IAINPTKIAINPTK
Journal of Islamic LawJournal of Islamic LawAspek krusial dalam kajian hukum ketatanegaraan Indonesia yang sering diabaikan adalah dialektika antara wahyu (agama) dan konstitusi (negara). Interaksi ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dasar pemikiran para perumus bangsa dalam membentuk hukum konstitusi, serta memberikan perspektif kritis terhadap kolonialisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran politik-hukum Muhammad Yamin dengan mengungkap bagaimana interaksi antara wahyu dan konstitusi mengonstruksi gagasannya mengenai dasar dan kedaulatan negara Indonesia. Melalui analisis tekstual terhadap dokumen-dokumen historis, penelitian ini menempatkan pemikiran Yamin dalam konteks yang lebih luas dari proses perumusan konstitusi sebagai bagian dari perlawanan intelektual terhadap hegemoni kolonial. Temuan ini mengungkap bahwa konsep fikih kedaulatan Yamin, yang berakar pada prinsip syūrā dalam Islam, merupakan suatu ijtihad sosio-politik yang secara sistematis mengkritik Uni Indonesia-Belanda. Selain itu, konsep tersebut secara jelas mengartikulasikan gagasannya tentang pembanding, yang merupakan cikal bakal konseptual dari uji materiil (judicial review). Secara teoretis, studi ini memperluas cakupan fikih sosio-politik dalam wacana ketatanegaraan kontemporer.
Fikih kedaulatan dalam pemikiran politik-hukum Yamin merupakan kerangka konseptual yang muncul dari integrasi nilai-nilai Islam, tradisi adat lokal, dan prinsip-prinsip konstitusionalisme modern, direfleksikan dalam lima prinsip dasar negara.nasionalisme, kemanusiaan, ketuhanan, kedaulatan rakyat, dan kesejahteraan sosial.Konsep ini berfungsi sebagai ijtihad sosio-politik yang mengkritik dominasi kolonial, khususnya melalui penolakan terhadap Uni Indonesia-Belanda dan penciptaan institusi pembanding sebagai mekanisme pengujian konstitusional terhadap undang-undang berdasarkan syariah, adat, dan konstitusi.Fikih kedaulatan Yamin secara mendasar meletakkan hukum dalam kerangka teologis, sosiologis, dan politis yang menjadi fondasi sistem hukum Indonesia yang adil, demokratis, dan berdaulat.
Penelitian selanjutnya dapat menggali naskah-naskah pribadi, surat-menyurat, dan arsip tak terbitkan Muhammad Yamin yang masih belum dieksplorasi untuk memahami perkembangan gagasannya secara lebih mendalam. Selain itu, penting untuk memposisikan pemikiran Yamin dalam jaringan intelektual Islam global pada masanya, misalnya dengan membandingkan cara ia mengintegrasikan syūrā dan kedaulatan rakyat dengan para pemikir lain seperti Muhammad Abduh atau Rifaah al-Tahtawi. Terakhir, studi komparatif yang sistematis antara Yamin dan tokoh pendiri lain seperti Mohammad Natsir, Mohammad Hatta, atau Soekarno bisa mengungkap bagaimana konfigurasi ideologis hukum berbeda di antara para perumus negara, dan bagaimana masing-masing membangun legitimasi konstitusional berdasarkan nilai agama, budaya, dan modernitas yang berbeda—sehingga memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana hukum negara dibentuk bukan hanya oleh dokumen resmi, tetapi oleh perdebatan intelektual yang kompleks di baliknya.
- Transformation of Shariah Economic Justice: Ethical and Utility Perspectives in the framework of Maqashid... doi.org/10.30631/alrisalah.v24i1.1467Transformation of Shariah Economic Justice Ethical and Utility Perspectives in the framework of Maqashid doi 10 30631 alrisalah v24i1 1467
- Legal Foundations for Inclusive Halal Tourism in West Java: Between Constitutional Principles and Practical... doi.org/10.18592/sjhp.v24i2.15513Legal Foundations for Inclusive Halal Tourism in West Java Between Constitutional Principles and Practical doi 10 18592 sjhp v24i2 15513
- Rethinking constitutional ordering in an era of legal and ideological pluralism | International Journal... doi.org/10.1093/icon/mon023Rethinking constitutional ordering in an era of legal and ideological pluralism International Journal doi 10 1093 icon mon023
- . doi.org/10.5553/RdW/138064242016037003002doi 10 5553 RdW 138064242016037003002
- One moment, please.... moment please wait request verified doi.org/10.22437/ujh.3.2.341-375One moment please moment please wait request verified doi 10 22437 ujh 3 2 341 375
| File size | 884.94 KB |
| Pages | 29 |
| DMCA | Report |
Related /
INKADHAINKADHA Nurcholish Madjid menekankan pendidikan pluralisme sebagai bentuk pendidikan nilai yang menumbuhkan persahabatan antar-siswa berbagai suku, ras, dan agama.Nurcholish Madjid menekankan pendidikan pluralisme sebagai bentuk pendidikan nilai yang menumbuhkan persahabatan antar-siswa berbagai suku, ras, dan agama.
WALIDEMINSTITUTEWALIDEMINSTITUTE Terakhir, sebaiknya dikembangkan studi perbandingan antara SMK Muhammadiyah dengan sekolah vokasional non-keagamaan untuk melihat perbedaan signifikanTerakhir, sebaiknya dikembangkan studi perbandingan antara SMK Muhammadiyah dengan sekolah vokasional non-keagamaan untuk melihat perbedaan signifikan
AZZUKHRUFCENDIKIAAZZUKHRUFCENDIKIA Responden tidak dibimbing secara rinci, sehingga ada kemungkinan subjektivitas dalam jawaban dan kendala dalam menunggu konfirmasi. Penelitian ini menyimpulkanResponden tidak dibimbing secara rinci, sehingga ada kemungkinan subjektivitas dalam jawaban dan kendala dalam menunggu konfirmasi. Penelitian ini menyimpulkan
STAINU MALANGSTAINU MALANG Anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan seluruh potensinya, yaitu aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian. Agama merupakanAnak memiliki kesempatan untuk mengembangkan seluruh potensinya, yaitu aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian. Agama merupakan
GRAHAKAROMAHGRAHAKAROMAH Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai spiritual Islam dengan praktik medis modern menawarkan potensi besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai spiritual Islam dengan praktik medis modern menawarkan potensi besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,
UNIPEMUNIPEM Namun, kinerjanya belum optimal sehingga masih terdapat ruang untuk peningkatan, khususnya dalam dimensi keadilan dan investasi sektor riil. SementaraNamun, kinerjanya belum optimal sehingga masih terdapat ruang untuk peningkatan, khususnya dalam dimensi keadilan dan investasi sektor riil. Sementara
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Analisis maqāṣid al-sharīʿah dalam kerangka sistem hukum kontemporer menyoroti potensinya yang signifikan untuk berkontribusi pada perlindungan hak-hakAnalisis maqāṣid al-sharīʿah dalam kerangka sistem hukum kontemporer menyoroti potensinya yang signifikan untuk berkontribusi pada perlindungan hak-hak
MAHAPRAJNASTABMAHAPRAJNASTAB Ekonomi Buddhis menekankan pentingnya moralitas dan menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun makhluk lain. Kekayaan bukanlah tujuan akhir,Ekonomi Buddhis menekankan pentingnya moralitas dan menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun makhluk lain. Kekayaan bukanlah tujuan akhir,
Useful /
UNIVGRESIKUNIVGRESIK Total Assets Turnover dan Dividend Payout Ratio berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba secara individual, namun Current Ratio, Net Profit Margin,Total Assets Turnover dan Dividend Payout Ratio berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba secara individual, namun Current Ratio, Net Profit Margin,
IAINPTKIAINPTK Penentuan arah kiblat merupakan kewajiban normatif dalam syariat Islam, namun dalam konteks masyarakat minoritas praktik tersebut kerap berhadapan denganPenentuan arah kiblat merupakan kewajiban normatif dalam syariat Islam, namun dalam konteks masyarakat minoritas praktik tersebut kerap berhadapan dengan
IAINPTKIAINPTK Penelitian ini menunjukkan bahwa media digital tidak sekadar berfungsi sebagai saluran informasi, tetapi sebagai aktor diskursif yang aktif dalam membentuk,Penelitian ini menunjukkan bahwa media digital tidak sekadar berfungsi sebagai saluran informasi, tetapi sebagai aktor diskursif yang aktif dalam membentuk,
INKADHAINKADHA Penelitian pustaka ini menemukan: pertama, perbedaan muncul karena ulama memandang sighat amar secara beragam; kedua, sebagian ulama menganggap qarinahPenelitian pustaka ini menemukan: pertama, perbedaan muncul karena ulama memandang sighat amar secara beragam; kedua, sebagian ulama menganggap qarinah