PPS UNISTIPPS UNISTI

Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)

Usahatani cabai rawit memiliki prospek yang cukup baik karena komoditas ini banyak dibutuhkan masyarakat sebagai penambah cita rasa makanan, dengan tingkat konsumsi yang terus naik setiap tahun seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani cabai rawit serta besarnya biaya pengolahan usahatani cabai rawit di Kecamatan Ternate Utara. Responden penelitian adalah petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani di Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara. Analisis pendapatan dihitung dari selisih antara total penerimaan atau Total Revenue (TR) dengan total biaya atau Total Cost (TC). Rata-rata pendapatan usahatani cabai rawit yang diperoleh petani di Kecamatan Ternate Utara adalah sebesar Rp16.246.846 per hektar per musim tanam. Pendapatan tertinggi mencapai Rp44.150.000 per musim tanam, sedangkan pendapatan terendah sebesar Rp8.188.000 per musim tanam.

Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata pendapatan petani cabai rawit di Kecamatan Ternate Utara mencapai Rp16.846 per hektar per musim tanam, dengan pendapatan tertinggi Rp44.Penelitian menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam mengelola usahatani cabai rawit secara lebih optimal untuk meningkatkan keuntungan.Pemerintah daerah diharapkan terus memberikan dukungan berupa benih, pupuk, dan peralatan guna memperkuat keberlanjutan usaha tani cabai rawit.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki (1) pengaruh faktor eksternal seperti fluktuasi harga pasar, variabilitas iklim, dan kebijakan perdagangan terhadap profitabilitas usahatani cabai rawit di Kecamatan Ternate Utara, dengan menerapkan analisis time‑series dan model regresi panel untuk mengidentifikasi pola dan sensitivitas pendapatan petani. (2) Studi longitudinal yang melibatkan sampel petani lebih luas dan beragam dapat menilai efektivitas program pelatihan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam meningkatkan produktivitas, serta mengidentifikasi hambatan adopsi teknologi modern seperti sistem irigasi tetes atau varietas tahan hama, menggunakan pendekatan kuantitatif serta survei kepuasan. (3) Kajian evaluatif mengenai dampak intervensi kebijakan pemerintah, misalnya subsidi benih, pupuk, dan penyediaan peralatan, terhadap kesejahteraan ekonomi petani dan keberlanjutan usaha dapat dilakukan dengan metode mixed‑methods yang menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara mendalam untuk memperoleh perspektif komprehensif. (4) Penelitian komparatif antara usahatani cabai rawit di daerah perkotaan dan pedesaan dapat mengungkap perbedaan struktur biaya, akses pasar, dan tingkat risiko, yang berguna untuk merancang strategi pemasaran yang lebih tepat. (5) Akhirnya, analisis biaya‑manfaat dari penerapan praktik pertanian berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk organik dan pengendalian hama terpadu, dapat memberikan rekomendasi teknis yang meningkatkan profitabilitas sekaligus melindungi lingkungan. Diharapkan kelima arah penelitian ini memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi pembuat kebijakan dan praktisi untuk meningkatkan keberlanjutan dan kesejahteraan petani cabai rawit.

  1. Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit Di Desa Tambelang Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan... doi.org/10.35791/agrsosek.v19i1.46438Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit Di Desa Tambelang Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan doi 10 35791 agrsosek v19i1 46438
Read online
File size321.1 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test