UNUHAUNUHA

SIMBIOSIS: Jurnal Sains PertanianSIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian

Penyakit busuk batang merupakan salah satu masalah utama dalam budidaya tanaman sawi yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi signifikan. Penggunaan pestisida kimia sintetis yang berlebihan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun kelor sebagai pestisida nabati ramah lingkungan untuk mengendalikan penyakit busuk batang pada tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan di Desa Bumi Harjo, Lampung pada tanggal 16 April 2025 menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ekstrak daun kelor diperoleh melalui metode perendaman dengan perbandingan berat daun kering dan volume air 1:5 (w/v) selama 24 jam. Perlakuan terdiri dari lima konsentrasi ekstrak daun kelor yaitu 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, dan 20% yang diaplikasikan setiap tiga hari sekali selama 21 hari. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan penyakit, luas daun terserang, dan pertumbuhan tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor berpengaruh signifikan terhadap pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman sawi. Konsentrasi 15% memberikan efektivitas pengendalian sebesar 55,2% dengan penurunan luas daun terserang sebesar 68,2% ± 3,4%. Konsentrasi 20% menunjukkan efektivitas tertinggi mencapai 67,1% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, perlakuan ekstrak daun kelor juga meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi dengan tinggi rata-rata 35,6 cm ± 2,2 cm pada konsentrasi 15% dibandingkan kontrol yang hanya 27,3 cm ± 1,8 cm. Senyawa bioaktif dalam daun kelor seperti flavonoid, tanin, dan saponin berperan sebagai agen antimikroba yang menghambat pertumbuhan patogen penyebab busuk batang.

) terbukti efektif sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan penyakit busuk batang pada tanaman sawi (Brassica juncea L.Konsentrasi 15% memberikan hasil tingkat efektivitas 55,2% dan penurunan luas daun terserang sebesar 68,2%.Selain itu, ekstrak daun kelor juga memberikan efek positif terhadap pertumbuhan tanaman sawi.Penggunaan ekstrak daun kelor sebagai pestisida nabati merupakan alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan untuk menggantikan pestisida kimia sintetis dalam budidaya sawi.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan formulasi dan metode aplikasi ekstrak daun kelor dalam skala yang lebih luas.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang formulasi optimal ekstrak daun kelor sebagai pestisida nabati. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas ekstrak daun kelor dalam skala yang lebih luas, baik di laboratorium maupun di lapangan, untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan pestisida nabati ini. Selain itu, penelitian tentang interaksi antara pestisida nabati dengan mikroorganisme tanah dan lingkungan juga dapat dilakukan untuk memahami dampak jangka panjangnya. Dengan demikian, dapat dikembangkan sistem pengendalian penyakit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang tidak hanya efektif mengendalikan penyakit, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

  1. Vol. 1 No. 2 (2024): Edisi September | SIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian. vol edisi simbiosis jurnal... doi.org/10.30599/simbiosis.v1i2Vol 1 No 2 2024 Edisi September SIMBIOSIS Jurnal Sains Pertanian vol edisi simbiosis jurnal doi 10 30599 simbiosis v1i2
Read online
File size652.79 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test