STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKANJURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Examples non Examples terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VI SD GKPS 2 Pematangsiantar. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VI SD GKPS 2 Pematangsiantar yang terdiri dari satu kelas. Sampel penelitian diambil satu kelas yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh, yaitu kelas VI dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Examples non Examples. Instrumen dalam penelitian ini ada satu yaitu tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan empat option sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid. Dari hasil analisis data, diperoleh nilai‑nilai rata-rata pre‑test sebesar 64,7 dan pada post‑test diperoleh nilai sebesar 81,7. Setelah diberikan perlakuan pada kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Examples non Examples terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Pada hasil pengujian hipotesis diperoleh > 5,30 > 1,73 pada taraf signifikan = 0,05 hal ini berarti diterima dan tolak. Ada pengaruh akibat model pembelajaran kooperatif tipe Examples non Examples terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas VI SD GKPS 2 Pematangsiantar.
Hasil pembelajaran siswa dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dapat diperoleh nilai rata‑rata 64,7 dan setelah melakukan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Examples non Examples dapat diperoleh nilai siswa mengalami peningkatan dengan rata‑rata siswa 81,7.Secara umum peneliti menyimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Examples non Examples terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VI SD GKPS2 Pematangsiantar.
Berikutnya, peneliti dapat meneliti dampak jangka panjang penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Examples non Examples terhadap kemampuan berpikir logis siswa, dengan melakukan evaluasi secara berulang selama satu semester sekunder. Selanjutnya, peneliti dapat membandingkan efektivitas model ini dengan model pembelajaran lain seperti Picture and Picture pada subjek IPS, sehingga dapat ditentukan kombinasi model yang paling optimal untuk meningkatkan hasil belajar. Akhirnya, peneliti dapat mengkaji persepsi guru dan siswa terhadap proses pembelajaran ini, menggunakan metode kuesioner dan observasi partisipatif, untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan keberhasilan model tersebut.
| File size | 700.65 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Kesimpulan: model NHT secara signifikan meningkatkan ketuntasan hasil belajar fisika siswa kelas X di SMA Negeri Nibung. Model pembelajaran Number HeadKesimpulan: model NHT secara signifikan meningkatkan ketuntasan hasil belajar fisika siswa kelas X di SMA Negeri Nibung. Model pembelajaran Number Head
SARI MUTIARASARI MUTIARA Pengetahuan K3, sikap terhadap K3, ketersediaan fasilitas K3, serta peran dosen atau instruktur terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkatPengetahuan K3, sikap terhadap K3, ketersediaan fasilitas K3, serta peran dosen atau instruktur terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat
AFEKSIAFEKSI Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan aplikasi Anatest untuk menilai tingkat kesukaran, daya pembeda, fungsi distraktor, validitas butir,Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan aplikasi Anatest untuk menilai tingkat kesukaran, daya pembeda, fungsi distraktor, validitas butir,
AFEKSIAFEKSI Selain itu, hasil analisis fungsi distraktor memperlihatkan sebagian besar pilihan pengecoh dapat berfungsi dengan baik. Hasil uji validitas butir soalSelain itu, hasil analisis fungsi distraktor memperlihatkan sebagian besar pilihan pengecoh dapat berfungsi dengan baik. Hasil uji validitas butir soal
AFEKSIAFEKSI Hasil penelitian menunjukkan bahwa video modeling ditafsirkan oleh guru sebagai media yang memudahkan pemecahan keterampilan kompleks menjadi langkah-langkahHasil penelitian menunjukkan bahwa video modeling ditafsirkan oleh guru sebagai media yang memudahkan pemecahan keterampilan kompleks menjadi langkah-langkah
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal asosiatif, data dikumpulkan dari 231 pengguna aktif TikTok di Indonesia dan dianalisis melaluiMenggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal asosiatif, data dikumpulkan dari 231 pengguna aktif TikTok di Indonesia dan dianalisis melalui
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Fase-fase dalam periodisasi dirancang untuk menghindari akumulasi kelelahan berlebih dan mendukung adaptasi jangka panjang, sehingga memungkinkan atletFase-fase dalam periodisasi dirancang untuk menghindari akumulasi kelelahan berlebih dan mendukung adaptasi jangka panjang, sehingga memungkinkan atlet
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBKM dan dampaknya terhadap persiapan kerja mahasiswa, baik soft skills maupunTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBKM dan dampaknya terhadap persiapan kerja mahasiswa, baik soft skills maupun
Useful /
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Penelitian berkonfirmasi bahwa model POE secara signifikan meningkatkan hasil belajar kognitif siswa Biologi. Model Pembelajaran Predict-Observe-ExplainPenelitian berkonfirmasi bahwa model POE secara signifikan meningkatkan hasil belajar kognitif siswa Biologi. Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain
STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan data reduction, data display, conclusion drawing atau verification,Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan data reduction, data display, conclusion drawing atau verification,
AFEKSIAFEKSI Hasil penelitian menunjukkan adanya dominasi implementasi GBL pada tingkat pendidikan dasar (39%) dengan pemanfaatan teknologi berbasis mobile (56%) sebagaiHasil penelitian menunjukkan adanya dominasi implementasi GBL pada tingkat pendidikan dasar (39%) dengan pemanfaatan teknologi berbasis mobile (56%) sebagai
DHARMAWANGSADHARMAWANGSA Perlindungan ini memerlukan peningkatan kesadaran masyarakat, peningkatan kapasitas staf sekolah dan orang tua, serta pendekatan yang lebih tepat dan responsifPerlindungan ini memerlukan peningkatan kesadaran masyarakat, peningkatan kapasitas staf sekolah dan orang tua, serta pendekatan yang lebih tepat dan responsif