UNCMUNCM

Jurnal Genta MuliaJurnal Genta Mulia

Proses pembelajaran yang dilaksanakan di SDN Margasari kelas V pada mata pelajaran IPAS, sebagian besar hanya berpusat pada guru dengan metode ceramah. Kemampuan berfikir tingkat tinggi peserta didik kelas V SDN Margasari juga tidak terlihat. Hal demikian dibuktikan dengan tidak adanya interaksi seperti tanya jawab yang dilakukan oleh peserta didik dengan guru, serta tidak adanya aktifitas yang mengarah pada berfikir tingkat tinggi seperti kegiatan menganalisis, mengevaluasi, maupun mencipta. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis HOTS pada mata pelajaran IPAS materi seperti apa budaya daerahku, penelitian ini juga untuk mengetahui kualitas modul IPAS berbasis HOTS yang dikembangkan, dan mengetahui respon peserta didik setelah menggunakan modul ini. Subjek penelitian ini adalah 20 peserta didik kelas V di SDN Margasari. Hasil penilaian pada penelitian ini yaitu mendapatkan 89% dari ahli materi, dan 84,00% dari ahli media, secara keseluruan memperoleh nilai dengan kategori “sangat layak. Hasil penilaian dari respon peserta didik mendapatkan hasil 88,75% dengan kategori “sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul berbasis HOTS pada mata pelajaran IPAS materi seperti apa budaya daerahku berhasil dikembangkan menjadi bahan ajar yang lebih baik karena telah disusun sesuai dengan perancangan dan mampu memberikan kebermanfaatan bagi pembelajaran.

Modul HOTS IPAS di sekolah dasar dikatakan sangat layak berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh ahli materi, dan ahli media, dengan mendapatkan nilai 89% dari ahli materi, dan 84% dari ahli media, sehingga secara keseluruan memperoleh nilai dengan kategori “sangat layak.Modul HOTS IPAS ini sangat baik untuk digunakan, hal ini berdasarkan hasil penilaian dari respon peserta didik mendapatkan skor 88,75% dengan kategori “sangat baik.

Mengingat keberhasilan awal pengembangan modul berbasis HOTS pada mata pelajaran IPAS ini, penelitian lanjutan dapat memperdalam eksplorasi terhadap dampak jangka panjang dan efektivitasnya dalam skala yang lebih luas. Sebuah studi dapat difokuskan untuk menguji apakah penggunaan modul ini secara konsisten selama satu semester atau satu tahun ajaran mampu meningkatkan secara signifikan tidak hanya respons positif peserta didik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif mereka, yang dapat diukur melalui instrumen evaluasi kognitif standar. Selain itu, mengingat tantangan yang disebutkan mengenai keterampilan guru dalam menyampaikan materi dan metode pengajaran yang monoton, penting untuk meneliti bagaimana program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bagi guru dapat memengaruhi adopsi serta implementasi modul HOTS secara optimal di berbagai sekolah dasar. Hal ini akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mendukung atau menghambat keberhasilan integrasi modul dalam kurikulum. Selanjutnya, untuk memperkaya pengembangan modul di masa mendatang, penelitian dapat membandingkan efektivitas berbagai format modul, misalnya antara modul cetak yang dikembangkan saat ini dengan versi digital interaktif yang memanfaatkan multimedia, atau bahkan adaptasi untuk siswa dengan gaya belajar yang berbeda. Peneliti juga dapat mempertimbangkan pengembangan modul yang lebih spesifik untuk mengasah sub-keterampilan HOTS tertentu, seperti kemampuan sintesis informasi atau pemecahan masalah kompleks, untuk melihat apakah pendekatan yang lebih terfokus dapat menghasilkan peningkatan kompetensi yang lebih tajam pada peserta didik.

Read online
File size170.78 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test