkan nilai gizi pilus rumput laut tanpa mengurangi penerimaan sensorik. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi penggunaan jenis rumput laut lain atau kombinasi rumput laut untuk menghasilkan pilus dengan karakteristik yang lebih unggul. Selanjutnya, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode pengemasan yang tepat untuk menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan pilus rumput laut, serta menganalisis potensi pasar dan preferensi konsumen terhadap produk ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengembangan industri pengolahan rumput laut dan peningkatan nilai tambah produk perikanan di Indonesia.

Read online
File size2.88 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test