STFTKIJNESTFTKIJNE

MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual

Iri hati atau dengki adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan baik prestasi, kekuasaan atau lainnya mengingini apa yang dimiliki oleh orang lain agar menjadi miliknya. Kisah tentang seseorang yang merasakan iri hati kepada sesamanya terdapar juga adalam kisah di dalam Alkitab Perjanjian Baru, yakni: Kisah Para Rasul 5:1-11. Diceritakan tentang Ananias dan Safira yang melakukan penipuan terhadap Petrus dan rasul-rasul yang lain pada Jemaat mula-mula. Ananias dan Safira merupakan anggota Jemaat yang taat beribadah dan memberikan apa yang dipunyai kepada sesama. Tindakan mereka selalu dipuji, sehingga menyebabkan mereka merasa tinggi hati. Perasaan ini mengakibatkan mereka merasa tersaingi ketika Barnabas, juga keturunan suku Lewi, memberikan persembahan persepuluhan kepada para rasul. Dari sinilah muncul iri hati Ananias dan Safira terhadap Barnabas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan arti iri hati menurut Kisah Para Rasul 5:1-11 dan mengetahui dampaknya.

Iri hati adalah perasaan emosional yang tumbuh dari dalam diri seseorang kepada orang lain yang dilandasi oleh faktor-faktor tertentu sehingga menyebabkan seseorang memiliki keinginan untuk memiliki apa yang dimiliki orang lain.Dampak dari rasa iri hati yang timbul di dalam diri seseorang akan membawa ia kepada maut karena ia akan berurusan secara langsung dengan Tuhan yang mempunyai hidup ini.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak iri hati dalam konteks modern, khususnya di Tanah Papua. Bagaimana iri hati mempengaruhi perilaku dan hubungan antarindividu dalam masyarakat Papua saat ini? Apakah ada strategi atau intervensi yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak negatif iri hati dan meningkatkan rasa saling mengasihi dalam komunitas Kristen di Papua? Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran pemimpin gereja dalam mengarahkan jemaat untuk mengatasi iri hati dan mengembangkan sikap saling mengasihi. Bagaimana pemimpin gereja dapat berperan sebagai teladan dan pendamping dalam proses ini? Apakah ada metode atau pendekatan khusus yang dapat diterapkan dalam konteks Papua untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman jemaat tentang bahaya iri hati?.

Read online
File size499.11 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test