ATIDEWANTARAATIDEWANTARA

SINGKERRUSINGKERRU

Pestisida adalah zat kimia yang digunakan dalam pertanian untuk melawan hama dan penyakit pada tanaman. Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya pestisida dan memberikan edukasi kepada petani di Moyo Utara tentang cara penggunaan yang aman dari pestisida pada budi daya tanaman pangan. Metode yang akan digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan survey dan identifikasi tentang praktik penggunaan pestisida di Moyo Utara dan melakukan sosialisasi tentang bahaya pestisida dan cara penggunaan yang aman. Hasil yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah petani di Moyo Utara memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahaya pestisida dan cara penggunaan yang aman sehingga dapat meminimalkan risiko kesehatan dan lingkungan dalam budi daya tanaman pangan.

Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan pada bulan Juni 2023 menunjukkan bahwa petani di Moyo Utara harus lebih memperhatikan dosis penggunaan pestisida dan selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) ketika melakukan kegiatan pertanian untuk menghindari penyakit dan keracunan.Hal ini esensial untuk meminimalisir penyakit akibat kerja yang berpotensi muncul.Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat menjadi acuan baru bagi masyarakat terdampak dalam bekerja, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan setelah kegiatan pengabdian ini adalah untuk lebih mendalami aspek keberlanjutan dari perubahan perilaku petani. Mengingat bahwa petani masih sering lupa membaca instruksi dosis pestisida dan kadang tidak menggunakan APD karena merasa tidak nyaman, sebuah penelitian bisa difokuskan pada pengembangan dan pengujian efektivitas intervensi yang tidak hanya bersifat edukasi, tetapi juga mendorong kepatuhan jangka panjang. Misalnya, bagaimana jika dikembangkan program pengingat berbasis teknologi sederhana seperti notifikasi SMS atau aplikasi seluler ringan yang memberikan peringatan dosis tepat waktu dan tips penggunaan APD, atau bahkan desain poster visual yang dipasang di area pertanian yang mudah terlihat? Penelitian semacam ini dapat mengevaluasi seberapa besar teknologi atau pengingat visual dapat menjadi penjaga perilaku aman para petani dalam penggunaan pestisida sehari-hari. Selanjutnya, karena ketidaknyamanan APD menjadi kendala utama, penting untuk melakukan studi yang secara spesifik menggali preferensi dan kebutuhan petani terkait desain Alat Pelindung Diri. Penelitian dapat berupaya mengidentifikasi jenis-jenis APD yang paling sesuai dengan kondisi iklim dan aktivitas pertanian di Moyo Utara, tidak hanya dari segi fungsi perlindungan tetapi juga kenyamanan dan ergonomi. Mungkin ada material atau desain lokal yang bisa dikembangkan agar APD lebih diterima dan rutin digunakan oleh petani, sehingga mereka tidak lagi merasa terbebani saat memakainya. Terakhir, meskipun kegiatan ini telah meningkatkan pemahaman, dampak riil terhadap lingkungan dan kesehatan petani perlu diverifikasi lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengukuran objektif, seperti mengidentifikasi dan mengukur residu pestisida pada produk pertanian, dalam sampel tanah dan air di area budidaya Moyo Utara, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana pada petani yang terpapar. Hal ini bertujuan untuk secara konkret menilai seberapa efektif sosialisasi dalam mengurangi risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan, serta memberikan dasar data yang kuat untuk kebijakan pertanian yang lebih berkelanjutan.

Read online
File size150.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test