UWMYUWMY

AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIANAGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor pada pembuatan flakes serta mengetahui karakteristik fisik dan kimia penambahan tepung daun kelor pada pembuatan flakes. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima formulasi tepung daun kelor (2,5%; 5%; 7,5%; 10%; dan 12,5%). Analisis yang dilakukan meliputi uji kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar tekstur, dan kadar flavonoid) serta uji organoleptik (aroma, warna, rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor secara signifikan mempengaruhi karakteristik fisik dan kimia flakes. Flakes dengan Formula 5 (tepung sagu:tepung kelor= 100:12,5) teridentifikasi sebagai formula terbaik berdasarkan uji organoleptik dengan tingkat kesukaan keseluruhan tertinggi (3,92). Karakteristik kimia flakes Formula 5 meliputi kadar air 8,51%, kadar abu 1,35%, kadar lemak 8,49%, kadar flavonoid 0,033%, dan tekstur 78,9%. Dari segi sensorik, flakes Formula 5 disukai karena memiliki warna hijau kekuningan, rasa yang sedikit aroma kelor, serta tekstur yang renyah.

Penambahan tepung daun kelor secara signifikan memengaruhi karakteristik fisik dan kimia flakes, terutama pada kadar air, abu, flavonoid, dan tekstur.12,5) merupakan formulasi terbaik berdasarkan uji organoleptik dengan tingkat kesukaan tertinggi sebesar 3,92.Flakes dengan formula tersebut memiliki potensi sebagai produk pangan fungsional bernilai gizi tinggi karena kandungan flavonoid dan sifat sensorik yang disukai konsumen.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi suhu dan lama pengovenan terhadap kerenyahan dan stabilitas nutrisi flakes sagu-kelor, untuk menemukan parameter proses optimal yang dapat mempertahankan kualitas produk lebih lama. Kedua, penting untuk mengevaluasi daya simpan dan laju oksidasi lemak selama penyimpanan dalam kemasan berbeda, agar diketahui formulasi kemasan yang paling efektif menjaga mutu flakes berbasis sagu dan kelor dari kerusakan fisik dan kimia. Ketiga, perlu dikaji respons glikemik dan pencernaan in vitro flakes formulasi ini, sebagai dasar pengembangan produk pangan fungsional yang sesuai untuk kelompok masyarakat dengan kebutuhan metabolisme khusus, seperti penderita diabetes atau mereka yang menjalani diet sehat. Penelitian lanjutan ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memperkuat aspek kualitas, stabilitas, dan manfaat kesehatan dari flakes sagu-kelor, sehingga lebih siap untuk dipasarkan sebagai alternatif sereal sehat berbasis bahan lokal.

  1. Kajian Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Pada Formulasi Flakes Dari Tepung Sagu (Metroxylon... doi.org/10.37631/agrotech.v7i1.1924Kajian Penambahan Tepung Daun Kelor Moringa oleifera L Pada Formulasi Flakes Dari Tepung Sagu Metroxylon doi 10 37631 agrotech v7i1 1924
Read online
File size1.04 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test