AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA

JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)

Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana yang tinggi; oleh karena itu upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini sangat penting, termasuk di institusi pendidikan tinggi. Mahasiswa keperawatan, sebagai calon tenaga kesehatan, membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk merespons situasi bencana secara efektif. Metode pendidikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan adalah Tabletop Disaster Exercise (TDE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode TDE terhadap kesiapsiagaan bencana mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain pra‑eksperimental dengan pendekatan satu‑kelompok pre‑test‑post‑test. Sampel terdiri dari seluruh mahasiswa semester empat Program Diploma III Keperawatan di STIKES RSPAD Gatot Soebroto, berjumlah 52 responden yang dipilih dengan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan bencana yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi TDE, kemudian dianalisis dengan uji statistik berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan skor kesiapsiagaan mahasiswa setelah intervensi TDE, dengan skor sebelum intervensi berkisar antara 58‑75 dan skor sesudah intervensi meningkat menjadi 68‑89. Analisis statistik mengungkap perbedaan signifikan antara skor kesiapsiagaan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0.000; p < 0.05). Penelitian menyimpulkan bahwa metode Tabletop Disaster Exercise efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana mahasiswa keperawatan dan dapat dijadikan strategi pendidikan untuk mendukung pengembangan kampus yang tahan bencana.

Berdasarkan hasil penelitian, skor kesiapsiagaan sebelum intervensi TDE berada pada rentang minimum 58 dan maksimum 75, sedangkan setelah intervensi TDE meningkat menjadi rentang minimum 68 dan maksimum 89.Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan pada skor kesiapsiagaan (p = 0.Oleh karena itu, metode Tabletop Disaster Exercise terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana mahasiswa keperawatan.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas Tabletop Disaster Exercise dibandingkan dengan metode simulasi lain seperti simulasi berbasis laboratorium atau virtual reality untuk menentukan pendekatan paling efisien dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana mahasiswa. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang melacak retensi pengetahuan dan keterampilan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa keperawatan selama beberapa semester atau tahun setelah intervensi, guna menilai keberlanjutan dampak TDE. Akhirnya, penelitian multi‑institusi dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi di wilayah dengan tingkat risiko bencana yang berbeda dapat memperluas generalisasi temuan serta mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan implementasi TDE pada skala yang lebih luas.

  1. Does Educational Disaster Mitigation Need To Be Introduced In School? | SHS Web of Conferences. educational... shs-conferences.org/articles/shsconf/abs/2018/03/shsconf_gctale2018_00063/shsconf_gctale2018_00063.htmlDoes Educational Disaster Mitigation Need To Be Introduced In School SHS Web of Conferences educational shs conferences articles shsconf abs 2018 03 shsconf gctale2018 00063 shsconf gctale2018 00063 html
  2. Does Educational Disaster Mitigation Need To Be Introduced In School? | SHS Web of Conferences. educational... doi.org/10.1051/shsconf/20184200063Does Educational Disaster Mitigation Need To Be Introduced In School SHS Web of Conferences educational doi 10 1051 shsconf 20184200063
Read online
File size275.46 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test