IBRAHIMYIBRAHIMY
Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu PerikananKarotenoid adalah suatu pigmen alami yang dapat ditemukan pada hewan, tanaman dan mikroorganisme, tetapi tidak dapat disintesis oleh sebagian besar hewan termasuk ikan, sehingga harus ditambahkan pada pakan. Salah satu tumbuhan yang potensial sebagai sumber zat warna alami adalah bayam merah (Amaranthus tricolor L). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh penambahan tepung bayam merah pada pakan untuk meningkatkan kualitas warna ikan koi (Cyprinus carpio L). Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh total 12 unit percobaan. Perlakuan yang diuji adalah penambahan konsentrasi tepung bayam merah yang berbeda dalam pakan ikan koi, yang terdiri atas: P0: tepung bayam merah 0% (kontrol), P1: tepung bayam merah 3%, P2: tepung bayam merah 6%, P3: tepung bayam merah 9%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung bayam merah (A. tricolor L) pada pakan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kandungan karotenoid ikan, peningkatan kualitas warna (uji hunterlab dan uji potoshop), pertumbuhan berat mutlak dan laju pertumbuhan spesifik, tetapi tidak mempengaruhi nilai pertumbuhan panjang mutlak, rasio konversi pakan (FCR) dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Penambahan tepung bayam merah (A. tricolor L) dengan konsentrasi 9% dapat memberikan kandungan karotenoid sebanyak 54,64 µmol/g, uji hunterlab (L*: 69,84, a*: 20,95 dan b*: 37,7), uji potoshop 11,63%, pertumbuhan berat mutlak 2,21 g dan laju pertumbuhan spesifik 0,84 %/hari.
Hasil penelitian ini menunjukkan potensi tepung bayam merah sebagai sumber karotenoid alami yang efektif untuk pigmentasi pada ikan koi.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tepung bayam merah tidak berdampak negatif pada kinerja pertumbuhan ikan koi.Penambahan tepung bayam merah sampai dengan konsentrasi 9% pada pakan masih dapat memberikan kualitas warna dan pertumbuhan ikan koi yang terbaik.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan tepung bayam merah dengan konsentrasi berbeda untuk menemukan dosis optimal yang tidak mengurangi efisiensi konversi pakan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh jangka panjang penambahan tepung bayam merah terhadap kesehatan dan ketahanan ikan koi. Terakhir, penelitian dapat membandingkan efektivitas tepung bayam merah dengan sumber karotenoid lain seperti β-karoten atau ekstrak tanaman lainnya dalam meningkatkan kualitas warna ikan hias.
| File size | 283.59 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dan percaya diri dalam menggunakan teknologi baru. Implikasi dari kegiatan ini adalahSelain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dan percaya diri dalam menggunakan teknologi baru. Implikasi dari kegiatan ini adalah
UMGUMG Tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% dan nilai FCR relatif rendah (1,19–1,61). Kepekatan flok berada pada kisaran optimal (65–161,25 ml/L), sedangkanTingkat kelangsungan hidup mencapai 100% dan nilai FCR relatif rendah (1,19–1,61). Kepekatan flok berada pada kisaran optimal (65–161,25 ml/L), sedangkan
ITNITN Bahan bakar fosil tidak dapat diperbarui, sehingga diperlukan substitusi seperti bahan bakar nabati yang dapat diperoleh dari sumber hayati seperti jagungBahan bakar fosil tidak dapat diperbarui, sehingga diperlukan substitusi seperti bahan bakar nabati yang dapat diperoleh dari sumber hayati seperti jagung
UNSULBARUNSULBAR Salah satu solusi dalam meningkatkan performa ayam kampung yaitu dengan peningkatan perbaikan sistem pencernaan pada masa starter dengan pemberian airSalah satu solusi dalam meningkatkan performa ayam kampung yaitu dengan peningkatan perbaikan sistem pencernaan pada masa starter dengan pemberian air
SALNESIASALNESIA Hasil menunjukkan bahwa secara umum, semua peserta sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi. Simpulan kegiatan PKM berkontribusi terhadap peningkatanHasil menunjukkan bahwa secara umum, semua peserta sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi. Simpulan kegiatan PKM berkontribusi terhadap peningkatan
LMULMU Metode eksperimental digunakan dengan mengukur tegangan listrik selama 480 menit per hari, setiap 20 menit, selama 3, 5, dan 7 hari inkubasi. Setiap variasiMetode eksperimental digunakan dengan mengukur tegangan listrik selama 480 menit per hari, setiap 20 menit, selama 3, 5, dan 7 hari inkubasi. Setiap variasi
IBRAHIMYIBRAHIMY Sedangkan nilai terendah berada pada Kontrol dengan nilai 73,3%. Pada peningkatan laju pertumbuhan perlakuan A memberikan hasil peningkatan laju pertumbuhanSedangkan nilai terendah berada pada Kontrol dengan nilai 73,3%. Pada peningkatan laju pertumbuhan perlakuan A memberikan hasil peningkatan laju pertumbuhan
UNPARUNPAR Perbedaan penggunaan lahan menyebabkan variasi sifat hidrofobisitas gambut, dengan lahan semak belukar menunjukkan sifat hidrofobik tertinggi yang ditandaiPerbedaan penggunaan lahan menyebabkan variasi sifat hidrofobisitas gambut, dengan lahan semak belukar menunjukkan sifat hidrofobik tertinggi yang ditandai
Useful /
ITNITN Dengan demikian, penerapan sistem ini dapat meningkatkan efektivitas kontrol persediaan spare part pada Departemen TMG, meminimalkan risiko stock out,Dengan demikian, penerapan sistem ini dapat meningkatkan efektivitas kontrol persediaan spare part pada Departemen TMG, meminimalkan risiko stock out,
ITNITN BHP tertinggi terjadi pada kecepatan angin 7,65 m/s dengan nilai BHP sebesar 87,49 Watt, sedangkan BHP terendah terjadi pada kecepatan angin 3,25 m/s denganBHP tertinggi terjadi pada kecepatan angin 7,65 m/s dengan nilai BHP sebesar 87,49 Watt, sedangkan BHP terendah terjadi pada kecepatan angin 3,25 m/s dengan
UNPARUNPAR 253 hektar yang berupa lahan kering pada ekosistem rawa gambut yang didukung oleh curah hujan dan agroklimat yang sesuai untuk pengembangan pertanian.253 hektar yang berupa lahan kering pada ekosistem rawa gambut yang didukung oleh curah hujan dan agroklimat yang sesuai untuk pengembangan pertanian.
UNPARUNPAR Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial 3x3 dengan 3 blok ulangan. Faktor perlakuan pertama yakni tiga dosis urea (175, 200 danPenelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial 3x3 dengan 3 blok ulangan. Faktor perlakuan pertama yakni tiga dosis urea (175, 200 dan