ABULYATAMAABULYATAMA

Jurnal AgrifloraJurnal Agriflora

Tanaman perkebunan memegang peranan penting dalam perekonomian pertanian dan mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Salah satu sektor pertanian khususnya subsektor perkebunan yang mempunyai potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani yaitu produksi pinang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan dan break event point usahatani pinang di Desa Teuladan Kecamatan Lembah Seulawah kabupaten Aceh Besar. Metodologi ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh dari 18 responden melalui observasi dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani pinang layak dikembangkan dengan NPV Rp 59.929.816,08, Net B/C 1,46, IRR 17,1%, dan break even point dicapai pada umur 7 tahun 9 bulan, dan aspek teknis juga mendukung budidaya usahatani pinang ini berpotensi meningkatkan pendapatan petani.

Berdasarkan data yang di Analisis dan hasil pembahasan pada penelitian ini maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut.Pada aspek teknis di Desa Teuladan Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar layak untuk diusahakan karena sesuai dengan kriteria tanaman pinang.Net Present Value dengan suku bunga 12% diperoleh NPV Sebesar Rp59.Hal ini berarti bahwa usahatani pinang “layak untuk dikembangkan karena nilai NPV positif.Net B/C Ratio yang dihasilkan sebesar 1,46 yang artinya setiap satu rupiah investasi pada proyek ini akan memberikan manfaat sebesar 1,46 rupiah.Artinya Net B/C Ratio usahatani pinang Layak untuk dikembangkan.IRR yang dihasilkan sebesar 17,1% Artinya lebih besar dari pada nilai discount rate (12%) yang berlaku pada saat penelitian, dengan demikian usahatani pinang layak untuk dikembangkan.Break Event Point (BEP) dicapai pada umur 7 tahun 9 bulan Artinya perkebunan pinang rakyat relatif cepat pengembalian modal dengan umur ekonomis 25 tahun.

Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan dari penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usahatani pinang, seperti perubahan harga pasar, biaya produksi, dan manajemen usaha yang buruk. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan teknologi budidaya pinang yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Ketiga, studi tentang strategi pemasaran dan distribusi pinang, termasuk ekspor, dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas pasar pinang Indonesia.

  1. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. analisis kelayakan finansial usahatani jeruk siam citrus nobilis lour... doi.org/10.20956/jsep.v18i1.19133Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian analisis kelayakan finansial usahatani jeruk siam citrus nobilis lour doi 10 20956 jsep v18i1 19133
  2. Analisis Kelayakan Finansial dan Sensitivitas Usahatani Buah Naga dengan Penyinaran Ultraviolet | Rahmat... doi.org/10.25157/ma.v10i2.14297Analisis Kelayakan Finansial dan Sensitivitas Usahatani Buah Naga dengan Penyinaran Ultraviolet Rahmat doi 10 25157 ma v10i2 14297
  3. Analisis Perencanaan Laba Melalui Perhitungan Break Even Point (BEP) Pada Usaha Pinang Mama Mila di Pasar... doi.org/10.34124/ji.v5i1.163Analisis Perencanaan Laba Melalui Perhitungan Break Even Point BEP Pada Usaha Pinang Mama Mila di Pasar doi 10 34124 ji v5i1 163
Read online
File size493.3 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test