UNTADUNTAD

KOVALEN: Jurnal Riset KimiaKOVALEN: Jurnal Riset Kimia

Korosi merupakan permasalahan yang banyak terjadi di kalangan industri serta menyebabkan kerugian dengan jumlah besar. Penggunaan inhibitor korosi salah satu cara untuk mengurangi atau menghambat terjadinya korosi. Ekstrak limbah puntung rokok dapat dimanfaatkan sebagai inhibitor korosi organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen ekstrak limbah puntung rokok, kandungan ekstrak limbah puntung rokok yang dihasilkan menggunakan metode MAE secara kualitatif, menentukan kondisi optimum proses ekstraksi dengan metode MAE berdasarkan variasi daya microwave sebesar 150 dan 300 watt, serta menghitung efisiensi inhibitor korosi dan pengaruh senyawa yang terkandung dari ekstrak limbah puntung rokok di lingkungan NaCl 3,56%. Diperoleh kondisi optimum MAE yaitu 150 watt 15 menit dengan menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 54,38%. Berdasarkan uji GC-MS diketahui bahwa ekstrak limbah puntung rokok mengandung senyawa alkaloid, terpenoid, dan fenol sebagai senyawa inhibitor korosi. Berdasarkan pengujian inhibitor korosi, penambahan inhibitor korosi ekstrak limbah puntung rokok dapat menekan atau mengurangi laju korosi yang terjadi pada logam dengan efisiensi inhibitor 79,19% pada kondisi non-aerasi dan 71,53% pada aerasi dengan konsentasi inhibitor 1000 ppm di lingkungan NaCl 3,56%.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada daya 150 watt dengan waktu 15 menit (54,38%) dan pada daya 300 watt dengan waktu 5 menit (48,24%).Hasil pengujian GC-MS mengidentifikasi adanya senyawa alkaloid, terpenoid, dan fenol yang berpotensi sebagai inhibitor korosi alami.Pengujian efisiensi inhibitor menunjukkan efisiensi tertinggi sebesar 79,19% pada kondisi non-aerasi dan 71,53% pada kondisi aerasi dengan konsentrasi 1000 ppm.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan formulasi inhibitor korosi dari ekstrak puntung rokok dengan memvariasikan kombinasi pelarut dan metode ekstraksi, guna meningkatkan efisiensi dan stabilitas inhibitor. Selain itu, studi mendalam mengenai mekanisme inhibisi korosi oleh senyawa-senyawa spesifik dalam ekstrak puntung rokok, seperti alkaloid, terpenoid, dan fenol, perlu dilakukan untuk memahami interaksi antara inhibitor dan permukaan logam secara lebih rinci. Terakhir, penelitian perlu difokuskan pada aplikasi inhibitor korosi berbasis ekstrak puntung rokok pada berbagai jenis logam dan lingkungan korosif yang berbeda, termasuk lingkungan industri yang kompleks, untuk menguji efektivitas dan potensi penerapannya secara luas.

  1. Pemanfaatan Limbah Puntung Rokok sebagai Inhibitor Korosi pada Baja St40 Menggunakan Metode Microwave... bestjournal.untad.ac.id/index.php/kovalen/article/view/17394Pemanfaatan Limbah Puntung Rokok sebagai Inhibitor Korosi pada Baja St40 Menggunakan Metode Microwave bestjournal untad ac index php kovalen article view 17394
Read online
File size761.43 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test