STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI

JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)

Minat belajar siswa merupakan faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Minat yang tinggi dapat meningkatkan motivasi siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar, sehingga berdampak positif pada hasil belajar. Make a Match adalah salah satu metode ini mengajak siswa untuk berkolaborasi dan berinteraksi dengan teman sekelasnya melalui permainan yang menyenangkan. Penelitian implementasi model pembelajaran make a match ini dilaksanakan untuk meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa. Metodologi penelitian yang digunakan peneliti kuantitatif. Peneliti menggunakan pre‑eksperimental design dengan One Group Pretest‑Postest Design, dan subjek kelas V SD. Sedangkan teknik pengambilan sampel dengan 24 siswa dalam satu kelas. Dengan hasil penelitian yang sudah berlangsung terdapat kesesuaian yang ada di kelas bahwa rata‑rata yang dicapai sebelum adanya model pembelajaran kooperatif tipe make a match ini menunjukkan rata‑rata nilai pre‑test 70,83 dan setelah menerapkan model pembelajaran ini, post‑test mendapatkan hasil nilai rata‑rata 90. Kesimpulannya bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match ini mempengaruhi minat belajar dan hasil belajar siswa kelas V SDN Grudo III Ngawi.

Model pembelajaran Make A Match secara signifikan meningkatkan minat belajar siswa dan menghasilkan peningkatan nilai rata‑rata dari 70,83 (pre‑test) menjadi 90 (post‑test).Analisis uji Paired Sample menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.Selain meningkatkan minat belajar, model ini juga berkontribusi pada peningkatan hasil belajar secara keseluruhan, menekankan pentingnya peran guru dalam implementasinya.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi kuasi‑eksperimental dengan grup kontrol untuk membandingkan efektivitas model Make A Match versus metode pembelajaran tradisional pada beberapa sekolah dasar, sehingga validitas internal dapat ditingkatkan. Selanjutnya, perlu dilakukan penelitian longitudinal yang memantau dampak model ini terhadap motivasi belajar dan prestasi akademik siswa selama setidaknya satu tahun ajaran, untuk mengetahui keberlanjutan efek positif yang telah diobservasi. Selain itu, integrasi teknologi digital, seperti aplikasi gamifikasi yang mendukung aktivitas Make A Match, dapat dieksplorasi dalam konteks sekolah dengan latar belakang sosial‑ekonomi beragam, guna menilai apakah penggunaan media digital memperkuat atau mengubah hasil belajar serta minat belajar siswa.

  1. Hubungan Keterampilan Mengajar Guru dengan Hasil Belajar IPS Murid UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang... ifrelresearch.org/index.php/jipsoshum-widyakarya/article/view/267Hubungan Keterampilan Mengajar Guru dengan Hasil Belajar IPS Murid UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang ifrelresearch index php jipsoshum widyakarya article view 267
  2. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN... doi.org/10.21107/nser.v2i1.5559PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN doi 10 21107 nser v2i1 5559
Read online
File size510.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test