UNTADUNTAD

KOVALEN: Jurnal Riset KimiaKOVALEN: Jurnal Riset Kimia

Puntung rokok merupakan salah satu limbah yang banyak ditemukan di berbagai tempat dan kehadirannya dapat merusak lingkungan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah limbah puntung rokok yaitu dengan mengolahnya menjadi inhibitor korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi tembakau dari puntung rokok menggunakan pelarut etanol 96% dengan memvariasikan waktu ekstraksi selama 5, 10, 15, dan 20 menit, dan daya microwave sebesar 150 watt dan 300 watt, serta menghitung efisiensi inhibitor korosi pada lingkungan asam. Metode ekstraksi yang digunakan adalah Microwave Assisted Extraction (MAE). Dari proses ekstraksi diketahui bahwa daya optimum ekstraksi 150 watt dalam waktu 15 menit menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 64,52%. Berdasarkan uji fitokimia dan GC-MS diketahui bahwa ekstrak puntung rokok mengandung senyawa antioksidan berupa alkaloid, piranon, dan terpenoid sebagai senyawa inhibitor korosi. Berdasarkan pengujian korosi terbukti bahwa penambahan inhibitor korosi ekstrak limbah puntung rokok dapat menekan atau mengurangi laju korosi yang terjadi pada logam dengan efisiensi terbesar 82,26% dengan konsentrasi ekstrak 2000 ppm. Dan hasil uji SEM-EDX disimpulkan bahwa inhibitor korosi dari ekstrak limbah puntung rokok dapat menahan pembentukkan karat pada logam.

Ekstrak puntung rokok secara kualitatif terbukti mengandung senyawa alkaloid dari hasil pengujian fitokimia.Berdasarkan uji GC-MS, terdapat senyawa antioksidan yaitu piranon, terpenoid, dan alkaloid dalam ekstrak limbah puntung rokok yang dapat digunakan sebagai inhibitor korosi alami.Hasil pengujian korosi menunjukkan efisiensi terbesar pada konsentrasi 2000 ppm pada kondisi non aerasi yaitu sebesar 82,26%.Hasil uji SEM memperlihatkan adanya gumpalan yang merupakan lapisan pasif yang melindungi logam dari korosi, hasil EDX pun menunjukkan bahwa pada Baja yang direndam pada 0ppm adanya senyawa dari lingkungan korosif yang berhasil menembus dinding lapisan baja, sedangkan pada baja yang direndam menggunakan inhibitor korosi tidak adanya lingkungan korosif yang masuk.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh variasi pelarut ekstraksi selain etanol terhadap rendemen dan komposisi senyawa aktif dalam ekstrak puntung rokok, dengan tujuan untuk mengoptimalkan proses ekstraksi dan memperoleh ekstrak dengan potensi inhibitor korosi yang lebih tinggi. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai mekanisme kerja inhibitor korosi dari ekstrak puntung rokok pada tingkat molekuler, misalnya dengan menggunakan metode elektrokimia yang lebih canggih, untuk memahami interaksi antara senyawa aktif dalam ekstrak dengan permukaan logam dan mengidentifikasi senyawa-senyawa spesifik yang paling berperan dalam menghambat korosi. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi inhibitor korosi berbasis ekstrak puntung rokok yang lebih stabil dan efektif, misalnya dengan menambahkan bahan tambahan seperti surfaktan atau polimer, untuk meningkatkan daya lekat ekstrak pada permukaan logam dan memperpanjang umur pakainya.

  1. Efektivitas Limbah Puntung Rokok sebagai Inhibitor Korosi dalam Medium Asam Klorida pada Baja A36 dengan... bestjournal.untad.ac.id/index.php/kovalen/article/view/17395Efektivitas Limbah Puntung Rokok sebagai Inhibitor Korosi dalam Medium Asam Klorida pada Baja A36 dengan bestjournal untad ac index php kovalen article view 17395
Read online
File size737.29 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test