STAIN KEPRISTAIN KEPRI
PERADAPERADAMasyarakat Indonesia telah hidup berdampingan dalam konteks sosial-keagamaan yang damai, penuh toleransi dalam kerangka keberagaman, dan mengedepankan nilai-nilai religius. Namun, kedamaian dan harmoni ini berubah menjadi konflik, permusuhan, dan diskriminasi, yang dipicu oleh elite politik yang menggunakan agama melalui politik identitas dan politisasi agama untuk meraih kekuasaan dalam pemilihan legislatif dan presiden 2019, yang bermula dari percikan api pada Pilkada DKI 2017. Artikel ini menggunakan metode etnografi virtual kualitatif dan tinjauan literatur dalam memperoleh data utama yang bersumber dari hasil pencarian, pengumpulan, dan pengolahan enam puluh jurnal ilmiah nasional dan internasional bereputasi, situs berita daring umum dan berbasis agama, hingga platform media sosial. Media digital telah menjadi arena pertarungan yang melegitimasi narasi politisasi agama dan politik identitas yang pada akhirnya mengarah pada gejolak sosial bernuansa politik dan agama, sehingga diperlukan serangkaian strategi oleh pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat plural yang peduli terhadap kondisi ini dalam memoderasi dunia digital serta literasi keagamaan lintas budaya berbasis digitalisasi berupa konten positif-inklusif yang masif dan memiliki arus besar sehingga mengagungkan narasi politik kemanusiaan yang menjadi semangat politik hingga akhirnya tercipta iklim media sosial dan digital yang menenangkan tanpa adanya tendensi negatif yang menjadi bibit diskriminasi dan konflik saat pemilihan tiba.
Moderasi di dunia digital adalah solusi alternatif krusial untuk mengatasi politisasi agama dan diskriminasi kelompok minoritas menjelang tahun politik 2024, mengingat tantangan masyarakat dalam menyaring banjir informasi negatif.Pendekatan hukum belum optimal, sehingga diperlukan langkah edukasi dan pedagogis, serta gerakan literasi keagamaan lintas budaya berbasis digitalisasi untuk membentuk filter sosial yang membentengi masyarakat dari narasi politisasi agama yang membahayakan demokrasi.Kolaborasi seluruh elemen bangsa, dari pemerintah hingga komunitas agama moderat, harus diperkuat untuk mengimplementasikan politik kemanusiaan ala KH.Abdurrahman Wahid yang mengedepankan nilai-nilai sakral agama, keadilan, penghormatan, dan hak asasi manusia demi terciptanya harmoni sosial.
Penelitian ini telah mengidentifikasi tantangan serius terkait politisasi agama dan diskriminasi kelompok minoritas di ranah digital menjelang tahun politik. Untuk memperdalam pemahaman dan mencari solusi konkret, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan kajian komprehensif mengenai efektivitas berbagai program literasi digital dan strategi penyebaran konten moderasi agama yang sudah ada. Bagaimana konten-konten inklusif dapat dirancang agar lebih menarik dan memiliki daya sebar yang masif, mampu menandingi narasi provokatif yang cenderung viral di platform media sosial? Studi ini dapat menganalisis karakteristik konten moderat yang berhasil mencapai audiens luas dan mengidentifikasi faktor-faktor algoritmik atau psikologis yang mendukung viralisasinya. Kedua, penting untuk mendalami pengalaman langsung dan mekanisme ketahanan sosial yang dikembangkan oleh kelompok minoritas yang menjadi sasaran diskriminasi. Penelitian kualitatif, seperti wawancara mendalam atau studi etnografi, dapat mengungkap dampak personal, strategi adaptasi, dan harapan mereka terhadap upaya mereduksi politisasi agama. Bagaimana mereka menghadapi tekanan, membangun solidaritas internal, dan berinteraksi dengan komunitas yang lebih luas dalam konteks digital yang penuh tantangan? Ketiga, perlu adanya analisis sistematis terhadap jaringan aktor politik, buzzer, dan pemilik modal yang terlibat dalam produksi serta diseminasi narasi politisasi agama di media digital. Mengidentifikasi pola pendanaan, struktur organisasi, dan modus operandi mereka akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arsitektur penyebaran disinformasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan landasan kuat bagi pengembangan kebijakan dan strategi intervensi yang lebih tepat sasaran guna menjaga demokrasi yang sehat dan iklim sosial yang harmonis.
| File size | 1013.53 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keberadaan komunikasi lintas budaya melalui literatur dalam pembelajaran BIPA. Data penelitian berupaTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keberadaan komunikasi lintas budaya melalui literatur dalam pembelajaran BIPA. Data penelitian berupa
UNISLAUNISLA Penelitian ini menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Asyafiiyah Batealit Jepara memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkanPenelitian ini menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Asyafiiyah Batealit Jepara memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Kedua, upaya Kiai dalam membentuk sikap moderasi santri melibatkan pengkajian kitab kuning dan penekanan pada kurikulum. Ketiga, implementasi kepemimpinanKedua, upaya Kiai dalam membentuk sikap moderasi santri melibatkan pengkajian kitab kuning dan penekanan pada kurikulum. Ketiga, implementasi kepemimpinan
ACADEMICAREVIEWACADEMICAREVIEW Guru PAI di Idi Rayeuk menghadapi tantangan kompleks dalam menanamkan nilai-nilai moderasi agama, seperti pengaruh media sosial, lingkungan sosial konservatif,Guru PAI di Idi Rayeuk menghadapi tantangan kompleks dalam menanamkan nilai-nilai moderasi agama, seperti pengaruh media sosial, lingkungan sosial konservatif,
UNIKUUNIKU Cabai merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kebutuhan cabai meningkat tiap tahunnya sejalan dengan meningkatnya jumlahCabai merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kebutuhan cabai meningkat tiap tahunnya sejalan dengan meningkatnya jumlah
JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI Pemikiran dakwah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mencerminkan prinsip Islam wasatiyyah yang menekankan keseimbangan antara ilmu agama, ilmu kemanusiaan,Pemikiran dakwah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mencerminkan prinsip Islam wasatiyyah yang menekankan keseimbangan antara ilmu agama, ilmu kemanusiaan,
ARITEKINARITEKIN Kebijakan ini mendorong industri migas untuk mengadopsi teknologi rendah karbon, diversifikasi energi, dan meningkatkan efisiensi operasional. PerusahaanKebijakan ini mendorong industri migas untuk mengadopsi teknologi rendah karbon, diversifikasi energi, dan meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Pemaknaan yang terbatas ini sudah tidak bisa dipertahankan lagi, karena konteks sosial, ekonomi, maupun politik di era modern-kontemporer sudah berubah.Pemaknaan yang terbatas ini sudah tidak bisa dipertahankan lagi, karena konteks sosial, ekonomi, maupun politik di era modern-kontemporer sudah berubah.
Useful /
IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL Menjadi bahagia merupakan keinginan yang dimiliki setiap individu di dunia ini, termasuk generasi milenial. Generasi milenial memberikan pengaruh positifMenjadi bahagia merupakan keinginan yang dimiliki setiap individu di dunia ini, termasuk generasi milenial. Generasi milenial memberikan pengaruh positif
IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL Hasil analisis menunjukkan keberagaman tipe dan bentuk alih kode serta campur kode yang dipengaruhi oleh faktor humor, penguasaan kosakata, kebiasaan,Hasil analisis menunjukkan keberagaman tipe dan bentuk alih kode serta campur kode yang dipengaruhi oleh faktor humor, penguasaan kosakata, kebiasaan,
IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima prinsip Islam—tawhid, keseimbangan, kehendak bebas,Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima prinsip Islam—tawhid, keseimbangan, kehendak bebas,
UICUIC Pada Minggu-5 Jumlah Daun perlakuan Zo 4. 25, ZoB1 11. 5, ZoB2 8. 25 dan ZoB3 8. Jumlah Daun tertinggi yaitu pada Minggu-5 perlakuan ZoB1 sebesar 11. PenelitianPada Minggu-5 Jumlah Daun perlakuan Zo 4. 25, ZoB1 11. 5, ZoB2 8. 25 dan ZoB3 8. Jumlah Daun tertinggi yaitu pada Minggu-5 perlakuan ZoB1 sebesar 11. Penelitian