IBRAHIMYIBRAHIMY
Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu PerikananProduksi ikan lele sering kali terhambat di kegiatan pembenihan yaitu disebabkan oleh tingginya tingkat kematian larva pada minggu-minggu pertama setelah penetasan karena yolk pada telur yang berfungsi sebagai cadangan makanan sedikit sehingga menyebabkan larva kekurangan cadangan makanan. Oleh karena itu diperlukan usaha yang intensif dalam meningkatkan produksi benih ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur dan larva ikan lele dengan penggunaan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan dosis P1 (Kontrol atau tanpa pemberian tepung kunyit dan hormon tioksin), P2 (penambahan kunyit 4.8 g/kg pakan), P3 (penambahan tiroksi 0,1 mg/kg pakan) dan P4 (penambahan kunyit 4,8 g/kg pakan dan tiroksi 0,1 mg/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan berat induk pada akhir penelitian P1 (600 g), P2 (625 g), P3 (631 g) dan P4 (650 g). Fekunditas telur yang dihasilkan pada penelitian ini yaitu P1 (25.493 butir), P2 (27.242 butir), P3( 27.648 butir) dan P4 (30,081 butir). Diameter telur ikan hasil perlakuan yaitu P1 (0,041 mm), P2 (0,042 mm), P3 (0,041 mm) dan P4 (0,043 mm). Jumlah larva yang dihasilkan P1 (20.151 individu), P2 (24.320 individu), P3 (25,503 individu) dan P4 (29.485 individu). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan dapat meningkatkan kualitas telur dan larva ikan lele.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan induk ikan lele dumbo dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan.Peningkatan ini ditunjukkan dengan bobot induk yang lebih tinggi, jumlah telur yang lebih banyak, diameter telur yang lebih besar, dan jumlah larva yang lebih banyak.Hasil penelitian ini mengindikasikan potensi penggunaan tepung kunyit dan hormon tiroksin sebagai aditif pakan untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan dosis kombinasi tepung kunyit dan hormon tiroksin dalam pakan induk, dengan mempertimbangkan respons biologis ikan lele pada berbagai tingkat dosis. Kedua, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung kunyit dan hormon tiroksin terhadap kualitas telur dan larva pada generasi berikutnya (F1) untuk mengetahui potensi efek turun temurun. Ketiga, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan efektivitas penambahan tepung kunyit dan hormon tiroksin dengan penggunaan aditif pakan lain yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele, seperti vitamin atau probiotik, untuk menentukan kombinasi pakan yang paling optimal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai potensi penggunaan tepung kunyit dan hormon tiroksin dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya ikan lele.
| File size | 904.26 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY Kualitas air berdasarkan SNI dikategorikan layak dengan suhu pada kisaran 27-30oC, pH 6,9-7,28, dan DO 6,2-7,6 mg/L. Pembenihan Ikan Koi (Cyprinus carpio)Kualitas air berdasarkan SNI dikategorikan layak dengan suhu pada kisaran 27-30oC, pH 6,9-7,28, dan DO 6,2-7,6 mg/L. Pembenihan Ikan Koi (Cyprinus carpio)
IBRAHIMYIBRAHIMY Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga nener bandeng memiliki pengaruh yang signifikan terhadap etos kerja petani pembudidaya di KabupatenKesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga nener bandeng memiliki pengaruh yang signifikan terhadap etos kerja petani pembudidaya di Kabupaten
IBRAHIMYIBRAHIMY Tujuan penelitian ini adalah membahas regulasi yang memberikan perlindungan hukum terhadap ikan pari dari aktivitas perburuan illegal dan terdapat duaTujuan penelitian ini adalah membahas regulasi yang memberikan perlindungan hukum terhadap ikan pari dari aktivitas perburuan illegal dan terdapat dua
IBRAHIMYIBRAHIMY 9. 02. Variabel yang disimulasi pada analisa pemodelan ini adalah variabel kapasitas oksigen perairan, kuantitas limbah budidaya, biomassa udang, bobot9. 02. Variabel yang disimulasi pada analisa pemodelan ini adalah variabel kapasitas oksigen perairan, kuantitas limbah budidaya, biomassa udang, bobot
IBRAHIMYIBRAHIMY Dan mengalami pertumbuhan panjang terbaik dengan nilai sebesar 3,23 cm. Kemudian menghasilkan laju pertumbuhan spesifik terbaik dengan nilai sebesar 45%.Dan mengalami pertumbuhan panjang terbaik dengan nilai sebesar 3,23 cm. Kemudian menghasilkan laju pertumbuhan spesifik terbaik dengan nilai sebesar 45%.
IBRAHIMYIBRAHIMY Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu P0 (kontrol dimana ikan diberi 100% pakan komersial tanpa tepung biji pepaya) dan P1 (pakan ikan yangPerlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu P0 (kontrol dimana ikan diberi 100% pakan komersial tanpa tepung biji pepaya) dan P1 (pakan ikan yang
IBRAHIMYIBRAHIMY Hasil pengujian organoleptik berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Duncan menunjukkan tiga perlakuan penambahan ikan teri berbeda nyataHasil pengujian organoleptik berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Duncan menunjukkan tiga perlakuan penambahan ikan teri berbeda nyata
IBRAHIMYIBRAHIMY Analisa usaha pembenihan patin setelah di analisis R/C ratio menghasilkan nilai 2,9 dimana usaha ini dapat memberikan penerimaan yang besar dalam siklusAnalisa usaha pembenihan patin setelah di analisis R/C ratio menghasilkan nilai 2,9 dimana usaha ini dapat memberikan penerimaan yang besar dalam siklus
Useful /
IBRAHIMYIBRAHIMY Penelitian ini menyimpulkan bahwa nelayan di Pulau Biawak dan sekitarnya memiliki tingkat resiliensi yang baik dalam menghadapi perubahan ekosistem terumbuPenelitian ini menyimpulkan bahwa nelayan di Pulau Biawak dan sekitarnya memiliki tingkat resiliensi yang baik dalam menghadapi perubahan ekosistem terumbu
IBRAHIMYIBRAHIMY Kendala utama terdapat pada ketersediaan fasilitas tempat cuci tangan dan toilet yang tidak sebanding dengan jumlah karyawan. Perlu dilakukan penambahanKendala utama terdapat pada ketersediaan fasilitas tempat cuci tangan dan toilet yang tidak sebanding dengan jumlah karyawan. Perlu dilakukan penambahan
IBRAHIMYIBRAHIMY Untuk pertumbuhan berat mutlak didapatkan nilai tertinggi pada perlakuan perlakuan E (5,47 gram), sedangkan pertumbuhan panjang mutlak didapatkan nilaiUntuk pertumbuhan berat mutlak didapatkan nilai tertinggi pada perlakuan perlakuan E (5,47 gram), sedangkan pertumbuhan panjang mutlak didapatkan nilai
IBRAHIMYIBRAHIMY Pemeliharaan benih berlangsung selama 90 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu kontrol (100%Pemeliharaan benih berlangsung selama 90 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu kontrol (100%