MKRIMKRI
Jurnal KonstitusiJurnal KonstitusiKorupsi musuh bersama yang harus diberantas sampai dengan akarnya. Putusan MK No. 003/PUU-IV/2006 dan No. 025/PUU-XIV/2016 mempengaruhi pemberantasan korupsi, karena dengan kedua putusan tersebut tindak pidana korupsi sulit dibuktikan. Terjadi perbedaan penerapan asas legalitas berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi dan yurisprudensi. Putusan Mahkamah Konstitusi menerapkan asas legalitas formil sedangkan yurisprudensi mengembangkan asas legalitas materiil. Legalitas formil mencegah perlakuan kesewenang-wenangan penguasa, sedangkan legalitas materiil mengakomodir hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang dari bangsa Indonesia sendiri. Putusan Mahkamah Konstitusi berperan sebagai pengontrol penerapan hukum kebiasaan sebagai dasar pemidanaan.
025/PUU-XIV/2016 memperkuat kedudukan asas legalitas secara formal, yang menyebabkan penegakan tindak pidana korupsi menjadi lebih sulit.Namun, perkembangan yurisprudensi menunjukkan pergeseran menuju penerapan asas legalitas materiil untuk mengakomodasi hukum kebiasaan yang hidup di masyarakat.Oleh karena itu, model asas legalitas formil‑materiil dengan syarat khusus (kasuistis, berlaku bagi orang tertentu, diakui masyarakat adat, dan memerlukan kehati‑hatian hakim) diperlukan untuk mencapai keadilan substantif dalam penegakan hukum pidana di Indonesia.
Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi empiris untuk mengukur dampak perbedaan penerapan asas legalitas formal dan materiil terhadap tingkat keberhasilan convicti pada kasus korupsi setelah putusan MK 003/PUU-IV/2006 dan 025/PUU-XIV/2016, dengan mengumpulkan data persidangan dan analisis statistik guna menilai efektivitas masing‑misi model. Selanjutnya, diperlukan kajian komparatif lintas provinsi mengenai cara integrasi hukum kebiasaan ke dalam sistem hukum pidana, terutama mengidentifikasi variasi praktik adat yang diakui dan implikasinya terhadap penegakan asas legalitas materiil, sehingga dapat merumuskan pedoman harmonisasi hukum formal dan tidak tertulis. Terakhir, penelitian kualitatif yang menelusuri persepsi hakim, jaksa, dan aparat penegak hukum terhadap penerapan model legalitas formil‑materiil dapat mengungkap tantangan praktis, khususnya terkait kehati‑hatian hakim dan risiko ketidakpastian hukum, serta mengusulkan mekanisme pelatihan atau reformasi prosedural untuk memastikan keadilan substantif tercapai.
| File size | 437.69 KB |
| Pages | 22 |
| Short Link | https://juris.id/p-Ch |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKUUNIKU Nilai indeks Shannon-wiener serangga pada lahan tanaman cabai adalah yaitu 2. Didapatkan 6 peran ekologis serangga yang ditemukan dan teridentifikasi yaituNilai indeks Shannon-wiener serangga pada lahan tanaman cabai adalah yaitu 2. Didapatkan 6 peran ekologis serangga yang ditemukan dan teridentifikasi yaitu
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Namun, dalam peraturan dan undang-undang yang sudah ditetapkan terdapat pemikiran yang menganggap Pemerintah hanya mengakui Masyarakat Hukum Adat dan tidakNamun, dalam peraturan dan undang-undang yang sudah ditetapkan terdapat pemikiran yang menganggap Pemerintah hanya mengakui Masyarakat Hukum Adat dan tidak
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan edukasi. Hasil kegiatan ini adalah program di bidang pendidikan meliputi kelas calistung & literasiMetode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan edukasi. Hasil kegiatan ini adalah program di bidang pendidikan meliputi kelas calistung & literasi
STTSIMPSONSTTSIMPSON Ketiga, tujuan akhir komunitas shalom adalah pencapaian keadilan, kasih, rekonsiliasi, dan harapan untuk masa depan. Pertama, refleksi teologis tentangKetiga, tujuan akhir komunitas shalom adalah pencapaian keadilan, kasih, rekonsiliasi, dan harapan untuk masa depan. Pertama, refleksi teologis tentang
UNDIPUNDIP Latar Belakang: Suku Badjao, kelompok maritim nomaden di Asia Tenggara, menghadapi kerentanan yang meningkat selama krisis kesehatan masyarakat karenaLatar Belakang: Suku Badjao, kelompok maritim nomaden di Asia Tenggara, menghadapi kerentanan yang meningkat selama krisis kesehatan masyarakat karena
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Namun, kedamaian dan harmoni ini berubah menjadi konflik, permusuhan, dan diskriminasi, yang dipicu oleh elite politik yang menggunakan agama melalui politikNamun, kedamaian dan harmoni ini berubah menjadi konflik, permusuhan, dan diskriminasi, yang dipicu oleh elite politik yang menggunakan agama melalui politik
UNHASUNHAS Data yang digunakan merupakan bahan hukum primer yang diperoleh dari peraturan terkait dan bahan hukum sekunder yang diperoleh dari berbagai literaturData yang digunakan merupakan bahan hukum primer yang diperoleh dari peraturan terkait dan bahan hukum sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur
UNSIQUNSIQ Dampak positifnya adalah menciptakan masyarakat yang eko-kreatif, menurunkan pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sungai Itik.Dampak positifnya adalah menciptakan masyarakat yang eko-kreatif, menurunkan pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sungai Itik.
Useful /
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mbok Wilis memiliki semangat yang tinggi, tidak pernah menyerah, peduli terhadap orang lain, mudah percaya, cepatHasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mbok Wilis memiliki semangat yang tinggi, tidak pernah menyerah, peduli terhadap orang lain, mudah percaya, cepat
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Lewis, yaitu storge (cinta keluarga), philias (cinta persahabatan), dan eros (cinta romantis), yang masing-masing terwujud melalui hubungan antar karakterLewis, yaitu storge (cinta keluarga), philias (cinta persahabatan), dan eros (cinta romantis), yang masing-masing terwujud melalui hubungan antar karakter
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Faktor yang mempengaruhi adalah perubahan peran Tali Tigo Sapilin dalam pembangunan dan peran Ninik Mamak dalam kepemilikan tanah. Pewarisan nilai budayaFaktor yang mempengaruhi adalah perubahan peran Tali Tigo Sapilin dalam pembangunan dan peran Ninik Mamak dalam kepemilikan tanah. Pewarisan nilai budaya
UNHASUNHAS Meskipun terdapat cukup banyak instrumen hukum yang membenarkan tindakan dalam menangani masalah limbah, Indonesia masih berjuang untuk secara efektifMeskipun terdapat cukup banyak instrumen hukum yang membenarkan tindakan dalam menangani masalah limbah, Indonesia masih berjuang untuk secara efektif