UNMAUNMA

Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio KeagamaanKaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis pemikiran, tentang manajemen lembaga pendidikan Islam aspek kompetemsi sumber daya manusia. Tujuan penelitian memberikan problem solving atas permasalahan pada manajemen lembaga pendidikan Islam berdasarkan teori ilmu pengetahuan, agar menjadi manajemen yang eligible untuk menghasilkan esensi yang akan dicapai. Teori Caturalektis menjadi solusi bagi manajemen Lembaga Pendidikan Islam dalam pengembangan dan pengelolaannya yang hanya berdasarkan pengalaman alamiyah seseorang tanpa ada teori keilmuan. Terjadinya ketimpangan terhadap kompetensi pendidik yang berakibat pada problem lack of vision, split personality dan persoalan nilai-nilai yang terabaikan, ini merupakan salah satu faktor dari persoalan manajemen sumber daya manusia yang bermasalah, padahal nilai-nilai pondok itu sebagai dasar dari pembentukan visi, misi, tujuan dan kegiatan lembaga oendidikan Islam. Solusi permasalahan tersebut dengan diaplikansinya caturalektis dalam tersebut sebagai solusi dan dapat pengembangan dimanfaatkan oleh pengurus di lembaga pendidikan Islam yang lain. Interconnected Entities Theory Amin Abdullah merupakan solusi yang tepat dan rasional untuk pengembangan manajemen lembaga pendidikan Islam dengan pengembangan Caturalektis, untuk membentuk manajemen yang eligible. Target esensi yang akan dicapai melalui: Hadharah an-nashi adalah tauhid kepada Allah melalui Pengasuhan yang baik, hadharah al-ilmi adalah kompetensi guru melalui Pendidikan dan Pengajaran yang baik, hadharah falsafiyah adalah etika sosial dan karakteristik universal melalui pendekatan kemasyarakatan dan perekonomian lembaga yang baik.

Penelitian menunjukkan bahwa penerapan Caturalektis dalam manajemen Lembaga Pendidikan Islam dapat menyelesaikan masalah kompetensi SDM, lack of vision, dan split personality dengan mengintegrasikan hadharah an‑nashi, al‑ilmi, falsafiyah, dan istiqrariyah pada tahap perencanaan, penempatan, pengembangan, dan evaluasi.Dengan menetapkan target mikro, makro, dan esensi pada masing‑masing hadharah, lembaga dapat mencapai visi yang visioner, kompetensi guru yang baik, serta etika sosial dan konsistensi organisasi.Model Caturalektis bersifat transferabel dan dapat diaplikasikan pada lembaga pendidikan Islam lain dengan kondisi serupa, sehingga menjadi solusi manajemen yang eligible.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana penerapan Caturalektis memengaruhi motivasi dan kepuasan kerja guru di berbagai jenis pesantren, dengan merumuskan pertanyaan penelitian seperti: Bagaimana Caturalektis memengaruhi motivasi guru pada pesantren tradisional versus modern?; selanjutnya, dapat dieksplorasi peran hadharah istiqrariyah sebagai pengendali konsistensi keputusan manajerial, dengan pertanyaan: Sejauh mana integrasi hadharah istiqrariyah meningkatkan konsistensi kebijakan manajemen lembaga pendidikan Islam selama periode tertentu?; terakhir, penelitian dapat menguji kemampuan transferabilitas model Caturalektis ke konteks sekolah swasta non‑Islam, mengajukan pertanyaan: Apakah model Caturalektis dapat diadaptasi secara efektif pada sekolah swasta sekuler untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia?. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut diharapkan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang efektivitas, adaptabilitas, dan batasan model Caturalektis, serta memberikan dasar empiris bagi pengembangan kebijakan manajemen pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

  1. HUMAN RESOURCE MANAGEMENT AND INDUSTRIAL RELATIONS[1] - Guest - 1987 - Journal of Management Studies... doi.org/10.1111/j.1467-6486.1987.tb00460.xHUMAN RESOURCE MANAGEMENT AND INDUSTRIAL RELATIONS 1 Guest 1987 Journal of Management Studies doi 10 1111 j 1467 6486 1987 tb00460 x
Read online
File size358.42 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test