UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Islam - TadrisJurnal Pendidikan Islam - Tadris

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Pendidikan Agama Islam dan spiritualitas dalam proses pemulihan pecandu narkoba dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Melalui pendekatan spiritual seperti dzikir, shalat, meditasi, dan introspeksi, pendidikan Islam memberikan dukungan emosional, meningkatkan kesehatan mental, serta memperkuat ketahanan psikologis pecandu. Beberapa negara seperti Uzbekistan, Amerika Serikat, dan Malaysia telah menerapkan pendekatan rehabilitasi berbasis spiritual yang terbukti efektif, dengan menyesuaikan nilai‑nilai lokal. Di Indonesia, metode Inabah yang diterapkan di pondok pesantren berhasil membantu ribuan pecandu dalam pemulihan mereka. Selain itu, penggunaan teknologi seperti aplikasi Virtual‑Inabah meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas terapi berbasis spiritual. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan dan pendekatan psiko‑spiritual Islam dapat meningkatkan kualitas hidup pecandu dan mengurangi risiko kekambuhan.

Hasil tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam serta pendekatan spiritual berperan penting dalam mendukung proses pemulihan pecandu narkoba, dimana praktik spiritual seperti dzikir, shalat, dan introspeksi memperkuat ketahanan mental dan spiritual mereka.Pendekatan ini tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga meningkatkan kesehatan emosional dan psikologis, terbukti efektif di negara‑negara seperti Uzbekistan, Amerika Serikat, dan Malaysia ketika disesuaikan dengan konteks budaya lokal.Di Indonesia, metode Inabah yang diterapkan di pondok pesantren seperti Suryalaya dan At‑Tauhid telah menunjukkan tingkat keberhasilan yang signifikan dalam rehabilitasi pecandu narkoba.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas jangka panjang program Virtual‑Inabah melalui studi kohort longitudinal yang melibatkan pengguna narkoba di daerah terpencil, sehingga dapat menilai dampak berkelanjutan pada tingkat kekambuhan. Selanjutnya, perlu dikaji perbandingan antara metode Inabah tradisional dengan pendekatan psikoterapi modern yang mengintegrasikan teknik kognitif‑behavioural, untuk mengetahui sinergi terbaik dalam meningkatkan ketahanan spiritual dan mental pecandu. Akhirnya, studi kualitatif mendalam tentang persepsi guru pondok pesantren dan keluarga terhadap peran nilai‑nilai sufistik dalam proses rehabilitasi dapat memberikan wawasan tentang faktor sosial‑kultural yang memperkuat atau menghambat keberhasilan program, sehingga kebijakan pendidikan agama dapat disesuaikan secara lebih tepat.

Read online
File size657.77 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test