PELITABANGSAPELITABANGSA

Prosiding Sains dan TeknologiProsiding Sains dan Teknologi

Ruang tunggu operasi merupakan ruang dengan tingkat tekanan psikologis tinggi karena berfungsi sebagai tempat keluarga pasien menunggu proses pembedahan yang sarat ketidakpastian. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ruang tunggu operasi pada Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat memiliki tingkat kenyamanan yang tergolong tinggi berdasarkan atribut physical comfort, social contact, symbolic meaning, dan wayfinding. Namun, kajian tersebut belum secara spesifik menelaah aspek bunyi-bunyian sebagai bagian dari soundscape serta pengaruhnya terhadap pembentukan sense of place. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik soundscape di ruang tunggu operasi serta pengaruhnya terhadap sense of place yang dirasakan oleh keluarga pasien. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods melalui observasi soundscape, pengukuran tingkat kebisingan, kuesioner persepsi pengguna, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang tunggu operasi still didominasi oleh soundscape eksternal berupa suara lalu lintas dari area depan rumah sakit, aktivitas di koridor, serta percakapan dari area publik. Selain itu, belum ditemukan elemen bunyi terapeutik yang dirancang secara sadar untuk membantu mereduksi kecemasan. Kondisi ini berdampak pada lemahnya sense of place sebagai ruang menunggu yang menenangkan. Penelitian ini menegaskan bahwa perancangan soundscape perlu diposisikan sebagai bagian integral dari strategi desain arsitektur pada rumah sakit, tidak hanya untuk meningkatkan kenyamanan audial, tetapi juga untuk memperkuat kualitas sense of place dan menunjang kondisi psikologis pengguna.

Soundscape pada ruang tunggu operasi memiliki peran penting dalam pembentukan sense of place keluarga pasien, meskipun aspek visual dan spasial sudah nyaman.Lingkungan audial masih didominasi kebisingan eksternal dengan tingkat suara di atas standar kenyamanan, yang memperparah kecemasan pengguna.Integrasi desain soundscape dan elemen bunyi terapeutik perlu menjadi bagian strategis dalam inovasi arsitektur berkelanjutan untuk meningkatkan kenyamanan psikologis dan kualitas pengalaman ruang.

Pertama, perlu dikaji bagaimana variasi jenis bunyi terapeutik, seperti musik klasik, suara alam, atau rekaman narasi menenangkan, memengaruhi tingkat kecemasan dan persepsi sense of place keluarga pasien di ruang tunggu operasi. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas kombinasi material penyerap suara dengan desain spasial yang mengurangi transmisi kebisingan eksternal, guna menciptakan lingkungan audial yang lebih stabil dan terlindungi secara akustik. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang implementasi sistem soundscape adaptif berbasis sensor yang dapat menyesuaikan karakteristik suara secara dinamis sesuai kondisi emosional pengguna dan tingkat aktivitas ruang. Penelitian-penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang desain akustik yang human-centered dan berkelanjutan. Studi lanjutan juga perlu membandingkan pengalaman pengguna di berbagai tipe rumah sakit dengan konteks sosial-budaya berbeda. Dengan demikian, inovasi desain soundscape tidak hanya teknis, tetapi juga kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan psikologis. Pengembangan prototipe ruang tunggu dengan simulasi bunyi terapeutik yang dapat diujicobakan secara empiris menjadi langkah strategis. Penelitian juga sebaiknya mengevaluasi durasi optimal paparan bunyi terapeutik selama masa tunggu. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan arsitek, psikolog, dan ahli akustik perlu diperkuat. Hasilnya dapat menjadi panduan desain bagi fasilitas kesehatan yang lebih manusiawi dan mendukung kesejahteraan emosional.

Read online
File size207.12 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test