UIN WALISONGOUIN WALISONGO
Physics Education Research JournalPhysics Education Research JournalPenelitian ini dilakukan pada kelas IX SMA Negeri Posigadan dengan tujuan menentukan pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) yang dibantu oleh media PhET dan Mechanics Kit terhadap kemampuan pemecahan masalah pada konsep elastisitas dan Hukum Hooke. Metode eksperimen diterapkan pada dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang terdiri dari 22 siswa yang menggunakan model PBL dengan media PhET dan kit mekanik, serta kelas kontrol yang terdiri dari 22 siswa yang menggunakan model konvensional. Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan pemecahan masalah berupa enam soal esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh nilai rata‑rata pre‑test sebesar 35,7 dan post‑test sebesar 82,1, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata‑rata pre‑test sebesar 31,3 dan post‑test sebesar 62,6. Kedua kelas menunjukkan distribusi normal dan homogenitas, dan analisis data statistik (t‑test satu arah) menghasilkan nilai t = 5,03 > t tabel = 1,68, yang menandakan pengaruh signifikan model PBL yang dibantu oleh media PhET dan Mechanics Kit terhadap kemampuan pemecahan masalah pada elastisitas dan Hukum Hooke.
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh mengenai hasil belajar siswa, nilai t‑test menunjukkan bahwa t = 5,03 > t tabel = 1,68, yang berarti pada taraf signifikansi α = 0,05 hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem‑Based Learning yang dibantu oleh media PhET dan Mechanics Kit berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa.
Penelitian selanjutnya dapat menguji pengaruh model Problem‑Based Learning yang didukung oleh media PhET dan Mechanics Kit terhadap kemampuan pemecahan masalah pada siswa di berbagai sekolah dan jenjang kelas untuk memperoleh generalisasi temuan yang lebih luas. Selanjutnya, diperlukan studi yang membandingkan efektivitas integrasi teknologi augmentasi realitas (AR) bersama mekanik kit dalam meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah pada materi elastisitas, sehingga dapat mengidentifikasi nilai tambah teknologi AR dalam konteks pembelajaran fisika. Selain itu, penelitian longitudinal yang melacak retensi kemampuan pemecahan masalah siswa selama satu semester setelah intervensi PBL dapat memberikan wawasan mengenai keberlanjutan dampak pembelajaran berbasis masalah, terutama dalam hal pemeliharaan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh.
- จีคลับ🎈สล็อตเว็บตรง ค่ายใหญ่ APIแท้ เว็บสล็อตมาแรง... jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JPFT/article/view/1163OAEuoaOuNiANoiN EOEsO APIAO ANouNiAN jurnalfkip unram ac index php JPFT article view 1163
- Enhancing Problem-Solving Skills in Elasticity and Hooke’s Law through Problem-Based Learning with... doi.org/10.21580/perj.2024.6.2.20822Enhancing Problem Solving Skills in Elasticity and HookeAos Law through Problem Based Learning with doi 10 21580 perj 2024 6 2 20822
| File size | 699.34 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Sebagian guru memaknainya sebagai toleransi yang berfokus pada menghargai perbedaan keyakinan, sementara yang lain mengaitkannya dengan konsep wasathiyahSebagian guru memaknainya sebagai toleransi yang berfokus pada menghargai perbedaan keyakinan, sementara yang lain mengaitkannya dengan konsep wasathiyah
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Pengembangan karakter religius pada siswa madrasah masih menghadapi tantangan, khususnya dalam menumbuhkan kebiasaan membaca dan berinteraksi dengan Al-QuranPengembangan karakter religius pada siswa madrasah masih menghadapi tantangan, khususnya dalam menumbuhkan kebiasaan membaca dan berinteraksi dengan Al-Quran
UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO Kesadaran ekologis mereka tercermin dalam kegiatan reboisasi di sekitar pesantren, pembuatan lubang biopori yang menghasilkan pupuk organik, dan penggunaanKesadaran ekologis mereka tercermin dalam kegiatan reboisasi di sekitar pesantren, pembuatan lubang biopori yang menghasilkan pupuk organik, dan penggunaan
UIIDALWAUIIDALWA Metode penelitian berupa desain penelitian lapangan eksplanatori dengan metode campuran (kuesioner, wawancara semi‑struktur, dan observasi partisipatif)Metode penelitian berupa desain penelitian lapangan eksplanatori dengan metode campuran (kuesioner, wawancara semi‑struktur, dan observasi partisipatif)
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk mengintegrasikan pendekatan deep learning melalui peningkatan kompetensi pedagogik guru, reformasi kurikulum,Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk mengintegrasikan pendekatan deep learning melalui peningkatan kompetensi pedagogik guru, reformasi kurikulum,
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Integrasi budaya Melayu ke dalam model inkuiri ilmiah menciptakan lingkungan belajar yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan bagi siswa. Faktor utamaIntegrasi budaya Melayu ke dalam model inkuiri ilmiah menciptakan lingkungan belajar yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan bagi siswa. Faktor utama
GMPIONLINEGMPIONLINE Berdasarkan hasil penelitian dan data, dapat disimpulkan bahwa model discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Kelas eksperimen yangBerdasarkan hasil penelitian dan data, dapat disimpulkan bahwa model discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Kelas eksperimen yang
UPIUPI Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan model desain arsitektur sekolah menengah khas untuk anak-anak dengan disabilitas visual yang dapat diakses danPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan model desain arsitektur sekolah menengah khas untuk anak-anak dengan disabilitas visual yang dapat diakses dan
Useful /
UIIDALWAUIIDALWA Metode kuasi‑eksperimen kuantitatif dengan kelompok kontrol pre‑posttest melibatkan 46 siswa kelas XI SMKS Al‑Ikhwaniyah, Tangerang Selatan. KelompokMetode kuasi‑eksperimen kuantitatif dengan kelompok kontrol pre‑posttest melibatkan 46 siswa kelas XI SMKS Al‑Ikhwaniyah, Tangerang Selatan. Kelompok
UIIDALWAUIIDALWA Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kontrol, dengan kelompok PJBL kolaboratif memperoleh peningkatan terbesarHasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kontrol, dengan kelompok PJBL kolaboratif memperoleh peningkatan terbesar
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Kedua kelas diberi uji akhir setelah penerapan model C-PBL pada kelas eksperimen dan model pembelajaran penemuan pada kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkanKedua kelas diberi uji akhir setelah penerapan model C-PBL pada kelas eksperimen dan model pembelajaran penemuan pada kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan
UNILAUNILA Variabel yang dianalisis terdiri dari penerimaan dan biaya produksi pada pengelolaan agroforestri, pengeluaran petani dan jumlah tanggungan keluarga. DiperolehVariabel yang dianalisis terdiri dari penerimaan dan biaya produksi pada pengelolaan agroforestri, pengeluaran petani dan jumlah tanggungan keluarga. Diperoleh