MANDALANURSAMANDALANURSA

JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia merupakan salah satu lembaga negara tertinggi dalam sistem konstitusional Indonesia. DPR RI berfungsi sebagai perwakilan rakyat yang memiliki wewenang untuk membuat undang‑undang, mengawasi pelaksanaan undang‑undang, dan memberikan persetujuan terhadap anggaran yang diajukan pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja DPR RI, sedangkan sampel penelitian terdiri dari 50 tenaga ahli DPR RI. Penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner yang berisi 10 pertanyaan untuk variabel X dan 10 pertanyaan untuk variabel Y.

Berdasarkan hasil analisis, lingkungan kerja di DPR RI tergolong baik dengan nilai rata‑rata 37,42 dan standar deviasi 4,291, menunjukkan variasi data yang moderat.Kinerja ahli di DPR RI juga tergolong baik dengan nilai rata‑rata 36,58 dan standar deviasi 5,852.Uji T menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,050) dan t hitung 3,758 (>t tabel 2,008), sehingga dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja ahli DPR RI.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana gaya kepemimpinan transformasional dibandingkan dengan kepemimpinan transaksional memengaruhi kinerja ahli di DPR RI, dengan menggunakan desain eksperimental atau quasi‑eksperimental. Penelitian ini dapat menguji hipotesis bahwa kepemimpinan transformasional meningkatkan motivasi kerja dan pada gilirannya meningkatkan kinerja, sedangkan kepemimpinan transaksional memiliki efek yang lebih terbatas. Selanjutnya, diperlukan studi yang meneliti peran mediasi motivasi kerja antara lingkungan kerja dan kinerja ahli, untuk mengetahui sejauh mana motivasi menjembatani pengaruh lingkungan kerja terhadap hasil kerja. Dalam pendekatan ini, variabel motivasi dapat diukur dengan skala yang lebih rinci dan dianalisis menggunakan model mediasi struktural. Selain itu, penelitian longitudinal yang memantau perubahan lingkungan kerja selama beberapa tahun dapat memberikan gambaran tentang dinamika pengaruhnya terhadap kinerja ahli. Penelitian tersebut dapat mengidentifikasi faktor‑faktor tambahan yang berkontribusi pada 81 % varians kinerja yang belum dijelaskan dalam studi saat ini. Dengan mengumpulkan data panel dari para ahli secara berulang, dapat dianalisis tren peningkatan atau penurunan kinerja seiring perbaikan atau penurunan kualitas lingkungan kerja. Hasil dari ketiga jalur penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar empiris yang lebih kuat bagi pembuat kebijakan DPR RI untuk merancang intervensi yang terpadu, meliputi kepemimpinan, motivasi, dan perbaikan fisik serta sosial lingkungan kerja. Pada akhirnya, pendekatan komprehensif tersebut dapat meningkatkan efektivitas lembaga legislatif dan kualitas kebijakan publik yang dihasilkan.

  1. Job Outcome: Job Involment, Job Characteristics Dan Work Engagement Sebagai Variabel Intervening | Prayogi... doi.org/10.30596/jimb.v22i1.6664Job Outcome Job Involment Job Characteristics Dan Work Engagement Sebagai Variabel Intervening Prayogi doi 10 30596 jimb v22i1 6664
  2. Pengaruh Pelatihan Kerja, Motivasi Kerja, dan Employee Engagement Terhadap Kinerja Tenaga Ahli Fraksi... journal.ibs.ac.id/index.php/JEMP/article/view/344Pengaruh Pelatihan Kerja Motivasi Kerja dan Employee Engagement Terhadap Kinerja Tenaga Ahli Fraksi journal ibs ac index php JEMP article view 344
Read online
File size259.3 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test