MKRIMKRI
Jurnal KonstitusiJurnal KonstitusiArtikel ini membahas kemungkinan untuk Mahkamah Agung menjalankan fungsi sebagai peradilan konstitusional. Argumen yang diajukan adalah Mahkamah Agung harus memegang kewenangan yang sama dengan Mahkamah Konstitusi dalam menguji konstitusionalitas undang-undang. Perbedaannya adalah, Mahkamah Konstitusi memiliki kewenangan untuk membatalkan undang-undang yang bertentangan dengan konstitusi, sementara Mahkamah Agung tidak memiliki kewenangan itu. Dalam menguji konstitusionalitas undang-undang, Mahkamah Agung bertindak sebagai peradilan biasa yang memeriksa perkara atau kasus konkret, bukan perkara atau kasus abstrak. Dengan demikian, praktik ini memiliki kesamaan dengan praktik Mahkamah Agung Amerika Serikat, ketimbang praktik Mahkamah Konstitusi. Untuk mendukung argumen ini maka asas praduga konstitusional seharusnya tidak berlaku bagi Mahkamah Agung.
Tulisan ini menegaskan pentingnya kolaborasi Mahkamah Agung bersama Mahkamah Konstitusi dalam menguji konstitusionalitas undang-undang melalui mekanisme konkrit untuk mewujudkan negara konstitusional yang ideal.Asas praduga konstitusional seharusnya tidak mengikat Mahkamah Agung sehingga hakim dapat menolak penerapan undang-undang yang dinilai bertentangan dengan konstitusi walaupun undang-undang tersebut pernah dinyatakan konstitusional oleh Mahkamah Konstitusi.Pelibatan aktif Mahkamah Agung dalam fungsi peradilan konstitusional diyakini akan memperkuat penerapan supremasi konstitusi dan menjaga kualitas produk hukum agar konsisten dengan nilai-nilai fundamental konstitusional.
Saran penelitian selanjutnya dapat diarahkan pada tiga topik inti. Pertama, studi empiris tentang konsistensi putusan Mahkamah Agung dalam pengujian konkrit konstitusionalitas undang-undang dapat dilakukan dengan menganalisis rentetan kasus untuk menguraikan pola penafsiran hakim, tantangan implementasi, dan faktor-faktor institusional yang memengaruhi hasil pengujian. Kedua, penelitian komparatif antara mekanisme concrete review di Indonesia dan praktik judicial review di Amerika Serikat akan membantu menyusun kerangka prosedur yang lebih sistematis dan transparan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap supremasi konstitusi dan kepastian hukum. Ketiga, riset mengenai program peningkatan kapasitas hakim dalam pemahaman konstitusional melalui pelatihan dan kurikulum pendidikan dapat dirancang sebagai survei dan evaluasi kebutuhan pelatihan empiris untuk merumuskan modul pembelajaran yang relevan, sehingga hakim memiliki landasan teoritis dan praktis yang kuat dalam menjalankan fungsi peradilan konstitusional. Kajian ini juga dapat menelaah persepsi masyarakat terhadap putusan konkrit Mahkamah Agung untuk mengetahui tingkat kepercayaan publik dan efektivitas penerapan nilai konstitusional dalam kehidupan sehari-hari. Dengan ketiga arah studi ini diharapkan tersusun rekomendasi kebijakan dan kerangka kerja yang konkret bagi penguatan peran Mahkamah Agung dalam mewujudkan prinsip supremasi konstitusi di Indonesia.
| File size | 415.77 KB |
| Pages | 22 |
| Short Link | https://juris.id/p-Ck |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UNIPAUNIPA Penggunaan areal untuk membangun areal pembibitan dilakukan pada hak milik anggota kelompok. Keterlibatan stakeholder sangat berperan dalam mendukung realisasiPenggunaan areal untuk membangun areal pembibitan dilakukan pada hak milik anggota kelompok. Keterlibatan stakeholder sangat berperan dalam mendukung realisasi
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Hal tersebut dikarenakan sebagai ahli waris yang mengikuti hukum waris bali, ahli waris harus mempunyai tanggung jawab untuk mengurus segala kewajibanHal tersebut dikarenakan sebagai ahli waris yang mengikuti hukum waris bali, ahli waris harus mempunyai tanggung jawab untuk mengurus segala kewajiban
IPTSIPTS Penggunaan metode penelitian adalah penelitian deskriptif kualitaif dengan pendekatan ethnography. Kajiannya menunjukkan bahwa upacara tradisi MangulosiPenggunaan metode penelitian adalah penelitian deskriptif kualitaif dengan pendekatan ethnography. Kajiannya menunjukkan bahwa upacara tradisi Mangulosi
IPTSIPTS Mahasiswa dinilai sopan, santun, dan memiliki semangat belajar tinggi, meskipun keterlibatan mereka dalam kegiatan sosial masih terbatas. Hubungan sosialMahasiswa dinilai sopan, santun, dan memiliki semangat belajar tinggi, meskipun keterlibatan mereka dalam kegiatan sosial masih terbatas. Hubungan sosial
IPTSIPTS Pandangan Masyarakat adat tentang kedudukan anak Perempuan dalam harta warisan di Desa Situmba Julu Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan sangatPandangan Masyarakat adat tentang kedudukan anak Perempuan dalam harta warisan di Desa Situmba Julu Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan sangat
UNISKA BJMUNISKA BJM Populasi dalam penelitian ini adalah 313.096 orang dengan sampel sebesar 399 orang. Data ini diambil dari seluruh masyarakat Kota Jambi yang telah melakukanPopulasi dalam penelitian ini adalah 313.096 orang dengan sampel sebesar 399 orang. Data ini diambil dari seluruh masyarakat Kota Jambi yang telah melakukan
PENERBITPENERBIT (3) Upakara dan Upacara di Pura Dalem Taak persiapan ritual pada saat prosesi upacara yang akan dilaksanakan di Pura Dalem Taak. Prosesi yadnya yang dilaksanakan(3) Upakara dan Upacara di Pura Dalem Taak persiapan ritual pada saat prosesi upacara yang akan dilaksanakan di Pura Dalem Taak. Prosesi yadnya yang dilaksanakan
UMAUMA Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini ingin menganalisis Persepsi masyarakat terhadap Kinerja Pelayanan dalam P3CKDK di KabupatenBerdasarkan permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini ingin menganalisis Persepsi masyarakat terhadap Kinerja Pelayanan dalam P3CKDK di Kabupaten
Useful /
UNIPAUNIPA Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis kelelawar pemakan buah yang ditemukan yaitu: Nyctimene albiventer, Rousettus amplexicaudatus, danHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis kelelawar pemakan buah yang ditemukan yaitu: Nyctimene albiventer, Rousettus amplexicaudatus, dan
POLBANPOLBAN Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan merealisasikan sebuah sistem pemantauan aktivitas dan kelelahan otot yang portabel, efisien dalam penggunaanPenelitian ini bertujuan untuk merancang dan merealisasikan sebuah sistem pemantauan aktivitas dan kelelahan otot yang portabel, efisien dalam penggunaan
MKRIMKRI Akan tetapi, peraturan itu belum juga diubah sampai sekarang padahal berbagai putusan Mahkamah Konstitusi telah menentukan beberapa hal yang terkait denganAkan tetapi, peraturan itu belum juga diubah sampai sekarang padahal berbagai putusan Mahkamah Konstitusi telah menentukan beberapa hal yang terkait dengan
MKRIMKRI Hasil analisis yang diperoleh antara lain pertama, keharusan pemberitahuan SPDP kepada tersangka, korban, dan penuntut umum menunjukkan adanya pergeseranHasil analisis yang diperoleh antara lain pertama, keharusan pemberitahuan SPDP kepada tersangka, korban, dan penuntut umum menunjukkan adanya pergeseran