IAIN LHOKSEUMAWEIAIN LHOKSEUMAWE

Nahrasiyah: Journal of Aceh and Malay Archipelago HeritageNahrasiyah: Journal of Aceh and Malay Archipelago Heritage

Artikel ini memeriksa jaringan intelektual dan warisan manuskrip Shaykh Abd al-Qadir al-Mandili, seorang ulama asal South Tapanuli, Indonesia, yang menurunkan pengetahuannya di Malaysia dan Arab Saudi. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan perspektif historis, menggunakan semua karya yang ditulis dalam bahasa Melayu dengan tulisan Arab sebagai sumber primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dia menyebarkan ide reformis melalui pendidikan agama di Malaysia dan Haramain, serta menulis banyak kitab kuning. Ia membangun hubungan dengan berbagai ulama, menarik banyak santri di kedua negara tersebut. Semua santri beliau merupakan tokoh penting dalam mazhab Syafii dan Ahlus Sunnah. Selain itu, ia mempropagasi neo-sufisme dengan harmonisasi antara syariat dan sufisme, mendukung teori jaringan ulama Azyumardi Azra.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Abd al-Qadir al-Mandili secara aktif berpartisipasi dalam penyebaran ide reformis melalui pengajaran dan penulisan.Ia membangun jaringan intelektual dengan berbagai ulama di Mecca dan Medina, serta mempropagasi neo‑sufisme.Sebelum pergi ke Mecca, ia mengembangkan jaringan intelektual dengan ulama di Malaysia, di mana ia mempelajari pondok tradisional dan menulis banyak kitab kuning.Ia menjadi pusat jaringan ulama di dunia sunan, menegaskan peran pentingnya dalam memelihara dan memperkaya tradisi ilmu nusantara.

Artikel ini membuka ruang untuk penelitian lebih lanjut mengenai peran ulama Mandailing dalam penyebaran reformasi Islam di kawasan Malaysia dan Syiah, serta dampak interaksi mereka terhadap perkembangan pemikiran Islam lokal. Penelitian berikutnya dapat mengeksplorasi bagaimana karya manuskrip al-Mandili berkontribusi pada perkembangan sistem pendidikan pesantren di Malaysia, mengidentifikasi jejak kolonial dan modernitas dalam naskahnya. Selain itu, studi komparatif mengenai jaringan ulama Nusantara dengan jaringan ulama Afrika dan Timur Tengah dapat memperluas pemahaman tentang dinamika keilmuan lintas wilayah, menyoroti pola penyebaran ide reformis dan neo‑sufisme di era transnasional.

  1. Mandailing Ulama in Modern Malaysia: The Intellectual Network and Works of Shaykh ‘Abd al-Qādir... journal.uinsuna.ac.id/index.php/nahrasiyah/article/view/1906Mandailing Ulama in Modern Malaysia The Intellectual Network and Works of Shaykh AoAbd al QAdir journal uinsuna ac index php nahrasiyah article view 1906
Read online
File size1.44 MB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test