UWMYUWMY
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIANAGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIANCilok merupakan makanan dengan bahan utama tapioka. Penggunaan bahan berupa tapioka menyebabkan kandungan gizi yang dimiliki oleh bahan pangan tersebut kaya akan kadar karbohidrat tetapi protein, kalsium, besi, vitaminnya rendah sehingga diperlukan adanya diversifikasi agar dapat menunjang pertumbuhan pada anak-anak. Peningkatan gizi dapat dilakukan dengan penambahan bahan-bahan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi, sumber vitamin dan mineral misalnya kelor. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai “ Kandungan Gizi Dan Daya Terima Cilok dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu pengaruh konsentrasi penambahan kelor yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu konsentrasi penambahan daun kelor (0%; 2,5%; 5,0%; 7,5%; dan 10%). Masing-masing cilok yang dihasilkan dianalisa secara kimia (kadar air, kadar protein, kadar abu, kadar lemak, kadar karbohidrat dan kadar Karoten) dan uji organoleptik dengan metode scoring meliputi warna, rasa, dan tekstur, dan uji hedonic (kesukaan keseluruhan). Tiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dilakukan Analisis of Varians (ANOVA), apabila terdapat perbedaan antara perlakuan dilakukan uji lanjutan dengan Metode Duncan`s Multiple Ranges Test (DMRT) pada jenjang 5%.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan daun kelor berpengaruh terhadap kandungan gizi cilok yang dihasilkan, kadar air, kadar abu, kadar protein, dan β-karoten mengalami kenaikkan, sedangkan kadar lemak dan karbohidrat mengalami penurunan.Cilok yang masih dapat diterima adalah maksimal perlakuan daun kelor sebesar 7.5%, agak suka (2,85), warna (4,15), tekstur (2,95), rasa (1,2), kadar air 56,74%, kadar abu 1,38.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh variasi jenis tepung yang digunakan dalam pembuatan cilok terhadap tekstur dan daya terima produk, dengan tujuan mencari kombinasi bahan yang optimal untuk menghasilkan cilok dengan tekstur yang lebih baik dan rasa yang lebih disukai oleh konsumen. Selain itu, perlu dilakukan penelitian mengenai potensi penambahan ekstrak daun kelor sebagai fortifikasi pada cilok untuk meningkatkan kandungan senyawa bioaktif, seperti antioksidan, guna memberikan manfaat kesehatan tambahan. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi cilok dengan penambahan daun kelor yang dikombinasikan dengan teknik pengolahan yang tepat, seperti enkapsulasi, untuk meminimalkan perubahan rasa dan aroma yang kurang disukai, sehingga meningkatkan penerimaan konsumen terhadap produk cilok yang diperkaya gizi.
| File size | 674.54 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMNUMN Minimnya pelatihan dalam aspek komunikasi sosial, pemahaman multikultural, dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi hambatan utama dalam optimalisasiMinimnya pelatihan dalam aspek komunikasi sosial, pemahaman multikultural, dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi hambatan utama dalam optimalisasi
UMNUMN Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran abad 21 sehingga dapat meningkatkan kualitasTujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran abad 21 sehingga dapat meningkatkan kualitas
UMNUMN Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat diambil simpulan bahwa kendala yang di alami mitra terhadap keterbatasan alat, bahan modul rangkaian listrikBerdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat diambil simpulan bahwa kendala yang di alami mitra terhadap keterbatasan alat, bahan modul rangkaian listrik
UMNUMN Tapi terdapat juga beberapa hambatan yang ditemui, salah satu contohnya banyak respon dari pengguna yang tidak serius serta tingginya kompetisi antar pelakuTapi terdapat juga beberapa hambatan yang ditemui, salah satu contohnya banyak respon dari pengguna yang tidak serius serta tingginya kompetisi antar pelaku
UMNUMN Selain itu, kegiatan ini menambah ilmu pengetahuan peserta dalam manajemen SDM perusahaan. Terakhir, kegiatan ini berpotensi meningkatkan kinerja melaluiSelain itu, kegiatan ini menambah ilmu pengetahuan peserta dalam manajemen SDM perusahaan. Terakhir, kegiatan ini berpotensi meningkatkan kinerja melalui
UMNUMN Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan obat secara ramah lingkunganTujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan dan pemanfaatan tumbuhan obat secara ramah lingkungan
UMNUMN Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi mengenai pentingnya daur ulang, demonstrasi teknik ecoprint, serta praktik langsung mencetakMetode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi mengenai pentingnya daur ulang, demonstrasi teknik ecoprint, serta praktik langsung mencetak
UMNUMN Implementasi sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco Enzyme terbukti efektif, dengan peningkatan kompetensi praktik peserta sebesar 81,3%. Hal ini menunjukkanImplementasi sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco Enzyme terbukti efektif, dengan peningkatan kompetensi praktik peserta sebesar 81,3%. Hal ini menunjukkan
Useful /
UNIBAUNIBA Latar Belakang: Tinea korporis atau kurap merupakan infeksi jamur superfisial pada kulit yang dapat menyerang manusia dari segala usia dan jenis kelamin.Latar Belakang: Tinea korporis atau kurap merupakan infeksi jamur superfisial pada kulit yang dapat menyerang manusia dari segala usia dan jenis kelamin.
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Disiplin kerja karyawan berpengaruh signifikan terhadap kualitas kinerja, di mana perilaku disiplin seperti tepat waktu, mematuhi peraturan, dan menyelesaikanDisiplin kerja karyawan berpengaruh signifikan terhadap kualitas kinerja, di mana perilaku disiplin seperti tepat waktu, mematuhi peraturan, dan menyelesaikan
UMNUMN Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan (dari 53% menjadi 93%), sikap (76% menjadi 97%), dan keterampilan (0% menjadi 97%). PesertaHasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan (dari 53% menjadi 93%), sikap (76% menjadi 97%), dan keterampilan (0% menjadi 97%). Peserta
IWIIWI Pengembangan Human Capital yang mencakup keterampilan, kepemimpinan, dan komunikasi, didukung oleh knowledge management melalui metode hybrid/blended learning,Pengembangan Human Capital yang mencakup keterampilan, kepemimpinan, dan komunikasi, didukung oleh knowledge management melalui metode hybrid/blended learning,